
Ruang kepala sekolah
Reza dan Zack pamit dari ruang BK untuk mengikuti ujian dikelas masing-masing.
pak Budi berjalan menuju ruang kepala sekolah untuk mendiskusikan perihal kasus zea dan Anita dan tindakan apa yang paling tepat untuk kasus ini.
tok tok tok...suara pintu diketuk. pak Budi mengucapkan salam kemudian kepala sekolah mempersilahkan pak Budi masuk.
" ada keperluan apa pak Budi menemui saya" ucap kepala sekolah.
" saya kesini untuk membahas tentang kasus zea kelas 10-A" ucap pak Budi.
" kebetulan sekali, saya baru saja akan memanggil pak Budi untuk menanyakan perkembangan kasus ini. bagaimana apakah sudah ketemu pelakunya" ucap kepala sekolah.
" iya pak...saya sudah mengetahui siapa pelakunya dan juga barang bukti pendukung yang kuat" ucap pak Budi menyodorkan handphone pak Budi yang telah dikirim i bukti video dari ponsel Zack.
pak kepala sekolah mengamati dan mendengarkan dengan seksama percakapan Anita dan kawan-kawan. pak kepala sekolah menangkap inti dari permasalahan ini adalah kecemburuan antara sesama wanita.
kali ini kepala sekolah harus memberikan sanksi yang tegas untuk Anita dan teman-temannya. Anita memang sering melakukan pelanggaran peraturan sekolah, tetapi kali ini dia sudah sangat keterlaluan. bukan hanya melanggar peraturan sekolah tapi juga melanggar hukum.
**
__ADS_1
Anita dan teman-temannya dipanggil keruang BK untuk interogasi berikutnya. interogasi pertama mereka bertiga lolos karena tidak ada bukti yang cukup kuat untuk menghukum mereka, tetapi sekarang ini sudah ada bukti. mereka bertiga tidak akan pernah bisa mengelak lagi.
" Nit... kira-kira kita dipanggil lagi oleh guru BK ada masalah apalagi ya, jangan-jangan masalah si zea lagi" ucap sari yang ketakutan.
"heh...diam Lo sat, dasar penakut mereka itu gak bakal bisa menghukum kita. toh gak ada bukti juga kalau kita yang lakuin" ucap Anita.
"tapi nit.... bagaimana jika mereka menemukan bukti atau hal yang bisa membuat kita dihukum" ucap Cindy sedikit khawatir.
" udahlah kita tenang saja" ucap Anita
Anita dan teman-temannya masuk keruang BK. Anita begitu kaget melihat kedua orangtuanya sudah ada diruang BK, begitupun orang tua Cindy dan sari.
" Lo papa mama kok ada disini" ucap Anita.
"Ouugh...sakit, kenapa papa nampar aku" ucap Anita bingung.
" masih sekolah saja kelakuan mu sudah seperti preman begitu, mau jadi apa kau nanti" bentak ayah Anita yang geram melihat perbuatan anaknya.
mama Anita menenangkan suaminya dan memintanya duduk agar lebih tenang.
" sebenarnya maksud papa apa sih, aku gak ngerti" ucap Anita yang tetap belum faham dengan situasi saat ini.
__ADS_1
" kamu lihat dan baca sendiri" ucap papa Anita melempar surat keputusan pengeluaran Anita dari SMA XX.
" apa...aku di DO, ngak...ngak ini pasti salah. apa alasannya sampai aku dikeluarin dan jarus pindah sekolah. aku gak ngelakuin hal yang salah atau melanggar peraturan sekolah" ucap Anita.
" tidak melakukan kamu bilang...?" ucap papa Anita.
papa Anita meminta pak Budi untuk memutar video percakapan antara Anita dengan teman-temannya di kamar mandi.
" enggak...itu bukan aku, ini fitnah. aku ngak mau pindah dari sekolah ini" teriak Anita.
papa Anita yang terlanjur sangat malu menarik Anita keluar ruangan untuk pulang dan dikuti oleh ibu Anita.
Cindy dan sari pun mendapat surat yang sama tetapi dengan keputusan yang berbeda. mereka berdua di scors selama 2 Minggu dan menulis kata " saya tidak akan melakukanya lagi, saya akan jadi anak yang baik sebanyak 10.000 kali.
setelah keluarga Cindy dan sari pulang. kepala sekolah menelpon Johan untuk mengatakan hal yang baru saja terjadi.
Johan dapat bernafas lega, setidaknya dia tidak akan terlalu khawatir jika kembali sekolah lagi karena orang yang telah mencelakai putri nya sudah angkat kaki dari sekolah itu.
-------"""-----------
jangan lupa klik like ya...
__ADS_1
see u next time......
cayoooo.....