
"Soal apa? soal gosip itu?" jawab Zea.
" Iya...Soal aku yang menyukai kamu itu, bagaimana?" Reza ingin mengetahui tanggapan dari Zea secara langsung.
Zea tersenyum" Hemm...tentu saja, iya"
Tanpa mereka berdua ketahui, ternyata Zack sedang memperhatikan dan mendengarkan perbicangan mereka berdua, hatinya kecewa dan hancur mendengar ucapannya Zea. Zack berbalik dan pergi dari tempat itu.
" Iya...tentu saja bodoh jika aku percaya begitu saja ha...ha..." Zea tertawa cekikikan.
" Ah...sial, kamu malah tertawa. Bagaimana jika aku benar-benar suka sama kamu?apa yang akan kamu lakukan?" melipat kedua tangan di depan dada dan bersandar di dinding.
" Kau ingin tahu?"Pletakk... menyentil dahi Reza dengan keras.
" Ough...sial, sakit tahu" keluh cowok tampan ini sampul mengelus dahinya.
" Kamu pikir, aku tidak tahu siapa yang kamu suka sejak dulu. itukan si..." Reza menutup mulut Zea supaya diam, jika ada yang mendengar bisa ribet lagi.
" Dasar kamu Zeey, jika suatu saat aku sampai benar-benar suka sama kamu. Sepuluh orang seperti Zack pun tidak akan bisa menghalangiku untuk mendapatkan kamu" ucap Reza dengan wajah serius.
" Alamak...serius banget itu wajah, sudah mengalahkan wajah galak pak Anton saja. Ngapain kamu bawa-bawa si nyebelin itu!" ucapnya dengan wajah cemberut.
" Memang kamu pikir aku tidak bisa lihat. jika dia sebenarnya suka kamu dan kamu juga suka dia. Cuma kalian berdua sama-sama bodoh saja" menyindir Zea dengan santai tanpa rasa bersalah.
" Hey...siapa yang kamu bilang bodoh. siapa juga yang suka sama dia?" tetap kukuh tidak mau mengakui meski jelas terlihat wajahnya memerah saat Reza mengatakan hal itu.
" Ya kamulah, masa iya aku yang suka sama dia. Pisang ketemu pisang dong" jawabnya spontan begitu saja tanpa berfikir.
__ADS_1
" Ha...ha...ha..." mereka berdua tertawa terbahak bahak dan saling gantian menggelitik satu sama lain, seperti tidak ada masalah dan tidak perduli dengan kabar burung yang sudah tersebar tentang mereka.
" Eh...tapi aku serius loh, jika dia membuatmu menangis dan terluka. aku akan mengambilmu darinya." berkata dengan serius, Reza memang sayang dengan Zea hingga tidak ingin melihat gadis manis ini terluka.
" Iya...iya pacar serepanku" celetuknya bercanda.
" Serepan! Memang kamu pikir aku ini ban sepeda" jawabnya sebel. Reza tahu apa benar apa yang di maksud oleh Zea, bukan pacar cadangan dalam arti sebenarnya, tetapi maksudnya adalah Zea tahu ia ada kapan saja jika Zea butuh teman untuk bersandar.
" Haiiiist... mengenakannya hidupku. Ganteng- ganteng begini jadi simpanan " tepuk jidat. bercanda dengan Zea sambil bicara ngelantur kesana kemari.
" Puff... Menyimpan kamu? Sama saja cari mati! Para penggemarmu itu mematikan tahu. Aku sudah pernah hampir mati, gara-gara penggemar gila mu itu" wajah cemberut dan bibir manyun. menatap Reza dengan mengernyit dahi.
" Itu sih, derita mu. siapa suruh bisa dekat dengan cowok setampan dan sepopuler aku ini" berbicara dengan penuh percaya diri.
"Hueek...tong sampah, mana tong sampah? Jadi mual aku mendengarnya. Kok ada manusia super Pede (Percaya diri) seperti kamu ini" Protes Zea yang pura-pura mau muntah saja.
Mereka berdua kembali lagi ke kelas masing-masing karena bel tanda istirahat selesai sudah berbunyi. keduanya berjalan menyusuri lorong kelas dengan santai dan tanpa beban, semuanya sudah jelas. Apa yang di khawatirkan oleh Reza, itu hanya pikirannya saja. Buktinya Zea sama sekali tidak terpengaruh dengan gosip itu.
Zea sudah sampai di depan kelas dan masuk seperti biasanya kemudian duduk di samping Zack, di kursi yang biasa ia tempati. Tetapi kali ini ada sedikit yang berbeda dengan cowok tampan di dekatnya. ia terlihat murung dan juga sedih, tetapi juga seperti terlihat kemarahan di wajahnya. Zack cuma diam saja tanpa ada kata-kata yang keluar dari bibirnya meskipun Zea sudah duduk disampingnya dari tadi.
Eh...ini anak, aneh banget ya perilakunya. tidak biasanya dia seperti ini, ada masalah apa lagi ya. cuma diam, aku ajak ngobrol juga tidak menjawab, guru menerangkan materi pelajaran juga sepertinya tidak konsentrasi sama sekali. pasti ada yang salah, aku sungguh tidak bisa menebak isi pikiran Zack, pikirnya.
Sedangkan di dalam hati dan pikiran Zack sendiri semuanya sudah kacau dan bercampur aduk perasaan sedih, kecewa, terluka, marah campur menjadi satu hingga tidak bisa di jelaskan dengan kata-kata.
Zack melihat Zea dengan penuh kemarahan dan kekecewaan. Bagaimana bisa ia tega melakukan hal seperti itu kepadanya, bukankah saat ini mereka sedang berpacaran? terus kenapa Zea masih menerima pernyataan cinta Reza? Apa dia memang gadis yang seperti itu! gadis yang tak cukup hanya dengan satu laki-laki saja di hatinya? mengapa?mengapa?, gumamnya dalam hati.
Bruaakk...ia menggebrak meja di tengah-tengah jam pelajaran. semua orang yang ada di dalam ruangan kaget, termasuk Zea.
__ADS_1
"Zackqueen...Apa yang kamu lakukan!" teriak Bu Silvi.
Zack berdiri dan melangkah kakinya mendekat ke Bu Silvi yang tengah berdiri di depan papan tulis menerangkan materi pelajaran, ia berkata" Maaf Bu, Saya izin ke kamar mandi dulu, Ngantuk...mau cuci muka" alasan yang benar-benar bodoh, mana ada orang ngantuk menggebrak meja sekeras itu.
" Oke...cepat kembali ke kelas lagi" pesan Bu Silvi.
Ia berjalan keluar kelas ke kamar mandi, berjalan dengan melamun dan pikirannya sekarang hanya tertuju kepada Zea. sesampainya di kamar mandi, ia Mencuci muka kemudian bersandar di dinding kamar mandi dengan menengadahkan kepalanya ke atas. ia memejamkan mata" Zea...kenapa kamu lakukan ini kepadaku? Apa salahku? Apa aku kurang baik dan perhatian kepadamu?" gumamnya dan duduk berjongkok sambil memegang keningnya yang sedang pusing.
Zea yang sedang berada di dalam kelas" Eh...si Zack kemana ya?"Zea sedang bingun mencari Zack. Pelajaran sudah selesai dan bel pulang juga sudah berbunyi, tetapi Zack belum kembali ke kelas. siswa lain sudah pulang dan kelas sudah kosong, ia masih duduk di kelas menunggu Zack karena mereka berangkat dan pulang bersama.
Zack kembali ke kelas dengan baju yang sedikit basah terkena air, ia berjalan mendekat ke meja dimana Zea sedang duduk dengan tas ransel di punggungnya.
Zea berdiri bersiap untuk pulang karena Zack sudah datang. tiba-tiba cowok tampan ini mendorong Zea hingga terpepet di dinding dan mengunci kedua tangan gadis manis ini dengan kuat dengan tangannya.
"Ka...ka...kamu mau ngapain? lepasin!" ucapnya tergagap dan sedikit takut dengan sikap Zack yang seperti ini. Zack tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. ia berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
SEE U NEXT TIME
__ADS_1
CAYOOOO