
Zack hanya memandanginya, seolah ada kata-kata yang ingin di sampaikan olehnya tetapi itu sangat sulit keluar dari mulutnya. "Zeey...Kita nikah saja ya?" Berkata penuh dengan keseriusan dan menantikan jawaban Zea.
" Nikah pala mu itu! Kalau ada orang dengar dikirain kita ini sudah ngapa-ngapain. Kalau ngomong itu di pikir dulu kenapa?" jawabnya dengan wajah cemberut.
" Zeey...aku serius, aku akan bertanggungjawab atas apa yang aku lihat dan aku lakukan kepadamu!" Zack menegaskan kembali tentang kesungguhannya.
Zea tak habis pikir cowok yang menyebalkan seperti Zack bisa berkata seperti itu bahkan melamarnya secara langsung. " Zack! Kamu itu tidak sadar dengan apa yang kamu katakan. Lepaskan aku, kita bicara baik-baik" Zack melepaskan tangannya dari pinggang Zea kemudian gadis manis ini pun segera bangun dan duduk di tepi tempat tidur begitupun dengan Zack.
Sementara itu di kamar sebelah Zulia dan Steve juga shock mendengar perkataan putranya yang ingin menikahi Zea. Niat mereka menguping di sebelah sebenarnya cuma untuk mengawasi dari jauh, tetapi secara tidak sengaja malah mendengar percakapan mereka.
" Apa! Menikah! Apa Zack sudah gila, mereka masih sekolah. Meskipun mama juga ingin Zea jadi menantu kita, tetapi juga tidak secepat ini" Zulia menepuk jidatnya" Ough...pusing aku" gumamnya.
Steve cuma tersenyum hebat tetapi juga konyol " Haiist...anak papa nekat banget, Segitu takutnya dia kalau Zea kabur lagi".
Tiba-tiba Zulia teringat ucapan Zack yang lainnya" Aku akan bertanggungjawab atas apa yang aku lihat dan aku lakukan kepadamu? Pa... Jangan-jangan mereka berdua??" Zulia menjatuhkan diri ke tempat tidur, pusing kepalanya, menebak dan mengartikan perkataan Zack yang satu itu.
" Pa... mereka berdua tidak mungkin sudah melakukan itu kan?" Zulia khawatir jika Zea dan Zack selama ini sudah kebablasan dalam berhubungan.
" Papa tidak tahu ma...papa harap tidak seperti itu. Tetapi kalau memang telah terjadi, kita mau tidak mau menikah mereka berdua" Steve tidak kalah pusingnya dengan Zulia.
" Pa! Kita harus bertanya langsung kepada mereka berdua, ini tidak bisa dibiarkan begitu saja" Tegas Zulia.
" Iya ma, tapi tunggu mereka selesai bicara dulu" Steve menenangkan istrinya, jangan sampai mereka berdua salah bertindak.
__ADS_1
Jika di kamar sebelah kedua orang tua Zack sedang ribut karena salah paham dengan perkataan putranya. Disisi lain Zack dan Zea sedang mengobrol dengan baik-baik agar tidak ada salah paham lagi diantara mereka berdua.
" Zack... dengarkan aku, kamu sekarang amnesia dan tidak mengenal atau mengingat siapa aku. Kamu begini karena kamu merasa aku ini pacar kamu, tetapi kenyataannya kita tidak pernah berpacaran sama sekali. Mungkin saja jika suatu saat ingatanmu kembali, bisa saja perasaanmu kepadaku juga akan menghilang karena kamu tahu kita hanya teman biasa sebenarnya. Jadi, please! Jangan mainin perasaan aku" Jelas Zea.
Zack menarik tubuh Zea dan memeluknya "Zeey...aku tidak mempermainkan perasaanmu!"
Zea mendorongnya dan melepaskan pelukannya" Zack, tidak ada yang perlu kamu pertanggungjawabkan. Aku tahu kamu tadi cuma terbawa emosi karena rasa cemburumu terhadap Reza. Tapi, Please! Jangan lakukan lagi, aku dan Reza cuma teman biasa." Zea memberi penjelasan tentang hubungan dia dengan Reza.
" Kamu salah, aku memang sudah seharusnya bertanggungjawab atas apa yang aku lihat dan lakukan kepadamu di hutan waktu itu dan di tambah lagi saat di kamar mandi, di atas tempat tidurku dan yang terakhir di kelas tadi siang. Sepertinya itu sudah cukup bagiku menikahimu"
" Kau...apa kau bilang dihutan? jangan-jangan kamu sudah ingat semuanya?" Zea penasaran.
" Ya... semuanya! Baik tentang kamu ataupun hubungan kamu dengan Reza." Memegang tangan Zea dan menatap" Zeey...Aku suka kamu, menikahlah denganku?" menunggu jawab dari Zea dengan serius.
" Iya..." Menganggukkan kepala.
" Zack maaf! Aku belum siap untuk menikah"
" Kalau begitu, asalkan kamu setuju. Kita bisa bertunangan dulu saja" Zack benar-benar tidak menyerah begitu saja, ini adalah kesempatan baginya untuk menyatakan perasaannya dan juga keinginannya untuk bersama dengan gadis manis di hadapannya itu.
" Hey...kamu ini apa-apaan sih, tunangan juga belum bisa. Maaf Zack, aku belum yakin tentang perasaanku. Aku harap kamu bisa mengerti" Zea mencoba menjelaskan baik-baik kepada Zack, bahwa pernikahan atau pertunangan juga tidak bisa terburu-buru begini. ia harus menyakinkan hatinya dulu, jika dia benar-benar suka dengan cowok di hadapannya ini atau cowok lainnya. hal ini begitu mendadak, Zea tidak bisa berfikir dengan jernih.
Zack cuma tersenyum" Baiklah, aku mengerti. Setidaknya berikanlah aku kesempatan untuk bersaing dengan Reza untuk mendapatkan hatimu. Bagaimana jika kita mulai dari awal?" ini adalah cara terakhir yang di miliki Zack untuk bisa mengejar Zea lagi.
__ADS_1
Zea masih berfikir" Haiist...bocah nyebelin ini tadi sebenarnya kena apa sih? sepertinya otaknya sedikit konslet. Maksa banget sih, tadi aku sudah bilang Reza itu teman saja. Eh...malah mau bersaing, siapa juga yang mau diperebutkan! Tapi jika aku tidak setuju, pasti ini cowok tetap ngeyel deh. Ya sudahlah...aku juga bisa tahu jawabannya nanti, sebenarnya aku itu suka sama dia atau tidak" Gumamnya.
" Gimana? Kalau kamu nolak juga, aku akan minta mama sama papa buat ngelamar kamu langsung aja deh" ucap Zack sambil tersenyum.
" What! Kamu gila! Oke..oke, oke aku setuju" dasar bocah gila, Zea bergumam sendiri dan sebal minta ampun dengan si Zack kali ini.
" Nah, gitu dong" Zack tersenyum.
" Gitu Pala mu" Maki Zea dengan wajah super cemberut dan berdiri meninggalkan kamar Zack menuju kamarnya.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO
__ADS_1