
"Ya sudah...itu gampang, kalau kita sudah nikah nanti biar aku saja yang donor buat kamu" ucap Zack semakin menggoda.
Zea sudah tak sanggup lagi menjawab perkataan Zack yang semakin menggila itu.
zea cuma bisa memukul dahinya sendiri dengan telapak tangannya, dalam hatinya berkata: Ya..tuhan, aku cuma ingin bantu dia sadar dari amnesia, bukannya ikut gila.
Zea cuma bisa memukul dahinya sendiri dengan telapak tangannya, dalam hatinya berkata: Ya..tuhan, aku cuma ingin bantu dia sadar dari amnesia, bukannya ikut gila.
" Zack...please, bisa tidak kamu bersikap sedikit lebih normal saja. kamu akhir-akhir ini aneh banget tahu ngak?" keluh Zea, kepada sikap Zack kepadanya yang sering menggoda dengan begitu banyak kata-kata gombalnya yang tak sedikit diantara berhasil membuat zea tersipu malu.
" Kalau aku bilang tidak bisa, bagaimana?" ucap Zack masih saja memandangi wajah Zea dengan meletakkan kepalanya dengan posisi miring di atas meja, menghadap ke wajah zea yang juga tiduran diatas meja
Ruangan kelas yang kosong tanpa siswa kecuali mereka berdua membuat Zack semakin leluasa menggoda Zea. ya... bukan karena siswa lainnya tidak masuk kelas melainkan kebanyakan dari mereka menghabiskan waktu istirahat mereka di kantin atau perpustakaan dan ada juga yang lebih suka ngumpul dan ngobrol di bawah pohon di taman sekolah.
" Hueek...Aduh Zack, beneran jangan dilanjutin ya. aku bisa benar-benar muntah nanti" zea mengankatnya kepalanya sembari mengalihkan pandangannya. sungguh sangat tidak nyaman jika terus berhadapan dengan Zack dengan posisi sedekat itu.
" Ayolah Zeey...bukankah kata mama kita berpacaran, kenapa aku tidak boleh menggoda pacarku sendiri" jelas Zack mencoba mencari tahu kebenaran tentang status hubungannya dengan Zea.
__ADS_1
Sebenarnya Zack masih ragu jika dia dan Zea adalah sepasang kekasih seperti yang di ceritakan oleh mamanya saat di rumah sakit dulu. hal ini terlihat jelas di ekspresi zea setiap ia berdekatan dengan Zack.
Zea lebih sering terlihat malu-malu dan menghindar, tidak seperti muda-mudi yang sedang berpacaran pada umumnya. mereka bisa nempel terus kayak perangko.
Banyak sekali pertanyaan yang masih tersimpan di otak Zack, ia ingin sekali mengingat sesuatu tentang Zea sepenuhnya. tetapi mungkin itu belum waktunya, ia ingin zea menceritakan kepada Zack hubungan mereka di masa lalu itu seperti apa? namun zea hanya terdiam tanpa menjawab satu katapun keluar dari bibir mungilnya.
" Zeey...tolong jawablah, siapa sebenarnya aku buat kamu?" tanya sekali lagi mempertegas pertanyaan dia.
Sekali lagi Zea tidak menjawab, ia memegang perutnya dengan kedua tangannya dan wajahnya meringis kesakitan.
"Ouugh" ucapnya sambil meremas perutnya untuk menahan sakit.
" Zeey...kamu kenapa? jangan bercanda deh, masak iya kamu over dosis gara-gara aku gombalanku sih" ucap Zack yang mulai khawatir karena Zea dari tadi cuma diam dan meringis kesakitan.
Zack mencoba membantu Zea berdiri tetapi zea menolak" aku antar ke UKS saja yuk" tawar Zack sambil merah pinggang Zea, sehingga tubuh zea terangkat sedikit. selintas Zack melihat tinta merah membekas di kursi tempat duduk Zea
" Eh..Jangan, gak usah...aku gak apa-apa kok" ucap zea spontan menolak.
__ADS_1
aduh...gimana ngomongnya ya, ini cowok pasti akan resek terus jika kemauannya tidak diturutin. Zack yang sekarang lebih nyebelin dan lebih agresif dari pada dia yang dulu sebelum mengalami kecelakaan itu, gak mungkinkan aku bilang kalau sekarang aku lagi dapet. aduh malunya...mana yang aku pakai ini baju seragam dia lagi, tambah hancur ini muka. gumam zea dalam hati.
Puh...dasar cewek hal kecil begitu saja tidak mau bilang, malah milih nahan sakit seperti itu. ya sudahlah aku punya caraku sendiri untuk menolongmu ( pikir Zack).
" Tunggu aku sebentar...aku mau ke ruang piket guru dulu" ucap Zack meninggalkan Zea sendiri di dalam kelas.
"Eh...itu anak ngapain ke ruang piket guru ya" gumam Zea.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
__ADS_1
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO next time.....