Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 68 Pura-pura tidur


__ADS_3

Mereka berdua sekarang sudah tiba di rumah, Zea dan Zack turun dari motornya. Zea langsung berlari masuk kedalam rumah tanpa berkata apapun, sedangkan Zack memasukkan dan memarkirkan motornya di garasi. kemudian baru menyusul Zea masuk ke dalam rumah.


" Kenapa ya si Zea? apa kau tadi melakukan kesalahan?" mengingat kejadian sebelumnya, sepertinya tidak ada yang salah dengan apa yang ia lakukan. bukankah sudah selayaknya jika sebagai seorang kekasih membisikkan kata-kata romantis kepada wanitanya.


" Hemm...sudahlah, mungkin ia ngambek hanya karena sedang dapet saja" pikir Zack yang tak mau pusing dengan tingkah laku Zea.


Zulia sedang duduk di ruang tamu menunggu mereka setelah selesai menyiapkan makan malam, ia melirik ke arah putranya yang baru saja memasuki pintu. " Zack...dimana Zea, kok sendiri" berjalan mendekati putranya dan melihat ke luar rumah.


" Mama ngapain sih?bukannya dia sudah masuk duluan?" melangkah maju kemudian duduk di sofa ruang tamu dan meletakkan buku yang ia beli dari toko bersama Zea diatas meja.


Zulia mendekat dan duduk di samping putranya, dan menepuk pundak Zack yang sedang bersandar di kursi. ia sudah menunggu dari tadi mereka berdua pulang untuk makan malam juga sekalian menunggu suaminya pulang dari kantor. " Hemm... sepertinya mereka berdua sedang bertengkar" Pikiran Zulia yang sedang menebak-nebak dari perilaku anaknya dan juga Zea tadi yang ketika Zulia menyapanya terlihat bengong dan tidak mendengar, padahal jelas-jelas ia tidak begitu jauh dengan Zea.


Terdengar suara mobil yang baru saja datang" Sepertinya papamu sudah pulang" bergegas berdiri dari sofa dan melangkah kakinya keluar pintu untuk menyambut kedatangan suaminya" Papa sudah pulang" senyum hangat bermekaran dari bibir indahnya, seakan memberi rileksasi kepada orang yang melihatnya.


Steve membalas senyuman sang istri" Iya sayang" mendekat dan mendaratkan kecupan manis di kening istrinya. Zulia meraih tas kerja milik suaminya dan membawakan itu diperlukannya" terimakasih sayang" ucapnya.


Mereka berdua masuk, Steve melihat ke arah Zack yang sedang duduk di sofa dengan lesu dan tidak bersemangat, ia berkata" Kenapa wajahmu lecek sekali?" sambil tertawa kecil, " Patah hati mungkin?" sindir Zulia yang ikutan menyindiri putranya.


" Haiiiist...papa dan mama ini apa-apaan coba? siapa juga yang patah hati!" ucapnya membela diri " Aku cuma ngantuk!" tambahnya, kemudian berdiri mengambil bukunya dan berjalan menaiki tangga menuju kamarnya.

__ADS_1


" Zack...makan malam dulu, jangan lupa panggil Zea turun. kalau dia sampai tidak turun makan malam itu berarti kamu yang bertanggungjawab" senyum terbersit di balik perintahnya kepada Zack. ia hanya ingin jika memang keduanya ada masalah bisa di bicarakan baik-baik dengan saling bertatapan muka.


" Sayang...kamu sengaja ya" Steve mencubit kecil pipi istrinya" Hemm" mengangkat kedua alisnya dan menganggukkan kepala. " Dasar mama! biar mereka selesaikan sendiri. mereka sudah besar, kita percayakan kepada mereka saja" yang berjalan menuju kamar mereka berdua.


" Ya...mama cuma, memberi jalan saja kok tidak ikut campur pa" berdiri di depan suaminya itu, untuk membantu melepaskan dasi dan kemejanya.


Zack keluar dari kamarnya setelah menyimpan buku yang baru di belinya kemudian berjalan menuju kamar Zea. tok tok tok...mulai mengetuk pintu kamar, " Zeey, mama minta kita turun untuk makan malam" berdiri menyandar di dekat pintu menunggu Zea keluar.


Zea malas sekali untuk turun makan malam, selera makannya sudah hilang dan juga perutnya menjadi terasa kenyang terbawa suasana hati yang kurang enak tadi.


" Zeey" panggil Zack sekali lagi, untuk memastikan Zea makan malam sebelum tidur, namun Zea tidak menjawab. " Zeey...jika kamu tidak keluar aku masuk nih?" ceklakk...pintu dibuka dan Zack masuk. ternyata Zea sedang pura-pura tidur dengan menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.


Dalam pikiran Zea, " Sial...ini cowok mau ngapain, pakai buka-buka selimut orang! ganggu saja. apa ia tahu aku belum tidur dan cuma pura-pura?."


Zack membungkuk sambil tersenyum, wajahnya begitu dekat dekat dengan wajah Zea yang terpejam kedua matanya sekarang, ia sengaja berkata" Hemm...sudah tidur? kalau aku cium?" godanya dengan berbisik pelan.


Mata Zea langsung terbuka" Hey" reflek mendorong muka Zack menjauh darinya dan segera bangun dari tidur pura-puranya.


"Ha..ha.." Zack tertawa terbahak bahak, triknya membangunkan Zea berhasil. "Sudah...ayo cepat turun, mama dan papa sudah menunggu di bawah" masih menahan tawa, pasti Zea mengira ia akan benar-benar menciumnya tadi. itu terlihat jelas dari ekspresi wajah jengkelnya kepadaku, gumamnya dalam hati. ia melangkahkan kakinya turun ke bawah, ke ruang makan.

__ADS_1


" Zack...brengsek, kurang ajar!" memukul-mukul bantal di kasurnya setelah Zack keluar dari kamarnya, wajah cantiknya memerah karena malu bercampur jengkel. ia merapikan rambut dan pakaian kemudian turun untuk makan malam.


Tak...tak...tak...ia menuruni anak tangga satu persatu dan berjalan menuju meja makan, disana Zack sudah tersenyum melihatnya, begitu juga Tante Zulia dan Om Steve.


Zea menjadi salah tingkah dan sedikit curiga "Tidak mungkinkan, kedua orang ini tadi tahu kelakuan aneh anaknya itu. Terus sampai segitunya melihatku?"gumamnya dalam hati. ia duduk di sebelah Zack dan mulai mengambil nasi dan lauknya, kemudian makan sambil sesekali melirik ke arah mereka bertiga secara bergantian.


--------*****----------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL πŸ’–


SEE U NEXT TIME


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2