
Dina melihat ke arah kedua anak muda di depannya, "Sayang, Kalian kesini dulu. Ayo kita sarapan bersama" Ucapnya tersenyum hangat seperti biasanya.
"Oh, terimakasih Tante. Saya sudah sarapan pagi tadi" Jawab Zack segera merespon.
"Tante gak mau tahu ya, Makan dulu ya makan. Kamu tahu gak? ini yang masak anak kesayangan Tante loh" Goda Dina, ia hanya ingin tahu, pemuda di depannya ini akan berubah pikiran atau tidak jika ia tahu ini masakan Zea. "Gimana? Enak loh" mengedipkan matanya, memberi tanda kepada Zea.
"Mama apa-apaan sih!" Gumamnya malu.
"Apa...Yang masak sayangku ya, Jadi nyesel nolak tadi" gumam Zack dalam hati.
Dina memperhatikan perubahan ekspresi kedua anak muda itu, yang malu-malu kucing. "Hemm...Sudah, ayo makan! Lama deh. Papa sudah menunggu lama" Dina menarik tangan pemuda tampan di samping putrinya itu dan meninggalkan Zea sendiri.
"Eh! Mama...Kok dia yang di gandeng?" protesnya, lalu ia mengikuti mamanya dan Zack ke ruang makan.
Diruang makan terlihat Johan sudah duduk sendiri dengan secangkir kopi di atas mejanya. Di tangannya membentangkan koran hari ini yang begitu ia nikmati membacanya. Johan sesekali melirik ke arah orang yang baru saja datang mendekatinya.
Johan melihat seorang pemuda tampan, sedang berdiri bergandengan tangan dengan istrinya. "Sayang...Apa kamu tidak salah gandeng? Ada yang cemburu loh" Johan melihat ke arah putrinya yang sedang cemberut dengan bibir manyun di belakang namanya.
" Eh! Siapa? Papa? Haist... Sekali-kali gandeng daun muda gak apa ha...ha.." Dina masih masa bodoh dan bercanda dengan Johan. Ia tahu suaminya tidak akan cemburu dengan pemuda yang sudah seperti anaknya sendiri itu. Pada dasarnya Dina memang ingin sekali mempunyai anak laki-laki sejak dulu.
"Puff! Ha..ha..Bukan aku! Tapi yang di belakang mama itu. Lihat itu bibirnya sudah manyun panjang, bisa dikuncir pakai karet gelang" sindir Jordan kepada putrinya.
Zack dan Dina seketika menoleh ke arah gadis manis di belakangnya. " Maksud papa Zeey?" Melihat kearah Zea yang pura-pura melihat lain demi menghindari pandangan mata keduanya.
"Siapa juga yang cemburu? Papa ngaco deh" celetuknya membela diri.
"Oh, Jadi gak ada yang cemburu. Kebetulan, Sini Zack! Duduk dekat Tante" Goda Dina. Ia menarik kursi untuk Zack yang bersebelahan dengannya.
__ADS_1
Zea berlari cepat untuk menduduki kursi itu, sebelum Zack duduk. " Sana! Duduk dekat papa. Ini kursi aku, gak boleh ada yang pakai" Ucapnya ketus. Padahal ia cuma tidak ingin mamanya genit pada Zack saja.
"Ha..ha.." Johan dan Dina tertawa terbahak-bahak melihat tingkah Zea.
"Eh, Kenapa tertawa. Benarkan ini kursiku yang biasanya?" berlagak bodoh dan tidak mengerti apa-apa.
"Iya..iya, bawa sekalian itu kursi kesekolah sana" gumam Dina.
Dasar kamu Zeey! Mulutmu saja yang pedas. Pada dasarnya kamu juga punya hati juga denganku, tetapi tidak mau mengakui saja (pikiran Zack).
Mereka menikmati sarapan pagi dengan riang dan sesekali bercanda bersama. Setelah selesai, Dina dan Zea membereskan peralatan makan dan membawanya ke dapur. sedangkan Zack masih mengobrol dengan Johan.
"Zack, apa orang tuamu ada dirumah? Kami ingin sekali berkunjung. Sekalian ingin mengucapkan terimakasih, selama beberapa hari ini sudah menjaga putri kami dengan baik" tanya Johan kepada Zack.
"Oh, Papa baru pulang kerja jam 4 sore jika tidak lembur. Mama di rumah Om" Jawabnya.
"Emm, begitu ya. Padahal Om ingin mengobrol dengan orang tuamu, ya cuma ingin lebih saling mengenal saja."
" Eh, Gak usah" Teriak Johan berusaha mencegah, tetapi Zack sudah sampai di teras dan menelepon orang tuanya.
Zack menelepon mamanya. " Hallo mama?"
"Hallo, Zack sayang. Ada apa?"
"Ma...Apa papa dan mama ada waktu hari ini? Om Johan dan Tante Dina ingin berkunjung?" ucap Zack.
" Oh, kebetulan! Papamu baru saja pulang dari kantor. Tadi papa cuma ambil berkas saja, terus pulang lagi"
__ADS_1
"Oke! Berarti bisa ya. Aku akan bilang sama Om dan Tante, kalau papa dan mama di rumah" Jawab Zack antusias.
"Oke, Kami tunggu kedatangannya."
Tut Tut Tut, Zack memutuskan panggilan teleponnya. Ia kembali lagi ke dalam rumah Zea, untuk menemui Om Johan.
Zack menghampiri Johan yang masih duduk di ruang makan. "Om, Papa dan mama dirumah. Mereka akan sangat senang dengan kunjungan Om Johan dan Tante Dina."
"Oh, Maaf merepotkan" jawab Johan.
Zea dan Dina kembali dari dapur. Zea mengambil tas ransel miliknya dan mengajak Zack untuk segera berangkat ke sekolah.
"Om dan Tante, kami berangkat dulu" Pamit Zack kepada kedua orang tua Zea.
" Iya... Kalian berdua hati-hati di jalan. Jangan ngebut kalau berkendara." pesan Dina kepada Zack dan Zea.
"Oke! Siap Mom" Zack dan Zea berangkat sekolah bersama.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
__ADS_1
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO