
Zea sudah tiba di rumah, setelah zack mengantarkannya pulang. Cowok tampan itu langsung minta izin pamit pulang tanpa mampir telebih dahulu ke rumah zea.
“ Aku pulang langsung ya. Sudah capek banget. Nanti ngobrolnya kita lanjut di telopon saja.” Kata zack yang masih duduk diatas motornya.
“Oh, jadi tidak mampir dulu? Oke, hati-hati di jalan” jawab zea.
Zack kemudian menyalakan mesin motor kembali dan melaju pergi menjauh meninggalkan rumah zea.
Zea melangkahkan kakinya menuju pintu rumahnya. Rumah terlihat sepi, pintu rumah juga tertutup rapat. Pasti papa dan mamanya sedang keluar rumah dan belum kembali.
Tok..tok..tok…ting tong ting tong….
Zea mencoba mengetuk dan juga memencet bel di depan pintu. siapa tahu papa dan mamanya Cuma sedang tidur siang saja. Maklum saja kalau di kota ini, papa dan mamanya tidak adampekerjaan karena pekerjaan mereka
ada di luar kota.
Zea mengintip dari kaca jendela, tetapi sialnya tidak terlihat jelas karena tertutup tirai.
“Puh, sial sekali. Sudah capek pulang sekolah, tidak ada orang di rumah. Mau masuk rumah sendiri saja berasa seperti maling, intip sana-sini berharap ada yang membukakan pintu. coba…bik inem sudah balik ya,
tentu aku tidak perlu menunggu seperti ini.” keluah zea yang sudah ngantuk dan ingin istirahat tidur siang meskipun sebentar.
Zea duduk di kursi diteras rumahnya, ia menyandarkan tubuh lelahnya di sandaran kursi. Sesekali ia memejamkan matanya.
Klontang….
Suara kaleng dilemparkan ke halaman rumahnya oleh seseorang di luar pagar, kemudian berlari menjauh dari rumahnya.
Zea yang matanya terpejam, seketika terbuka karena kaget dengan suara berisik dari kaleng-kaleng yang berserakan di halam rumahnya.
__ADS_1
“ Eh, suara berisik apa sih?” gumamnya yang kemudian berjalan menuju sumber suara yang begitu dekat dengannya. Ia melihat ada sekitar 3 kaleng minuman ringan yang di ikat dengan tali dan botol platik bekas
yang didalamnya ada sebuah kertas.
Zea berjalan mendekati kaleng-kaleng itu. Ia tidak melihat benda-benda itu saat ia masuk melewati halaman rumah tadi.
“ ini apa ya?”
Zea mengambil botol plastic dan membukanya. Kemungkinan besar kaleng-kaleng itu hanya di gunakan unuk menimbulkan suara, tujuan utamanya adalah kertas yang ada di dalam botol itu. Ia mengambil dan
membuja keratas itu, di dalamnya tertulis kata ‘JAUHI ZACK, DI MILIKKU”.
“Hah, ‘ jauhi zack, dia milikku’. Siapa sih? Penggemar bocah nyebelin yang mana lagi nih? Kenapa selalu nargetin aku ya, kenapa tidak ngomong saja langsung sama yang empunya nama. Siapa juga yang deketin cowok nyebelin itu, yang ada dia tuh yang ngintil ters kemanapun aku pergi. Dasar mak lampir nih orang!” gerutu zea setelah membaca surat kaleng tidak jelas darimana asalnya itu.
Meskipun begitu hati zea sangat gusar, ia tidak ingin celaka lagi seperti pengalamannya berhadapan dengan fans berat reza yaitu anita. Cewek-cewek gila seperti mereka bisa melakukan apa saja tanpa pikir panjang untuk mendapatkan orang yang mereka sukai, sekalipun harus melakukan hal yang melanggar hukum.
Zea mengirimkan foto-foto itu kepada zack.
Ting ‘Ini hadiah dari fans beratmu. masih hangat loh, baru di lempar 15 menit yang lalu.” Terkirim 15:30.
Zea membuang kaleng-kaleng itu kedalam tempat sampah dan kembali lagi berjalan menuju teras dan duduk kembali di kursi.
Tak selang beberapa lama setelah ia duduk terdengar bunyi klason mobil.
Tin..tin…
Zea segera berdiri untuk membukakan pintu gerbang, maklum saja mang ujang juga ikut pulang kampung bersama bik inem dan mereka berdua belum kembali.
Gradakkk…
__ADS_1
Suara pintu gerbang bergeser dan terbuka.
“ Sayang, kamu sudah pulang?”
Terlihat dina yang sudah mengitip dari kaca jendela mobil yang mulai terbuka.
“ Ya sudah ma, bahkan sudah sampai kering menunggu kalian pulang di teras rumah sendirian.” Celetuk gadis manis ini.
Johan Cuma tersenyum melihat putrinya yang merajuk dengan wajah cemberut karena terlalu lama menunggu mereka pulang. Sebenarnya johan dan dina sudah pulang dari rumah zulia sejak tadi, tetapi mereka mampir
dulu ke supermarket untuk membeli beberapa kebutuhan rumah yang sudah habis.
“Ya sudah, kamu minngir dulu. Biar papa memasukkan mobil ke dalam garasi dan kita lanjutkan ngobrolnya di dalam rumah.” Kata johan.
Johan melajukan mobilnya menuju garasi dan zea menutup dan mengunci kembali pintu gerbang depan.
--------*****----------
#KLIK LIKE 👍 DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
👉MY EVIL TWIN SISTER 💖
👉RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL 💖
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO
__ADS_1