Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 66 Kapan mama pulang?


__ADS_3

Zea dan Zack sudah sampai dirumah, mereka turun dari motor" Maaf... merepotkan, biar nanti aku cuci motor kamu"


Zea segera berlari menuju kamarnya untuk membersihkan diri dan mencuci seragamnya, kalau tidak nodanya akan sulit hilang nanti.


Belum sempat Zack menjawab perkataan Zea. gadis manis itu sudah berlari jauh meninggalkan dia masuk kedalam rumah" Eh... dasar cewek, belum juga sempat ngomong sudah menghilang saja. mungkin ia malu sama aku" pikirnya yang kemudian ikut masuk kedalam rumah untuk meletakkan tas dan berganti baju sekalian.


Zack sudah selesai ganti baju, sekarang ini ia hanya memakai pakaian santai kaos pendek dan celana pendek karena ia akan mencuci motornya, tidak perlu merepotkan Zea jika hanya sekedar untuk mencuci motor saja itu hal kecil baginya.


Zack mulai menyiapkan selang air, sabun khusus untuk mencuci motor dan perlengkapan lainnya. sekarang ia mulai beraksi, menggosok tiap inci motor kesayangannya dengan teliti supaya hasilnya bersih dan mengkilap. setelah selesai menggosok dengan sabun tinggal menyiramkan air secara merata hingga bersih kemudian menggelapnya sampai kering.


" Puh... akhirnya selesai juga" cowok tampan satu ini memang sayang dan telaten dalam merawat motor seperti halnya Reza teman Zea yang lain, mungkin memang para cowok suka melakukan hal itu.


Zea yang baru selesai mencuci dan menjemur seragamnya langsung melangkahkan kaki menuju halaman depan dimana motor Zack tadi terparkir. ia berniat untuk mencuci motor milik Zack karena tadi secara tidak sengaja sudah terkena noda darah miliknya.


sesampainya zea di halaman depan, ia melihat motor Zack yang sudah bersih dan kinclong bisa di buat bercermin" Eh... sudah di cuci ya" melangkah mendekati cowok tampan didepannya" maaf ya" gumamnya merasa tidak enak hati.


" Biasa saja...cuma hal kecil"


"Zack...untuk yang tadi terimakasih" Zea tidak tahu jika tidak ada yang Zack yang membantunya ia pasti akan bingung harus bagaimana.


cowok tampan ini hanya melempar senyuman saja. derrtt... derrtt.... handphone zea bergetar, ia segera mengambilnya dari saku celananya.


" Eh...mama" ia cepat menerima panggilan itu " Hallo...mama, bagaimana keadaan mama dan papa disana?"

__ADS_1


" Sayang...kami baik-baik saja, maaf baru bisa memberikan kabar kepadamu. bagaimana keadaanmu di rumah Tante Rosa? kamu kerasan tinggal disana?"


Zea sedikit bingung mau menjawab apa, jelas sekarang dia tidak tinggal dengan Tante Rosa karena Tante Rosa terkena musibah, jadi tidak bisa menjaganya dan menitipkan dia ke Tante Zulia.


" Em...ma, sebenarnya Zea tidak tinggal bersama Tante Rosa?"


Dina sedikit kaget dengan perkataan Zea" Lho...kok bisa, lalu Sekarang kamu tinggal sama siapa di rumah? apa kamu sendirian?" ucapannya yang mulai khawatir dengan putri satu-satunya itu.


" Em...tidak ma, mama jangan khawatir...zea sekarang tinggal di rumah Tante Zulia, soalnya suami Tante Rosa kecelakaan jadi Tante menitipkan Zea ke Tante Zulia"


" Oh...begitu ya, jadi merepotkan Zulia, ya sudah kamu jangan nakal. mama akan berusaha menyelesaikan masalah disini secepatnya. agar bisa cepat pulang, mama tutup dulu teleponnya"


" Baik ma" zea sedikit kecewa, yah.. seperti ia harus menginap di rumah ini lagi untuk beberapa hari.


"He'em" jawab gadis manis ini dengan wajah tertunduk lesu, awalnya Zea sangat berharap jika telepon itu memberi kabar jika mamanya sudah bisa pulang atau mungkin minta di jemput di bandara. semua ini karena sebenarnya zea sudah malu numpang di rumah orang lama-lama.


Tetapi sepertinya pikiran Zack justru sebaliknya, ia senang jika Tante Dina belum bisa pulang. itu artinya ia masih bisa sedikit menghabiskan waktu lebih lama lagi dengan Zea.


waktu terus berjalan terlihat hari sudah mulai menjelang petang , hari-hari mereka di lalui seperti biasanya.


" Zeey...mau gak ikut aku keluar ke toko buku nanti sore" tulis Zack melalui pesan singkat di handphone.


Tring... handphone Zea berbunyi tanda ada pesan masuk. zea mulai membaca layar handphone tertulis dari si nyebelin "Haiiiist...ini cowok, serumah saja pakai acara kirim pesan singkat, langsung teriak saja juga dengar. seperti jarak kamar kami Jakarta-hongkong saja" celetuk zea.

__ADS_1


" Oke...jam berapa?" balasnya


Tring" 6.30 sore nanti"


tring" Oke"


Zack yang sedang berada di kamarnya sedang senang dan kegirangan, melompat diatas kasur dan juga mencium bantal seperti orang gila" Yes... akhirnya bisa kencan lagi di toko buku" perkataan itu keluar begitu saja dari bibirnya.


sebenarnya ingatan Zack secara berangsur-angsur sudah mulai kembali sedikit demi sedikit, bahkan ia sudah mulai mengingat tentang dia dan Zea yang pernah membeli buku biologi bersama meskipun bertemu dengan tidak sengaja, itulah yang membuat Zack ingin mengulangnya sekali lagi.


--------*****----------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL πŸ’–


SEE U NEXT TIME


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2