
Masuk kedalam kamarnya dan meletakkan celana itu diatas meja bersama dengan kaos dan jaketnya.
Zack yang baru saja keluar dari kamar mandi, berjalan tanpa suara dan berdiri tepat dibelakang Zea. Ia hanya memakai handuk saja untuk menutupi tubuh bagian bawahnya.
Zea membalikkan badan dan kaget melihat Zack berdiri tepat di belakangnya, " Huwaa" teriaknya.
Srett...Zack dengan cepat menutup mulut gadis manis ini, " Huss! Jangan berisik. Kenapa kamu teriak, nanti orang tua kamu mengira aku mau ngapa-ngapain kamu." gumamnya lirih.
" Ini cowok otaknya dimana sih! Keluar cuma pakai handuk saja. Mana posisi sedekat ini, malu banget begitu" gumamnya dalam hati karena merasa kurang nyaman.
Zack melepaskan tangannya dari mulut Zea dan meraih baju ganti di atas meja yang berada tepat di belakang cewek manis ini. Secara otomatis, semakin iya berusaha meraih pakaian di belakang Zea, maka semakin dekat pula tubuh Zack dengan gadis manis ini. "Deg deg deg" detak jantungnya terasa tak beraturan dan semakin kencang. Sepertinya gadis manis ini salah faham dengan maksud Zack. Ia merasa tidak nyaman" Eh! Kamu mau apa?" Mendorong cowok tampan ini dengan sekuat tenaga.
Brukkk...Zack terjatuh ke lantai hingga handuknya terlepas.
" Hah" Zea bengong Matanya membulat terbuka lebar, mulutnya terbuka sampai melongo. Ia kaget dengan pemandangan di depannya sampai tidak sadar seharusnya ia menutup mata.
" Woy! Lihat apa kamu!" teriak Zack dengan cepat menutupi sang Junior.
" Huwaaaaa" Teriak Zea sambil memejamkan mata dan berlari kearah pintu. Duakk..." Ough" Kepalanya terbentur pintu yang tertutup. Ceklakk... Bruaakk....membuka dan membanting pintu keluar kamar. " Hah...hah.." Menghela napas panjang, jantungnya berdetak kencang deg deg deg. " Zea bodoh! Lihat apa kamu tadi? Hadehhh...Ngeri banget! Jantungku hampir saja copot, Aduh...malu banget!" Gumamnya dalam hati, wajahnya memerah sangat malu.
Zack yang berada di dalam kamar, cuma bisa tepuk jidatnya sendiri. " Haiist... Keperjakaanku! Gadis bodoh, apa sih yang dia pikirkan tadi. Untung aku masih pakai celana dalam" Ia segera berdiri dan membenahi handuknya, mengambil baju ganti diatas meja dan segera memakainya.
__ADS_1
**
Johan dan Dina yang masih di dalam kamar mereka," Anak-anak sedang ngapain sih, kok teriak-teriak begitu" ucap Johan.
" Gak tahu pa! Mungkin juga lihat kecoa, Zea kan paling jijik sama hewan satu itu. Apalagi rumah ini sudah kosong lebih dari seminggu, pasti banyak kecoanya" Dina cuma menebak-nebak saja.
" Hemm, bisa jadi begitu. Ya sudah besok kita beli racun serangga buat bersihin rumah dari kecoa dan kawan-kawan" gumam Johan.
" Oke! Ayo kita turun untuk makan, sudah lapar nih" keluh Dina.
Johan cuma tersenyum, dan mereka berdua turun kelantai bawah menuju meja makan.
Tak tak tak, Johan dan Dina menuruni anak tangga, " Zeey, Zack dimana?" tanya Dina kepada Zea yang sedang duduk sendirian di meja makan.
" Oh, begitu. Kenapa tadi kamu teriak-teriak?" tanya Dina sekali lagi.
"Eh, itu..." Tiba-tiba wajah Zea merona merah dan malu dan bingung mau mencari alasan apa.
" Ada kecoa di kamar Tante" sahut Zack dari lantai atas dan sedang berjalan menuruni anak tangga.
" Tuh kan benar! Pasti gara-gara kecoa" Johan dan Dina cuma tersenyum.
__ADS_1
Kecoa : Tuhan! Kenapa harus aku yang jadi kambing hitam, pasang muka garang ala kecoa.
Hemm... Gara-gara kecoa atau bukan cuma Zea dan Zack yang tahu he..he....
Mereka duduk di meja makan untuk menikmati makanan yang sudah diantar oleh kurir tadi. Selesai makan, Zack berpamitan untuk pulang karena sudah malam.
Zea dan kedua orangtuanya, mengantarkan Zack sampai depan pintu rumah.
" Om, Tante... Terimakasih atas makan malamnya. Saya pamit pulang dulu." tersenyum manis dan menjabat tangan Johan dan Dina.
" Oh, Kamu ini! Seharusnya kami yang mengucapkan terimakasih, telah di bantu bersih-bersih. Zack! Titip salam kepada Orang tuamu, terimakasih telah menjaga putri kesayangannya kami ini. Kalau sudah ada waktu luang kami akan berkunjung." Ucap Dina dengan menepuk bahu pemuda tampan ini sambil tersenyum.
" Iya Tante...Nanti saya sampaikan." Zack berjalan dan menaiki sepeda motornya, kemudian pergi meninggalkan halaman rumah Zea dan pulang ke rumah.
" Yes! Langkah pertama, mendekati papa dan mama Zea lancar. Selanjutnya, Selanjutnya tinggal taklukkan hati cewek tomboy dan galak itu. Haiist...susah amat sih Zea." Gumamnya dalam hati.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
__ADS_1
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π