
di mana muka ini, gumamnya dalam hati sambil menolehkan wajah manisnya ke kaca jendela mobil.
Zack yang melihat tingkah Zea dari spion mobil cuma tersenyum" Bisa malu juga ya" ucapnya menggoda.
"Ihh...apaan sih, siapa juga yang malu. Dasar jangan kege-eran kamu" celetuk zea.
"Pufff...Ya sudah ayo cepat turun, memang mau sampai kapan kita di dalam mobil. gerah tahu" keluh Zack yang sudah keringatan dari tadi, entah karena suhu didalam mobil atau karena Zea yang nemplok tidur di pundaknya.
" Mau turun ya tinggal turun saja, ngapain nunggu aku. tuh di sampingmu juga ada pintu ?" ucap zea sambil menunjuk kearah pintu mobil yang lebih dekat dengan posisi duduk Zack.
"Hemm...ya sudahlah, memang susah ngomong sama orang yang amnesia dadakan. jelas-jelas tadi ada yang tidur dengan nyaman di pundak ku, mana bisa aku langsung turun dari mobil begitu saja" ucap Zack menyindir Zea.
Ceklak.... Zea yang merasa menjadi orang yang di maksud zack langsung saja membuka pintu mobil dan turun" iya...iya, silakan turun princess Zack" Zea tersenyum kecut sambil mengayunkan tangannya dan membungkuk seperti sedang membukakan pintu mobil untuk tamu kehormatan.
Zack cuma tersenyum, ia tahu kalau Zea sedang sebal dengannya. Zack turun dari mobil dan menarik tangan Zea dengan cepat sedang tangan satunya menutup pintu kemudian berjalan dengan menggandeng Zea masuk ke rumah.
Zea yang kaget berusaha melepaskan genggaman Zack" Hey...lepasin... aku bilang lepasin, lepasin gak" teriak Zea, ia takut jika sampai terlihat om Steve dan Tante Zulia.
"Kalau...aku bilang gak mau, emang kenapa?" ucap Zack, ia menatap zea dan mendekatkan wajahnya ke wajah zea hingga begitu dekat.
__ADS_1
" Kamu...rasain itu" Zea menginjak keras kaki Zack dan meninggalkannya begitu saja.
"Ouugh..." Zack melepaskan genggamannya dan menggigit bibir bawahnya sendiri menahan sakit.
Sekarang Zack benar-benar yakin bahwa gadis yang muncul diingatannya itu adalah Zea yang ada di hadapannya sekarang, kejadian tadi sama persis dengan ingatan Zack waktu itu di bandara.
" Sial...gadis itu benar-benar dia, bagaimana... bagaimana mungkin kami sekarang begitu dekat, bahkan mama bilang kami berpacaran. jelas-jelas waktu itu dia sangat membenciku " gumamnya.
Zack masih bingung ingatannya belum kembali sepenuhnya, yang dia tahu sekarang adalah Zack sangat dekat dan nyaman bersama Zea meski ia juga masih penasaran bagaimana ceritanya ia bisa berpacaran dengan Zea.
Zack melangkah masuk ke dalam rumah menyusul zea yang terlebih dahulu masuk tadi.
"Hemm....dasar 2 bocah itu, buat mama gemes saja deh. sama-sama suka tetapi gak ada yang mau ngomong duluan, setiap ketemu berantem terus seperti kucing dan anjing. tetapi kalau ada salah satu yang sakit, paniknya minta ampun deh" gumam Zulia.
"Ya sudahlah ma, namanya juga anak muda masih malu juga. biarkan Mereka menikmati masanya, kalau memang sudah cocok ya gantian kita yang bergerak. kalau sekarang yang kita mengawasi mengontrol dari jauh supaya tidak kebablasan saja" jelas Steve
Zack sudah sampai di depan pintu dan berpapasan dengan Zulia.
" Cie...sudah berani pegang-pegang tangan anak orang nih" goda Zulia ke Zack yang lewat di depannya.
__ADS_1
" Mama apa sih, siapa juga yang pegang" celetuk Zack.
"Kamu ini, sudah ketahuan masih saja gak ngaku....mama dan papa tadi sudah lihat sendiri gitu pas kalian turun dari mobil" ucap Zulia.
Zack cuma terdiam malu, udah ketahuan juga mau gimana lagi. Zack berlari menuju kamarnya dari pada mamanya nanti akan menggodanya lagi.
Zack berbaring diatas tempat tidur sambil membayangkan kembali kejadian baru saja sambil senyum-senyum sendiri.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
SEE U NEXT TIME
__ADS_1
CAYOOOO..............