Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 69 Gosip


__ADS_3

Cuiit cuiit cuiit suara kicauan burung-burung dipagi hari. Hoaammm.... Zea baru membuka matanya dan menggeliat merenggangkan tubuhnya, ia mulai bangun dari tempat tidurnya. sepertinya biasanya ia harus bersiap kesekolah, yang diawali dengan numpang mandi di kamar sebelah. ya...kamar sebelah, kamar siapa lagi jika bukan kamar si usil Zack yang suka mengerjai dia diam-diam.


Tok...tok...tok...ia mulai mengetuk pintu kamar Zack, dengan peralatan mandi lengkap di brosur, dan handuk tergantung di leher serta masih memakai baju tidur yang di pinjami tante Zulia lengkap dengan sandal jepit di kakinya. ia berdiri tegap di depan pintu kamar Zack, menunggu dengan sabar pintu itu terbuka.


Sekitar 10 menit ia berdiri di depan pintu, Zea mengulangi lagi mengetuk pintu serta sesekali memanggil nama yang punya kamar " Zack...bangun, buka pintunya! Aku mau mandi nih" panggilnya sambil menggedor-gedor pintu, tetapi pintu itu tidak kunjung di buka juga.


"Haiiiist...ini cowok tidur apa mati sih!" mengernyitkan dahi sambil terus mengomel di depan pintu. ia berdiri sampai kakinya pegal" Puh" capek mengomel, cuma diam sambil bersandar di tengah pintu yang tertutup dan sesekali mengulangi panggilannya dengan pelan" Zack... zackqueen resek, buka pintu" tidak berani bicara dengan keras nanti kalau terdengar Tante Zulia bisa malu karena sedang memaki anak kesayangannya.


Ceklakk...tiba-tiba pintunya terbuka dari dalam. Bruukk..."Ough...sakit" keluhnya. Zea terjatuh ke lantai karena pintu dibuka saat ia masih bersandar, semua peralatan mandi yang ia bawa terjatuh bersamanya.


" Pufff...Ha...ha..." Zack malah menertawakan dirinya" Ngapain kamu bersandar di pintu?" mengulurkan tangannya untuk membantu Zea berdiri.


Zea berdiri dengan wajah cemberut, ia mengambil handuk yang terjatuh beserta alat mandinya kemudian masuk ke dalam kamar mandi. sekitar 15 menit ia di dalam kamar mandi kemudian keluar karena sudah selesai mandi dan sekarang giliran Zack untuk mandi.


Zack masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan zea kembali ke kamarnya sendiri untuk berganti pakaian seragam sekolah. "Eh...apa ini" Zack yang mengambil kain kecil berbentuk segitiga bergambar stroberi dari lantai kamar mandi" Puh...ini cewek ceroboh banget sih" setelah ia ambil ternyata celana dalam wanita milik Zea. Ah...lebih baik, aku pura-pura tidak tahu saja atau cewek satu itu akan marah lagi sama aku karena malu. ia menepikan itu disisi pojok kamar mandi.


Selesai mandi ia segera keluar dan berganti pakaian seragam, setelah selesai ia menata bukunya ke dalam tas ranselnya. ia melihat Zea yang baru saja masuk ke kamarnya diam-diam dan mengendap-endap masuk ke kamar mandi kemudian keluar lagi. Zack cuma melirik" Hemm...pasti ia mencari barang itu" pikirnya." Ya sudah...itu juga bukan urusanku" ia lalu turun ke bawah untuk sarapan pagi, diikuti Zea yang juga baru keluar dari kamarnya.


Seperti biasanya mereka sarapan pagi bersama sekeluarga di tambah dengan Zea. selesai sarapan Zea dan Zack berangkat ke sekolah dengan berboncengan memakai motor dan Steve pergi ke kantor dengan mengendarai mobil, sedangkan Zulia hanya sesekali keluar rumah jika ada urusan saja.


Perjalanan diatas motor Zack dan Zea cuma diam dan sesekali berbicara, sangat berbeda sekali jika Zea sedang berangkat bareng dengan Reza. mereka berdua bisa saling mengobrol dan bercanda lepas seperti kakak laki-laki dan adik perempuannya, tetapi dengan Zack, ia ada rasa sedikit canggung.


" Non...bisa tidak pegangan sedikit, serasa membonceng sekarung beras saja!" sindiran Zack kepada Zea. Sebal banget kenapa dia tidak bisa bersikap kepadaku seperti ia dengan Reza, pikirnya.

__ADS_1


Zea cuma tersenyum" Enak saja " jawabnya singkat. mana mau aku pegangan sama dia, apalagi pegangan seperti meluk dari belakang begitu, bisa-bisa jantungku berdetak kencang nanti. lebih memalukan lagi jika sampai ketahuan sama dia, mending begini saja. biarkan dia bilang aku seperti karung beras, tidak masalah buatku.


Beberapa saat kemudian mereka sudah sampai di gerbang masuk sekolah. mereka berdua turun dan menuntun motornya sampai ke tempat parkir, setelah itu pergi ke kelas bersama.


Sesampai di kelas mereka duduk di tempat mereka seperti biasanya. Zack mendengar beberapa teman sekelasnya sedang bergosip tentang gadis manis yang duduk di sebelahnya itu.


" Eh...kamu tahu gak? Aku gak nyangka loh, kalau Reza. kapten basket sekolah kita yang super ganteng itu ternyata pacaran sama si tomboy yang duduk di pojokan itu" mereka melirik ke arah Zea dan yang yang tengah duduk di belakang.


" Hah...kamu bercanda saja, mana mungkin kakak kelas Reza sama dia! apa di dunia ini cewek sudah habis ya?"


" Hey...aku dapat kabar ini dari Zahra dan Arya. mereka mendengar sendiri itu dari mulut Reza yang berbicara dengan temanya di kelas saat akan pulang sekolah"


" Idih...iri banget aku sama Zea, sudah punya Reza masih juga dekat sama si tampan Zack. Bayangin dua cowok paling keren di SMA XX jadian sama dia. Gilaaaa!"


" Eh...tutup mulutmu! jangan sembarang ngomong!. kalau dia sampai dengar bagaimana?"


"Huh...biar saja, memang dasar cewek murahan".


Zack yang mendengar ucapan mereka secara tidak langsung hatinya sangat sakit, terasa ada yang menggangu perasaannya." Tidak... Zea bukan gadis seperti itu, mereka pasti salah dengar" gumamnya dalam hati.


Ia melihat kearah Zea yang sedang konsentrasi mendengarkan penjelasan guru di kelas, tetapi berbeda dengannya yang sudah tidak bisa konsentrasi belajar sama sekali setelah Idak sengaja mendengarkan dua cewek di sampingnya yang tengah bergosip tentang Zea.


Dering bel tanda istirahat berbunyi, semua siswa keluar kelas untuk beristirahat. termasuk Zea yang sudah biasa ke kantin dengan Reza setiap jam istirahat. Reza menunggu Zea di depan kelasnya, hal ini semakin memperkuat gosip yang tengah beredar di dalam kelas bahkan sudah heboh di sekolah itu.

__ADS_1


Sebenarnya kedatangan Reza kali ini ingin menjelaskan hal itu, bukan mengajak Zea ke kantin. Reza melihat Zea keluar dari kelasnya dan langsung meraih tangannya dan mengajak ke suatu tempat yang aman bagi mereka untuk berbicara berdua. Reza cuma tidak ingin Zea salah paham saja.


Mereka berdua berjalan ke ujung lorong paling pojok dari sekolah, yang sepi dan jarang di lewati siswa" Zeey...aku harap kamu tidak salah paham?" ucap Reza dengan serius.


" Soal apa? soal gosip itu?" jawab Zea.


" Iya...Soal aku yang menyukai kamu itu, bagaimana?" Reza ingin mengetahui tanggapan dari Zea secara langsung.


Zea tersenyum" Hemm...tentu saja, iya"


Tanpa mereka berdua ketahui, ternyata Zack sedang memperhatikan dan mendengarkan perbicangan mereka berdua, hatinya kecewa dan hancur mendengar ucapannya Zea. Zack berbalik dan pergi dari tempat itu.


--------*****----------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL πŸ’–


SEE U NEXT TIME

__ADS_1


CAYOOOO


__ADS_2