
Triing…tring…bel masuk sudah berbunyi, menandakan
bahwa pelajaran pertama akan segera dimulai. Seperti biasanya zack duduk
bangkunya berdampingan dengan zea. Pelajaran pertama hari ini adalah biologi,
zack mengeluarkan dua buku tulis biologi dari dalam tasnya. Yang diambil zea di
parkiran hanya buku paket saja.
Bu silvi masuk kedalam kelas. Seperti biasanya bu
guru satu ini selalu terlihat cantik dan sexy ketika masuk kedalam kelas,
sehingga membuat para siswa laki-laki meleleh air liurnya.
“Selamat pagi anak-anak” bu silvi memberi salam
dengan senyum manis tersungging di bibirnya.
“ Selamat pagi juga bu silvi cantik”
Arya menjawab dengan celotehannya yang gak jelas
itu. Seketika satu kelas terdiam melihat wajah bu silvi yang berubah masam.
“Arya, berdiri di pojokan sekarang!”
“ Haist…Cuma bercanda bu, please”
arya memohon kepada bu silvi supaya tidak dihukum.
“ cepat!” teriak bu silvi. Ia paling tidak suka
dengan siswa yang tidak disiplin, cengengesan dan tidan sopan kepada guru.
“ Idiih…cantik – cantik galak. Awas jadi perawan tua
loh”
Arya menggerutu sambil memgumpat. Ia berdiri dan
berjalan ke pojokan kelas untuk melaksanakan hukuman dari bu silvi.
“Nah, Mati loh. Rasain tuh, punya mulut ember sih”
celetuk Zahra yang juga ikut kesal dengantingkah laku arya.
Pelajaran di mulai dengan semestinya, bu silvi mulai
meminta anak-anak mengeluarkan buku paket dan tulis mata pelajaran biologi
untuk menyerahkan tugas yang telah ia berikan minggu lalu.
Zea mulai kelabakan, ia belum mengerjakan tugas dari
bu silvi. Awalnya ia ingin mengerjakan tugas itu saat masuk kedalam kelas,
sebelum pelajaran pertama dimulai. Tetapi gara-gara zack yang super usil,
semuanya menjadi berantakan dan mau tidak mau zea harus siap di hukum bu silvi
kali ini.
“ Mati aku! aku belum mengerjakan tugas lagi”
ucapnya dengan wajah masam.
Mendengar ucapan zea, cowok tampan ini cuma
tersenyum. Sepertinya gadis manis di sampingnya ini telah lupa dengan apa yang
dikatakannya pagi tadi di telepon.
Zacka mendekatkan bibirnya ke telinga zea, ia
berbisik” tenang saja, calon suamimu sudah mengerjakannya untukmu. Itu ada ada
di atas meja, mau yang mana?”
Zack mengetuk-ketukkan jarinnya di atas dua buku
tulis yang berada di atas meja, kemudian tersenyum kepada zea.
“Gila! Beneran, kamu mengerjakan dua tugas buat
aku?” jawab zea lirih.
Zack mengedipkan salah satu matanya, “ tentu saja.
Apa sih yang tidak buat kamu”
__ADS_1
“Beehh…enek aku lihatnya” zea memalingkan wajahnya
dari kerlingan mata zack yang genit.
“Ciee…ngambek nih. Ambil! Sekalian punyaku kumpulkan
juga ya”
“Iya, terima kasih. Nanti aku traktir makan siang
deh” celetuk gadis manis ini yang mulai beranjak dari kursiya, berjalan kedepan
menuju meja guru untuk mengumpulkan tugas.
“Oke”
Bu silvi mulai memeriksa tugas satu persatu siswa
dan mengambil nilai dari hasil kerja mereka, kemudian mengembalikan buku para
siswa kembali.
Drap drap drap…suara langkah kaki berasal dari teras
luar kelas 11-a. terlihat seorang gadis yang juga siswa kelas itu berdiri di
depan pintu kelas.
Tok tok tok… aiko mengetukkan jarinya ke daun pintu.
“ Selamat pagi. Bu maaf saya terlambat”
Aiko mengucapkan salam dan meminta maaf kepada bu
silvi karena terlambat datang.
Bu silvi yang sedang serius meneliti hasil kerja
para siswa seketika menoleh kearah sumber suara. Ia menatap aiko dengan tajam.
“ Siapa kamu? Dan ada keperluan apa di kelas saya?”
Bu silvi berdiri dari kursi guru dan berjalan
menghampiri aiko yag masih berdiri di depan pintu. ia berhenti tepan di depan
gadis cantik itu.
Arya berteriak dari pojokan dan memberitahu bu silvi
perihal siapa aiko dan kenapa iamasuk kelas itu.
“Arya! Diam kamu. Saya sedang bertanya kepadanya,
bukan kepada kamu”
Bu silvi mulai geram dengan siswa yang rusuh dan
resek seperti arya.
“Emm… saya aiko, saya baru saja pindah kemarin.”
“ Oh ya! Lalu mengapa kamu baru datang sesiang ini
ke kelas? Apa kamu tidak tahu peraturan dan tata tertib di sekolah kita? Jam
berapa jam pelajaran pertama di mulai? Kenapa kamu baru datang sekarang?”
Bu silvi membrondong aiko dengan beberapa
pertanyaan. Ia hanya ingin tahu, apa siswa baru ini sudah tahu dan paham
tentang peraturan dan tata tertib di sekolah itu.
“Iya bu, Maaf saya tahu. Jam pertama di mulai pukul
7 pagi. Sebenarnya saya sudah datang sejak jam 6.30 pai tadi dan masuk ke dalam
kelas. Tetapi…”
Perkataan aiko sengaja ia hentikan. ia melirik
kearah zack dan zea untuk mengetahui respon mereka, jika aiko melaporkan
sesuatu yang telah ia lihat tadi pagi.
Matilah aku! Apakah dia akan melaporkan kami yang
membentakknya pergi dari kelas pagi tadi?. Gumam zea dalam hati. Wajah zea
terlihat gugup dan panic.
__ADS_1
Berbeda dengan zea. Zack justru terlihat tenang dan
tidak merasa terancam sama sekali dengan perkataan aiko. Tentu saja ia tahu dan
sangat paham dengan kebiasaan cewek mantan teman dekatnya di sekolah lamanya
itu.
“Apa kau takut ia akan melaporkan kita?” bisik zack
ditelinga zea.
Zack tahu zea takut, semua itu terlihat jelas dari
ekspresi wajahnya yang gugup dan panic. Tangannya gemetar dan terasa dingin.
“ tenanglah, ia hanya sedang menggertak kita saja.
Dia tidak akan berani melakukan itu” bisik zack sekali lagi untuk menenangkan
zea.
Zea menoleh dan menatap zack dengan serius serta
penasaran, darimana zack tahu bahwa aiko akan diam saja dan tidak melaporkan
perbuatan mereka berdua yang bercanda keterlaluan pagi tadi.
“ Darimana kamu tahu?”
Zack Cuma tersenyum kepada zea.
“Jelaslah. ia hanya akan terlihat bodoh saja, jika
melaporkan siswa lain yang saedang bercanda dengan teman sekelasnya. Jelas itu
bukan sebuah pelanggaran peraturan, kenapa harus dilaporkan”
Zack menjawab dengan berbisik lirih.
Bu silvu masih menunggu jawaban dari aiko. Baru ia
akan mempertimbangkan hukuman bagi anak yang telat masuk kedalam kelas beberapa
menit setelah kelas di mulai.
“ tetapi saat saya sampai kelas, tiba-tiba perut
saya sakit. Kemudian saya berlari ke kamar mandi dengan masih membawa tas saya.
Jika ibu tidak percaya, ibu bisa bertanya kepada siswi yang duduk di bagian
belakang sendiri itu”
Aiko menunjuk kearah zea dan zack. Seketika semua
siswa menoleh keara mereka berdua.
“apa benar yang ia katakan zack?” Tanya bu silvi
kepada zea.
“ itu bu, pagi tadi ia memang sudah datang dan masuk
kedalam kelas, kenudian pergi lagi. Kalau ia sakit perut atau tidak, saya tidak
tahu.”
“Oh begitu. Baiklah, cepat kamu masuk dan kumpulkan
tugasmu diatas meja” ucap bu silvi.
“Eh, tugas? Tugas apa ya bu?”
Aiko sama sekali tidak tahu bahwa minggu lalu ada
tugas dari bu silvi karena ia baru pindah kemarin.
“ Oh ya, kamu baru pindah. Jelas kamu tidak
mengerjakan tugas. Baiklah, cepat kamu duduk di meja kamu.”
Aiko dan bu silvi masuk ke dalam kelas. Ia tersenyum
melihat zack, ia tidak menyangka jika zack masih perduli dengannya. Zack bisa
saja bilang bahwa aiko hanya berbohong dan mencari alasan saja untuk
menghindari hukuman. Tetapi ia malah mengatakan hal sebenarnya untuk membela
anak baru itu.
__ADS_1