Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 49 Pulang dengan Tante Rosa


__ADS_3

Tin...tin... Reza membunyikan klakson sepeda motornya di depan zea dan Zack yang sedari tadi menunggu jemputan di depan gerbang.


"Eh...kamu rez" sapa zea ke Reza.


" Gimana...pulang bareng siapa hari ini?" tanya Reza.


Zack yang ada disampingnya Zea cuma diam dan melirik Zea saja, karena hari ini Zack belum punya alasan untuk mengajak zea pulang bareng lagi.


" Emm...aku hari ini pulang sama Tante Rosa rez, ada sedikit kepentingan dengan Tante Rosa " ucap Zea.


" Eh...Tante Rosa, Tante gak bilang tuh sama aku kalau mau menjemput kamu" ucap Zack yang sedikit kaget saat zea menyebut nama Rosa.


" Yailah... Zack, Tante Rosa itu memang Tante kamu tapi masak iya harus lapor dulu sama kamu kalau mau ketemu aku" ucap Zea.


"Puufff...ya sudah aku duluan ya" ucap Reza yang tertawa mendengar ucapan zea kemudian memacu motornya meninggalkan Zea dan Zack.


selang beberapa menit kemudian terlihat Zulia baru datang untuk menjemput Zack tetapi Tante Rosa belum kelihatan juga. Zack tidak bisa meninggalkan Zea sendiri, Zulia menelpon Rosa yang sudah dalam perjalanan ke sekolah Zea, akhirnya mereka menemani zea dulu sampai Rosa datang. sekitar 15 menit menunggu barulah kelihatan batang hidung Rosa dengan mobilnya.


" maaf ya sayang....Tante telat" ucap Rosa.


" Haiiiisss Tante Rosa ini lama banget sih, keburu mati kelaparan aku" keluh Zack.

__ADS_1


" he..he..iya iya maaf, keponakanku tersayang" ucap Rosa sambil mencubit pipi Zack.


" Zea ayo" ucap Rosa.


Zea akhirnya masuk ke mobil Rosa dan pulang ke rumah zea dulu untuk mengambil barang-barang zea. sedangkan Zack dan Zulia pulang ke rumah mereka.


sekitar 30 menit perjalanan Akhirnya Rosa dan Zea sudah sampai di depan pintu gerbang rumah Zea. Rosa dan Zea pun turun dari mobil untuk masuk kedalam rumah.


" Aduh... Zea lupa tidak minta kunci rumah sama mama, gimana dong Tante Rosa" ucap Zea sambil menepuk dahinya.


" Tenang saja sayang, kan ada Tante Rosa. clingg... lihat ini apa?" ucap Rosa mengeluarkan kunci dari dalam saku celananya.


" Jelaslah...Tante punya tadi mamamu yang memberikan itu kepada Tante sebelum dia naik pesawat" jelas Tante Rosa.


Selanjutnya Rosa membuka pintu gerbang kemudian pintu rumah, Rosan dan zea segera masuk ke dalam rumah. Zea langsung saja berlari menuju kamarnya untuk mengambil beberapa barang yang dia perlukan selama menginap di rumah Tante Rosa.


"Eh...sayang jangan lari-larian begitu nanti jatuh gimana? santai saja, hari ini Tante banyak waktu luang kok alias gak ada acara. khusus hari ini Tante luangin buat kamu" ucap Tante Rosa.


zea hanya tersenyum mendengar ucapan Tante Rosa. Zea mulai mengambil beberapa baju santai dan baju seragamnya, setelah itu ia mengambil beberapa buku pelajaran yang di butuhkan selama 2 hari. Zea tidak tahu berapa lama mamanya akan pulang kali ini. setelah selesai Zea mulai memasukkan satu persatu barang yang dia kumpulkan tadi kedalam ranselnya.


" sepertinya ini sudah cukup Tante. nanti jika masih ada yang zea butuhkan, kita bisa mengambilnya lagi" ucap Zea meletakkan tas ransel miliknya di punggung.

__ADS_1


" Oke...kalau memang sudah cukup, kita langsung saja pulang ke rumah Tante" ucap Rosa.


Rosa dan Zea keluar dari kamar kemudian keluar rumah dan mengunci pintu rumah juga pintu gerbang rumah zea. mereka berdua masuk mobil untuk melakukan perjalanan menuju rumah Tante Rosa.


Tiba-tiba ditengah perjalanan , Rosa terlihat sedang menerima telepon dari seseorang. sepertinya membicarakan tentang hal yang serius dan sangat penting sekali, itu terlihat jelas dari ekspresi wajah Rosa ketika berbicara dengan orang yang sedang menelepon.


Zea menjadi penasaran sebenarnya apa isi dari Telepon itu sehingga membuat wajah Tante Rosa yang tadinya ceria menjadi sedih dan meneteskan air mata.


-------*****---------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL πŸ’–


SEE U NEXT TIME


CAYOOOO....

__ADS_1


__ADS_2