
Bu Rina memberikan obat penghilang rasa nyeri kepada Zack untuk meringankan rasa sakit, setelah meminum obat Zack sedikit tenang. meskipun rasa sakitnya tidak sepenuhnya hilang, tetapi cukup lumayan efektif juga untuk mengulur waktu sampai Steve datang.
Sekitar 20 menit kemudian Steve tiba, ya...Steve memang sedikit mengebut membawa mobilnya sehingga bisa hemat waktu sekitar 10 menit sampai SMA XX.
Steve segera menuju UKS sekolah, bu Rina dan beberapa siswa laki-laki membantu membawa zack ke dalam mobil dengan menggunakan tandu.
Zea menitipkan kunci sepeda motor milik Zack kepada pak Arif satpam sekolah untuk mengamankan sepeda motor Zack sementara, karena Zea mau ikut dengan Om Steve ke Rumah Sakit. lagi pula Zea juga tidak bisa mengendarai motor cowok, kalau matic bisa.
Zack berada berbaring di dalam mobil sedang kepalanya di letakkan di pangkuan Zea, bukannya sedang berbuat mesum. tetapi ini adalah cara terbaik saat ini, tidak mungkin Zack dibiarkan duduk sendiri kesakitan di kursi belakang sedangkan Steve dan Zea duduk di bangku mobil bagian depan. Ya...akan lebih tidak mungkin lagi jika Zea diminta untuk menyetir mobil, alhasil tidak akan sampai ke Rumah Sakit karena Zea belum bisa mengendarai mobil, apalagi punya SIM (Surat Izin Mengemudi).
"Ouugh..." hanya kata itu yang terucap dari bibir Zack yang menahan sakit dengan memejamkan matanya.
" Zack...sabar ya, sebentar lagi kita akan sampai Rumah Sakit. Kamu dulu rasa sakitnya" ucap Zea dengan mengelus rambut kepala Zack.
Entah kenapa setelah mendapatkan sentuhan Zea, Zack menjadi sedikit tenang.
Steve yang diam-diam mengamati Zea dan Zack dari kaca spion cuma tersenyum dan sedikit tenang karena Zack sudah tidak mengeluh lagi.
Sepertinya Zea adalah gadis yang baik, jika dia mau menjadi pendamping Zack suatu saat nanti aku pasti akan menerima dan mendukung niat baik mereka( pikir Steve).
Setelah 20 menit perjalanan mobil Steve sudah sampai di parkiran Rumah Sakit. Petugas Rumah Sakit segera membawa Zack ke UGD dan memanggil dokter yang dulu menangani Zack.
__ADS_1
Dokter segera menyuntikkan obat, entah obat apalah itu untuk meringankan dan menenangkan Zack hingga ia bisa tertidur sekarang.
"Keluarga Zackqueen" panggil seorang suster yang keluar dari ruang UGD.
"Ya ...sus saya papanya" Om Steve mengankatnya tangannya kemudian mendekat ke arah suster yang memanggilnya.
"Silakan tanda tangan di lembar administrasi, setelah ini bapak di minta untuk ke ruangan dokter Riyan, ada yang ingin di bicarakan dengan anda" jelas suster.
Steve masuk keruangan dokter dan duduk mendengarkan segala penjelasan dokter tentang keadaan zack.
" Pak Steve...apakah putra anda akhir-akhir ini pernah mengalami kecelakaan yang menyebabkan kepalanya terbentur kembali?"
Steve mengingat-ingat, sepertinya Zack tidak pernah terbentur kepalanya. kecuali kemarin saat jatuh di kamar mandi bersama-sama dengan Zea, tetapi itupun Steve tidak tahu kejadian pastinya Zack terbentur atau tidak.
"Menurut dugaan saya, putra anda sudah mulai memperoleh sedikit demi sedikit kembali ingatan yang dulu pernah dia miliki. untuk lebih jelasnya nanti kita bisa memastikannya saat putra bapak mulai siuman" jelas dokter Riyan.
Steve sudah keluar dari ruangan dokter kemudian menelpon Zulia untuk segera menyusul ke Rumah Sakit.
Sekitar 15 menit kemudian Zack di pindahkan ke kamar rawat inap pasien karena Zack sudah mulai sadar.
Ruang Dahlia 3...terlihat papan nama ruangan yang tergantung di atas pintu kamar.
__ADS_1
Dokter Riyan masuk untuk memeriksa keadaan Zack, secara fisik tubuh Zack baik-baik saja. tetapi untuk memastikan dokter Riyan akan melakukan pemeriksaan kepala Zack secara menyeluruh. jadi Zack baru boleh pulang besok setelah hasil pemeriksaan medis keluar.
" Zack... ceritakan kepada saya, kapan kamu mulai merasakan sakit kepala dan apa yang terjadi setelah itu?" tanya dokter Riyan.
Zack menceritakan bahwa dia mulai merasakan sakit ketika kepalanya terbentur lantai saat jatuh kemarin dan dia merasakan seperti melihat kejadian-kejadian yang didalam ada dirinya tetapi Zack sama sekali belum paham dengan apa yang ada dalam ingatannya.
Dokter Riyan kemungkinan besar 85% dari yang bayangan yang Zack lihat adalah kejadian masa lalu yang Zack lupakan saat ini.
Dokter pergi setelah memberikan penjelasan kepada Zack dan Steve untuk tidak usah terlalu khawatir karena ini adalah hal normal yang dialami oleh orang yang amnesia saat ingatannya kembali sedikit demi sedikit.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
SEE U NEXT TIME
__ADS_1
CAYOOOO....