
Rumah zea
setelah mobil Zulia pergi zea segera memasuki rumah. Dina yang berada diruang tamu memanggil zea untuk makan siang.
" zeey sayang sudah pulang...sama siapa tadi pulangnya, boncengan sama Reza ya" tanya Dina.
" tidak ma...tadi zea pulang diantar sama Tante Zulia" jawab zea yang seperti sedang terburu-buru dan suara sedikit gugup.
Dina mengejar zea yang berlari ke kamar" sayang jangan lari-larian begitu, eh...wajahmu kok memerah kayak orang yang lagi tersipu malu, hayo ..ada apa ceritain sama mama dong" ucap Dina.
" iih...mama apaan sih kepo deh, gak ada apa-apa kok. udah ya ma...zea mau mandi dulu" ucap zea yang berlari ke kamar mandi tanpa ganti seragam terlebih dahulu.
"aduh malunyaaaa...kenapa Zack bisa ngomong seperti itu sih, mana didepan Tante Zulia lagi. apa yang harus aku lakukan jika bertemu dia Zack lagi....aduh zea..zea please deh kendalikan dirimu, tarik nafaaass...keluarkan. segera mandi dinginin kepala kamu, biar gak ikut stres gara-gara Zack" gerutu zea.
zea kemudian mandi, setelah selesai zea rebahan diatas tempat tidur. inginnya sih istirahat tetapi pikiran zea melayang kemana-mana. zea memutuskan untuk turun membantu mamanya mengerjakan pekerjaan rumah dengan kesibukan zea akan bisa melupakan sebentar kegalauannya.
"mama...lagi apa, ada yang bisa zea bantu?" ucap zea dengan ceria.
" cie...sayang mama, sepertinya hatinya sedang bahagia. mama mau goreng ikan, kamu bisa bantu mama buat bumbu pelapisnya" ucap Dina.
Mati aku, bumbu ikan goreng apa ya, masak air aja tahunya...zea, masak aja belum bisa gimana mau jadi istri(pikiran zea).
" he...he...mama..bumbunya apa ya"ucap zea senyum cengar-cengir.
" ah...masak iya anak cantik mama gak tahu, cuma buat goreng ikan saja,...kasih aja garam, bawang putih, ketumbar di uleg halus dikasih air sedikit, masukka ikan dan rendam sebentar kemudian goreng...mudah kan" jelas Dina.
zea memulai mempersiapkan bahan-bahan mulai garam, bawang putih. waktu mau mengambil ketumbar zea bingung antara ketumbar dengan merica karena bentuknya hampir sama. akhirnya zea asal ambil saja bahan itu yang dia yakini sebagai ketumbar. zea mulai menghaluskan bahan dan menggoreng ikan sesuai tahap yang di jelaskan mamanya.
" Tarrraaa....ikan goreng ala zea sudah siap" ucap zea senang. Dina cuma tersenyum melihat tingkah anaknya.
zea dan Dina membawa semua hasil masakan ke meja makan. hari sudah sore zea dan Dina bersiap membersihkan diri dengan mandi setelah berkecimpung didapur dengan minyak, tepung dan bumbu dapur lainnya. selesai mandi mereka istirahat sebentar dengan nonton televisi sedang zea mendengarkan musik memakai earphone, zea memang lebih senang mendengarnya lagu-lagu kesukaan ya dari pada menonton televisi. zea sedang menyanyi di kamarnya:
__ADS_1
Aku inginkan diri mu, datang dan temui aku
Kan ku katakan padamu, aku sangat mencintai dirimu
Aku inginkan diri mu, datang dan temui aku
Kan ku katakan padamu, aku sangat mencinta
(lirik lagu).
disaat zea bernyanyi tiba-tiba Dina datang dan memasuki kamar zea.
" Hayoo...siapa yang sedang mencinta dan siapa yang diharapkan datang he..he.." goda Dina kepada zea.
" eh mama...a..a..anu ma, bukan kok zea cuma asal nyanyi saja" jawab zea dengan wajah merona dan tersipu malu.
keusilan Dina tidak hanya sampai di situ" ah..masak sih, mama kok melihat barusan kamu menyanyi dari dalam hati ya...mama pernah muda Lo?" goda Dina.
"ya sudah, ayo makan" Dina mengajak zea ke ruang makan untuk makan bersama.
" sini mama mau cobain masakan zea, ikan gorengnya pasti mantap" ucap dina kemudian mengambil ikan goreng di piring dan dimakan.
" Pufff..." Dina menaruh kembali ikan dipotongnya dan menutup mulutnya yang seakan ingin tertawa dengan rasa ikan zea.
" ada apa ma...enak ya" ucap zea dengan polosnya dan menatap Dina seolah menunggu jawaban pasti.
"ha..ha...sayang bumbu apa tadi yang kamu buat coba jelaskan"ucap Dina tertawa melihat zea yang masih polos ini.
" itu ma...garam yang ada di toples pink, bawang putih, ketumbar yang ditoles kecil dengan tutup biru sama kunyit sedikit" jelas zea.
" astaga zea...ditoples pink itu gula halus, dan di toples biru itu merica bukan ketumbar sayang. waduh...Pantes deh rasanya campur aduk ikannya" ucap Dina sambil tepok jidat.
__ADS_1
" he..he..bukan salah zea lah ma...toplesnya tulisanya garam kok isinya gula, ya mana mungkin zea incip lah..langsung tuang aja, kalo ketumbar sama merica he..he..zea gak bisa bedain jadi asal ambil deh" ucap zea sambil sambil senyum-senyum mendengar namanya ngomel.
" haiiiisss...zea zeaa, kalau hari Minggu mama ajarin masak deh. gimana mau jadi istri kalau belum bisa" gerutu Dina.
benar juga sih kata mama, cewek setidaknya belajar masak meski tidak ahli banget, ya paling gak ketika darurat seperti sekarang ini, gak ada pembantu atau pas malam malas keluar bisa buat makanan sendiri(pikir zea).
" yah mama ini, sekolah juga masih kelas 11 juga, mikir jadi istri orang, tapi zea mau kok belajar masak kalau libur sekolah" ucap zea.
zea dan Dina menyelesaikan makan malamnya. handphone Dina diruang tengah berbunyi, Dina segera mengambil dan menerima telepon itu.
" Hallo, papa...ada apa" ucap Dina.
" Gini ma...papa disini butuh bantuan mama segera dan ini penting, mama pesan tiket sekarang dan langsung terbang besok" ucap Johan.
" tapi pa...gimana dengan Zea, bik inem sedang cuti sampai bulan depan, tidak ada yang mengurus dan mengawasinya" jelas Dina.
" papa tahu...tapi urusan ini benar-benar harus mama yang tangani. coba mama minta bantuan Rosa untuk menjaga zea selama mama disini" ucap Johan memberi solusi.
"ya sudah...nanti mama tanya Rosa dulu , nanti kabari papa lagi" Dina menutup teleponnya.
Dina kemudian menghubungi Rosa. tetapi Rosa akan mengabari besok setelah melihat jadwal Rosa.
--------*****--------
KLIK LIKE 👍 DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA 💖 MY EVIL TWIN SISTER 💖
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO....
__ADS_1