Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 91 Dia yang ketus dan Galak


__ADS_3

Aiko berjalan masuk kedalam kelas, kemudian duduk di bangkunya di depan Zea.


" Terimakasih Zack." Ucapnya menatap Zack dengan penuh senyuman hangat.


Zack sama sekali tidak bergeming untuk menjawab ucapan terimakasih dari gadis cantik itu, bahkan meliriknya saja tidak ia lakukan.


Zea menyenggol lengan Zack dengan lengannya, untuk membujuk cowok tampan ini merespon ucapan Aiko.


"Heh, diajak ngomong orang tuh. Malah diam saja." Kata Zea pelan.


"Hmm, gak penting amat. Aku Cuma mengatakan yang sebenarnya, bukan sedang membela dia." Kata Zack.


Zea yang merasa tidak enak dengan sikap zack, meminta maaf kepada Aiko.


"Eh, maafin dia ya. Dia memang orangnya seperti ini, suka nyebelin kelakuannya" kata zea kepada Aiko.


"Oh, gak papa" Aiko berpura-pura.


Dalam pikiran Aiko, ia sedang bergumam dan mengumpat sendiri. " Siapa sih ni cewek? Sok tahu banget. Siapa Zack dan bagaimana sifatnya tidak ada yang lebih tahu daripada aku. Baru kenal 2 tahun saja sok ngerti banget."


Dengan wajah masam dan rasa tidak suka dengan Zea, Aiko memalingkan wajahnya. Ia hanya ingin berbicara dengan Zack, bukan dengan cewek aneh di sampinggnya ini.


Pelajaran sudah berlangsung seperti biasanya. Bell istirahan telah berbunyi, semua anak keluar dari kelas untuk menikmati waktu luang mereka yang makan siang, ngobrol bareng teman, ke perpustakaan dan sebagainya.


Zack mengajak Zea pergi ke kantin untuk makan siang. "Sayang, ayo kita ke kantin. Reza sepertinya sudah menunggu di luar." Kata Zack menggoda.


" gak deh, aku sudah membawa bekal dari rumah. Kita makan disini saja." Zea mengeluarkan 2 buah kotak bekal makanan dari dalam tasnya.


"Wah, sayangku pengertian deh, tahu saja kalau aku tidak membawa bekal makanan" kata Zack dengan bahagia.


Zea mencubit lengan cowok tampan ini hingga memerah.


"Ought…sakit gitu" keluh Zack yang merasa kesakitan.


" Kalau ngomong itu jangan ngawur deh. Masih ada orang disini, dia bisa salah paham mendengar perkataanmu." Kata Zea yang merasa jengkel kepada zack yang suka berbicara seenaknya, tanpa lihat situasi dan kondisi sekitar.


Aiko yang masih duduk didepan Zack dan Zea, hatinya merasa terbakar. "Sial, sayang? Apa dia sengaja memanggil cewek aneh itu dengan panggilan sayang, hanya untuk membuatku cemburu?" gumam aiko dalam hati.

__ADS_1


Aiko membalikkan badannya menghadap ke belakang memandan Zea dan Zack dengan wajah pura-pura tersenyum.


"Kalian berdua ini mesra sekali, lagi pacaran ya?" tanyanya berbasa-basi, ia hanya ingin tahu apa hubungan antara Zack dan Zea.


Zea terkejut mendengar pertanyaan dari Aiko.


" Mampus, aku harus jawab apa nih? Dia benar-benar salah paham dengan kami." Gumam Zea dalam hati.


"Oh, kami Cuma…" ucapan Zea terhenti karena zack menyela ucapannya.


"Kami memang pasangan kekasih. Apa kamu puas! Bisakah kami menikmati makn siang kami sekarang?" kata Zack menyindir kepada Aiko.


Aiko menggertakkan gigi, sedangkan di bawah sana tanggannya mengepal erat.


" Zack, kau brengsek"gumamnya dalam hati.


"Oh, tentu saja. Silahkan." Aiko pergi meninggalkan Zea dan Zack. Untuk semetara ini ia memang tidak bisa memperlihatkan sifat aslinya kepada semua orang. Ia harus menebar kesan, bahwa dia adala gadis yang baik dan polos.


"Zack, kenapa kamu jahat seperti itu dengannya, kita juga bisa makan sambil ngobrol, bukan? Tidak harus mengusir dia pergi seperti itu." Sekali lagi zea protes dengan sikap dingin zack kepada Aiko.


"Sudahlah, ayo makan."


" Hei! Sial, aku menunggu kalian sampai kering di teras. Eh, kalian malah enak-enakan makan di dalam." Protes Reza yang kemudian berjalan menghampiri mereka berdua.


Reza duduk di bangku, dimana aiko tadi duduk.


" Eh, Mau makan bareng?" Tanya Zea.


"Boleh, tapi aku mau satu kotak dengan kamu" Reza mengambil sesendok nasi dari kotak bekal milik Zea. Ia sengaja melakukan itu unntuk membuat zack cemburu.


Wajah zack seketika beerubah masam.


" sini Zeey, aku suapin saja. Biar itu dimakan reza. Tuh lihat, sendoknya sudah kena air liurnya" Zack mengambil sesendok nasi dan menyuapkannya kepada Zea.


"Aa" Zea memakan satu suap nasi dari zack dengan terpaksa.


Pletak…Zea menyentik dahi Zack dengan keras.

__ADS_1


"Ampuh deh bocah ini. kalau punya reza sendoknya terkena air liurnya, apa bedanya dengan punya kamu." Zea mengomel sendiri.


"Beda dong, punyaku kan manis." Kata Zack sambil mengedipkan sebelah matanya dengan genit.


"Manis?? Yang ada aku rabies tahu gak" kata Zea semakin sebal.


" Oh ya. Kalau aku sih, Rabi yes (nikah oke)!" jawab Zack mengucapkanya begitu saja.


"Siapa juga mau nikah sama kamu?" celetuk Zea.


"Haits, Zeey kamu jahat deh" kata Zack.


"Pff…kalian ini benar gila deh. Sudah seperti Tom and Jerry saja. Aku sudah kenyang, makasih makan siangnya. Kalau bisa besok lagi" kata Reza, sembari bangkit dari posisi duduknya.


"Woy, gak ada besok lagi. Kamu sudah makan jatah aku gitu" jawab Zack nyolot.


"Ha..ha..bodo ah, yang penting aku kenyang." Reza Cuma tertawa, kemudian beranjak pergi meninggalkan kelas Zea untuk kembali ke kelasnya.


Bell tanda jam istirahat sudah selesai telah berbunyi. Zea dan Zack membereskan alat makannya karena teman-temannya sebentar lagi pasti akan segera kembali ke kelas.


Satu persatu siswa mulai memasuki kelas. "Eh, kalian berdua tidak istirahat tadi?" Tanya Zahra kepada Zack dan Zea.


"Tidak, aku tadi sudah bawa bekal makanan. Jadi, aku makan di dalam kelas saja." Jawab Zea.


" kamu Zack?" Tanya Zahra.


" Memang apa urusannya sih sama kamu, aku keluar istirahat tau gak?" jawab Zack ketus.


" gak ada sih, tapi gak usah nyolot gitu dong" jawab Zahra yang setengah emosi.


" Makanya, jangan suka ikut campur urusan orang. Urus saja diri kamu sendiri." kata Zack.


Zahra sedikit jengkel dengan ucapan Zack. Ia memilih untuk duduk di bangkunya dari pada melanjutkan debat tidak berguna dengan cowok dingin itu.


Pelajaran selanjutnya telah dimulai, semua siswa sudah masuk didalam kelas, termasuk Pak Anton.


Pak Anton mulai menyapa dan memberikan salam kepada anak-anak didiknya. Memulai mata pelajaran seperti biasannya, sampai jam mata pelaran selesai.

__ADS_1


Jarum jam sudah menunjukkan pukul 2 siang. Bell tanda akhir pelajaran sudah berbunyi.


Pak Anton menutup materi pelajaran kali ini dengan doa bersama, seperti biasanya. Kemudian mengucap salam penutup dan keluar ruangan di ikuti oleh para siswa. Semua siswa pulang ke rumah masing-masing.


__ADS_2