
Bel masuk kelas telah berbunyi, semua siswa masuk ke kelas masing-masing. Zack dan Zea berjalan ke kelas setelah memarkirkan sepeda motor, Zack memegangi kepalanya dengan tepak tangan kanannya, wajahnya sedikit pucat.
" Eh... Zack, ada apa denganmu, wajahmu kok pucat gitu" zea mendekati Zack dan memapahnya ke UKS karena jalan Zack sedikit sempoyongan.
Zack hanya diam dan sama sekali tidak menjawab pertanyaan Zea. Zack seperti melihat bayangan tertentu di pikirannya, sesuatu yang pernah dialaminya, tetapi apa itu Zack tidak begitu jelas namun setiap ia mencoba mengingat kepalanya terasa sangat sakit.
Brukk... Zea membaringkan Zack diatas tempat tidur UKS dan mengambil segelas air putih untuk minum" ini minum dulu".
Zack hanya memejamkan mata saja sambil meringis kesakitan. Zea memanggil petugas UKS untuk memeriksa kondisi tubuhnya Zack.
"Bu Rina...tolong periksa Zack sebenarnya, tidak tahu kenapa tiba-tiba wajahnya pucat dan mengeluh sakit kepala" Zea menarik tangan Bu Rina ke tempat tidur Zack dalam UKS.
Bu Rina mulai memeriksa" Zea...kamu harus menghubungi orang tuanya segera, sepertinya ini berhubungan dengan luka di kepalanya. ibu takut ada sesuatu yang terjadi, sebaiknya dia dibawa ke Rumah Sakit untuk diperiksa lebih lanjut" jelas Bu Rina.
Zea segera mengeluarkan handphone dari tasnya, zea mencari-cari nomor telepon Tante Zulia" Aduh...dimana ya nomor Tante Zulia, Hik..hik...kenapa aku lupa untuk memintanya" zea mulai menangis karena panik.
Zack menarik tangan Zea sambil menahan sakit, mengarahkan tangan zea ke saku celananya untuk mengambil handphone.
Zea mengerti apa yang di maksud oleh Zack, Zea kemudian mengambil handphone Zack dan mulai mencari nomor Zulia. tetapi tidak ada nama Zulia di daftar kontak milik Zack.
" Zack...nama Tante Zulia disini apa?" zea mencoba bertanya kepada Zack pelan-pelan. Sebenarnya zea tidak tega banyak bertanya melihat kondisi Zack yang seperti itu.
" Ma..a..acan" jawab Zack semampunya.
__ADS_1
Mendengar ucapan zack, Zea dengan cepat menggeser keatas kebawah daftar kontak milik Zack" Macan...mana macan, ini dia ketemu Macam (Mama Cantik)" Zea tepuk jidat deh, ia tidak menyangka Zack menamakan kontak mamanya dengan nama macan alias mama cantik, pantesan zea cari dari tadi tidak ketemu mulai dari nama Zulia, Mama, Bunda, Ibu sampai Mami pun tidak ada.
Zea segera menelepon Tante Zulia setelah menemukan nama Macan" Tuuutttt...turut...Ayo Tante cepat angkat teleponnya, Tante dimana..." Zea merasa tidak sabar.
" Nomor yang anda hubungi sedang sibuk, Tante...tolong cepat angkat" Zea semakin gelisah. zea mencari nomor Om Steve" Steve...Steve dimana namanya kok gak ada" Zea lama-lama geregetan juga sampai menggebrak meja UKS.
"Ouugh...sakit" keluh Zea dengan tangan memerah.
" Zeey...tenang, jangan panik" Bu Rina coba menenangkan.
Pikiran Zea rasanya sedikit buntu melihat Zack yang kesakitan seperti itu. antara tega dan tidak tega Zea harus bertanya lagi" Zack maaf nama Om Steve disini apa?"
" P..an..ci" suara Zack sedikit tidak terdengar karena terlalu pelan.
Mata Zea langsung terbelalak kaget mendengar kata PANCI keluar dari mulut Zack.
"Apa...PANCI???" walaupun sempat kaget namun Zea langsung mencarinya di daftar kontak dan iya benar zea menemukan kata PANCI.
Zea langsung menghubungi Om Steve, sambil menunggu panggilan terhubung zea sempat berfikir kalau Zack ini anaknya syaraf kali ya. masak nama kontak mama dan papanya, dinamakan MaCan dan PanCi. ya walaupun kepanjangannya MaCan (Mama Cantik) dan PanCi (Papa terCinta).
Telepon zea akhirnya terhubung" Hallo... Zack, ada apa telepon papa?"
" Hallo...Om Steve ini Zea, Maaf memakai Telepon Zack. Om bisa kesekolah sekarang?"
__ADS_1
" Memang ada apa Zeey, sepertinya kamu sedang panik, apa yang terjadi?" Steve mulai merasa khawatir.
" Ini Om... Sakit kepala Zack kambuh, harus segera kata Bu Rina harus segera dibawa ke Rumah Sakit. sepertinya berhubungan dengan lukanya dulu"
" Baik...Om akan segera kesitu" Steve mematikan teleponnya dan segera menuju parkiran mobil untuk melaju ke SMA XX.
Untung saja Om Steve dapat dihubungi, kalau tidak Zea berencana menyeret Reza dari kelasnya untuk mengantarkan Zea pulang ke rumah Zack untuk mencari Tante Zulia.
Untuk sementara Bu Rina memberikan obat penghilang rasa nyeri kepada Zack untuk meringankan rasa sakit, setelah meminum obat Zack sedikit tenang. meskipun rasa sakitnya tidak sepenuhnya hilang, tetapi cukup lumayan efektif juga untuk mengulur waktu sampai Steve datang.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO....
__ADS_1