Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
94. Hati yang Gelisah


__ADS_3

Zack mulai turun kelantai bawah untuk menemui papa dan mamanya.


Steve masih terlihat duduk santai menonton televisi yang kebetulan ada pertandingan bola kesukaannya, sedangkan mamanya seperti biasa sedang sibuk bergulat dengan peralatan dapur untuk menyiapkan makan malam.


Zack berjalan mendekati papanya dan ikutan nimbrung menonton sepakbola.


"ye...goolll" teriak Steve dengan semangat setelah melihat team favoritnya berhasil memasukkan bola ke gawang lawan.


Zack cuma tersenyum saja melihat kesenangan papanya. pada dasarnya ia lebih suka melihat dan olah raga basket daripada sepak bola.


Zulia berjalan ke arah dua orang laki-laki tercintanya itu. duduk mendekat sambil menepuk bahu putranya.


" Sayangku, sudah ganteng gini ya" pujinya kepada Zack yang sudah mandi bersih dan harum.


"Ih...mama apa-apaan sih. seperti anak kecil saja." Celetuknya kurang suka, dan malu.

__ADS_1


"Memang masih kecil to?" sindir papa Steve kepadanya sambil melirik kearah Zack.


" Sudah gede aku itu" jawabnya dengan wajah santai.


"Ya..ya. anak mama sudah gede. ayo kita makan malam dulu." kata Zulia kepada keduanya.


mereka bertiga berjalan kearah ruang makan. sesampainya di ruang makan. Zack menarik sebuah kursi dan duduk di atasnya. mengambil piring dengan nasi dan beberapa lauk kesukaannya.


hal yang sama pun dilakukan oleh papa dan mamanya. sederhana tapi nikmat, mungkin itu yang bisa menggambarkan rasa makanan yang di sajikan Zulia di atas meja makan. apalagi suasana hangat di dalam keluarga itu membuatnya semakin nyaman.


selesai sudah mereka melahap makan malam. Zack mengelap sisa-sisa makanan yang menempel di bibirnya dengan tisu setelah minum. ia mau beranjak pergi dari tempat itu. tetapi papa mamanya menghentikannya.


Zack kembali duduk ke kursinya. ia memandang ke arah kedua orang tuanya. tidak biasanya mereka berbicara dengan nada seserius ini. pasti ada sesuatu yang penting, pikirnya.


" Ada apa pa?" kata Zack yang sudah siap mendengarkan pembicaraan keduanya.

__ADS_1


Steve dan Zulia saling berpandangan untuk mencapai kesepakatan.


"Begini, papa dan mama ingin mengenalkan mu dengan putri teman papa yang bernama Naraya. sebenarnya kami ingin menjodohkan kalian berdua." jelas Steve.


" iya...kami ingin kalian bertemu dulu dan saling mengenal satu sama lain." imbuh Zulia.


mata Zack langsung terbelalak, ia sangat terkejut dengan perkataan kedua orang tuanya.


"Apa! perjodohan? papa dan mama jangan bercanda. tahun berapa ini, masih saja di jodohkan?" Gerutu kepada kedua orangtuanya.


"Memang kenapa? toh kamu juga belum punya pacar atau calon istri." jawab Zulia yang tidak mau menyerah begitu saja.


"Gak! aku tik mau! lagian aku juga masih sekolah mama...kalian ini, ngebet banget sih ingin punya mantu. pokoknya Zack gak mau ya di jodohkan titik" jawab cowok tampan ini dengan tegas. ia kemudian beranjak dari tempat duduknya dan meninggalkan kedua orangtuanya menuju kamar tidurnya dengan perasaan jengkel dan kesal.


"Mama gak mau tahu ya Zack. kami akan mengatur perjodohan kalian." teriak Zulia kepada putranya yang nyelonong pergi begitu saja.

__ADS_1


Pikiran Zack sedang kalut sekarang. apapun yang diucapkan papa dan mamanya, hanya seperti angin lalu saja. ia tidak mau membahas soal perjodohan ataupun cewek lain selain Zea. entahlah apa yang sebenarnya membuat papa dan mamanya seperti ini. padahal biasanya mereka tidak pernah menekan perasaannya sampai sejauh ini. tetapi hari ini mereka jelas-jelas telah memaksanya untuk menerima perjodohan dengan gadis yang ia sendiri belum tahu bagaimana wajah dan juga sifatnya. apa ia nanti akan suka atau tidak, hanya dengan alasan mereka sudah menyepakati perjodohan itu antara sesama orang tua.


"Ah, gila... benar-benar gila! pusing kepalaku." gumamnya sembari menaiki anak tangga dengan tergesa-gesa menuju kamarnya. jelas saja kamar adalah tempat melarikan diri yang paling efektif saat ini untuk menghindari pertanyaan-pertanyaan yang tidak ingin ia dengar ataupun ia jawab.


__ADS_2