Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 86 Panggilan Sayang (2)


__ADS_3

Zea memasukkan 2 kotak bekal makanan kedalam tas, kemudian ia kembali mencuci tangannya dengan bersih. "Ma...Aku ke kamar dulu ya? Mau siap-siap ganti baju untuk sekolah" mengelap tangannya yang basah dengan handuk kecil.


" Iya sayang, terimakasih sudah bantuin mama masak hari ini" jawab wanita 40 tahunan ini.


Zea beranjak dari dapur menuju kamarnya. Tak tak tak suara langkah kakinya menaiki satu persatu anak tangga. "Oh My God! Aku lupa, ada tugas dari Bu Silvi. Mati aku! Mana belum ngerjain lagi" Zea segera berlari dengan cepat ke kamarnya untuk segera mengerjakan tugas dari Bu guru cantik tetapi juga galak itu, secepat mungkin.


Ceklakk... Bruaakk, membuka pintu dan menutupnya dengan kasar. Berlari ke meja belajarnya dan mencari buku biologinya. "Dimana sih?" Mengacak-acak dengan cemas mencari buku paket pelajaran miliknya, tetapi tidak ketemu. " Mati deh! bukunya tidak ada" Gumamnya yang sudah 30 menit lebih mencari buku di kamarnya, tetapi tidak ketemu.


"Minggu kemarin aku sudah tidak mengerjakan, malah buku Zack yang aku pakai. Akhirnya dia yang di hukum Bu Silvi" menghempaskan tubuhnya ke atas tempat tidurnya dan sesekali menarik ringan sebagian rambutnya. Ia sudah mulai pusing dan pasrah saja jika nanti di hukum oleh Bu Silvi karena tidak mengerjakan tugas.


Zea memejamkan matanya sejenak untuk mengingatkan, dimana dia meletakkan buku itu terakhir kali. "Zack!" nama itu yang terucap dari bibir mungilnya. "Ya! Aku berikan buku itu kepadanya. Haiist...Pantesan dicari sampai jelek juga tidak ketemu. Sebagian buku aku masih ada dirumahnya" Gumamnya.


Zea segera mengambil handphone miliknya untuk menelepon Zack, dan memasang mode pengeras suara. Sambil menunggu telepon tersambung ia berganti baju dan berdandan seperti biasanya.


Telepon mulai tersambung, "Hallo, Sayang...Sudah kangen ya? Baru saja telepon tadi, ada apa?" Suara yang yang menerima panggilan dari Zea.


Mendengar ucapan Zack, gadis manis ini langsung melompat ke atas tempat tidur untuk mematikan speaker aktif di handphonenya. "Woy! Kalau ngomong di saring dulu kenapa? Pagi-pagi juga sudah panggilan sayang!" Zea langsung menuju pintu keluar kamarnya, menoleh ke arah kanan dan kiri untuk memastikan tidak ada orang yang mendengar suara cowok nyebelin ini. Saat di rasa sudah aman karena kosong tidak ada orang, gadis manis ini masuk kembali kedalam kamar dan meneruskan percakapannya dengan Zack.

__ADS_1


"Hadeh... Syukur deh, Papa sama mama gak dengar. Kalau tidak mereka berdua bisa salah paham." menghela nafas lega.


" Ada apa sayang? Memang kenapa kalau Om dan Tante tahu. Bukannya malah bagus buat kita"


Ini cowok syarafnya benar-benar putus ya! tidak ada malu-malu sama sekali, Gumamnya dalam hati.


" Sudah! Jangan ngelantur masih pagi juga. Aku mau tanya, apa buku biologi ada di kamu? Aku belum mengerjakan tugas dari Bu Silvi. Sudah aku cari disini tetapi tidak ketemu" Jelas Zea.


"Buku ya!Hemm...Tenang saja sayang, tugas dari Bu Silvi serahkan saja kepada calon suamimu ini. Aku sudah mengerjakannya untukmu."


"What! Calon suami? Ah, gila! Woy, bangun! Jangan mimpi terus" jawabnya ketus.


"Ya sudah deh, aku tunggu" Jawab Zea kemudian memutuskan panggilan teleponnya.


Tak berapa lama Zack sudah berada di depan rumah Zea. Tin...tin...Suara klakson sepeda motor di bunyikan. Ia hanya ingn memberi tanda kepada gadis manis itu, bahwa dia sudah tiba.


Zea berlari ke arah jendela kaca di kamarnya, untuk melihat ke halaman. Ia melihat cowok yang baru saja ia caci maki sudah berada diatas motor di halaman rumahnya. "Hah! Cepat amat, itu orang apa setan?. Baru juga telepon di tutup, eh! Sudah nongol orangnya" gumamnya.

__ADS_1


Saat Zea heboh mencari buku dan menelpon cowok Tampannya, cowok tampan ini memang sudah berhenti di depan rumah Zea dan menerima telepon dari gadis manis ini.


Zack melambaikan tangannya kepada Zea yang terlihat wajahnya di balik jendela kaca "Sayang, aku sudah datang" mengucapkan dengan bahasa isyarat gerakan bibir.


"Hah...itu cowok ngomong apa juga? Aku tidak mengerti" Zea berjalan ke luar dari kamar dan membuka pintu rumah.


Ceklakk...Pintu terbuka. Ia melihat Zack sudah turun dan berjalan kearahnya.


"Sayang" mengedipkan sebelah matanya.


Zea bergidik merinding, "Kena setan dimana ini orang" membalikkan badannya dan berjalan masuk kedalam rumah, dikuti oleh Zack di belakangnya.


--------*****----------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA

__ADS_1


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS


__ADS_2