
Rumah zea
tin tin tin...suara klakson mobil..mang ujang segera membuka pintu gerbang. papa memasukan mobil langsung ke garasi karena hari sudah malam. zea, Dina dan Johan turun dari mobil, Dina membantu memapah zea ke kamar sedang Johan dengan mang Ujang mengeluarkan barang-barang yang ada di mobil untuk dibawa masuk ke dalam rumah.
" zeey...kamu istirahat dulu ya, besok mama dan papa akan mengantarmu menjenguk zack" ucap Dina.
zea menganggukkan kepalanya, dia memang sangat lelah hari ini perjalanan yang jauh ditambah kondisi tubuhnya yang belum fit.
Dina mengelus kepala zea dan mencium keningnya.
" selamat tidur sayang, cepet sembuh ya" ucap Dina.
Dina keluar kamar zea dan berjalan menuju kamarnya. didalam kamar Dina ada Johan yang sedang rebahan diatas ranjang terlihat ia sangat lelah, jelas itu terlihat di wajah Johan sejak awal pulang Johan belum istirahat dan tidur pun tidak nyenyak karena khawatir dengan zea.
" zea sudah tidur ma" ucap Johan.
" iya...baru saja mama dari kamarnya" jawab Dina.
" sepertinya kali ini papa sudah tidak bisa tinggal diam, papa akan melapor ke polisi saja soal kejadian ini, biar polisi yang menyelesaikan semua. zea sudah celaka 2 kali dan kali ini Zack juga jadi korban, kita harus tegas ma" ucap Johan mengeluarkan semua unek-unek di hatinya.
" iya papa...pihak sekolah sudah melaporkan kejadian ini ke pihak yang berwajib, sekarang sedang dalam masa penyelidikan. kita tunggu hasilnya ya" jelas Dina.
" papa harap dalam waktu dekat ini pelakunya bisa tertangkap dan dihukum sesuai perbuatannya" ucap Johan.
malam sudah larut mereka memutuskan untuk beristirahat.
**
pagi hari dirumah sakit
__ADS_1
Zulia sedang menyeka wajah Zack yang penuh dengan keringat dengan handuk basah, tiba-tiba terlihat pergerakan tangan Zack dengan pelan. sepertinya Zack sudah mulai sadar.
" sayang...kamu sudah mulai sadar" Zulia menggenggam tangan putranya.
" eemm..." Zack mulai membuka matanya perlahan-lahan.
zack melihat seorang wanita cantik di depannya sedang tersenyum kepadanya.
Zack memandanginya pandangan Zack masih sedikit kabur. Zulia memperhatikan tingkah Zack, dalam hatinya berkata: ini anak kenapa ya kok diam saja dari tadi cuma lihatin aku saja, jangan-jangan apa yang di prediksi dokter benar Zack kehilangan sebagian ingatannya.
Zack bukannya tidak mengenali Zulia cuma pandangannya belum jelas saja.
" zack...kamu bisa mengenaliku?" tanya zulia sambil memandang Zack dengan serius dan penasaran dengan jawaban Zack.
" mama ngomong apaan sih, manamgkin aku ngak ngenalin orangtua sendiri" ucap Zack melempar senyuman kecil.
" kalo ini siapa" ucap Zulia menyeret tangan Steve yang lagi enak duduk santai kehadapan putranya.
" huuh...untung kamu masih mengenali kami, mama sudah khawatir kalau kamu lupa karena lukamu itu" ucap Zulia yang berasa lega.
" ah...mama ini memang terlalu berfikir keras, Zack mama sangat sayang kepadamu. jangan buat mamamu khawatir lagi" ucap Steve.
Zack mengiyakan ucapan papanya dengan mengedipkan mata dan senyum tipis. tak lama kemudian terdengar suara ketukan pintu dikamar rawat Zack tok tok tok.
" masuk..." ucap Zulia.
terlihat zea, Dina dan Johan tengah membuka pintu kemudian masuk keruangan. zea memandang sedih Zack yang tengah terbaring lemah diatas ranjang pasien.
" selamat pagi Tante om..." sapa zea kepada Steve dan Zulia.
__ADS_1
" oh...kamu sayang, sudah baikan?? sini cepat duduk jangan terlalu lama berdiri" ucap Zulia.
" baik Tante" ucap zea.
Steve dan Zulia tahu benar jika zea belum pulih sepenuhnya, itu jelas terlihat dari wajahnya yang masih pucat dan perban basah yang melingkar dikepala zea.
" sayang...jangan kamu bohong ya, wajahmu masih pucat dan tubuhmu masih lemah. jangan dipaksain kesini, jangan khawatir Zack sudah membaik kok dan juga ada kami disini yang menjaganya" jelas Zulia.
" Tante Zulia benar sayang, kamu juga perlu istirahat" tambah Dina.
zea mendekati Zack untuk melihat keadaannya langsung dengan dipapah Zulia.
" Zack..." sapa zea.
" mama...dia siapa?" tanya Zack sambil memperhatikan gadis muda disamping Zulia.
seketika semua orang yang ada di ruangan yang mendengar ucapan Zack kaget dan langsung berdiri mendekati Zack.
" apa...yang benar saja, kamu tidak mengenalinya" ucap Zulia yang kaget dan berusaha memastikan.
zea terasa tersambar petir, yang benar saja Zack tidak mengenalinya. sebenarnya apa yang terjadi dengan Zack. seketika tubuh zea terasa lemas dan lunglai.
-------*****--------
Jangan lupa klik like dan favoritin novel ini..
baca juga My Evil Twin sister
see u next time....
__ADS_1
cayoooo....