Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 40 Kalau obatnya kayak kamu


__ADS_3

Rumah zea


zea sedang berada diruang tengah menonton Televisi bersama dengan Dina juga papanya Johan. bik inem datang untuk mengingatkan bahwa makan malam sudah siap dimeja makan.


" nyaa...makan malam sudah saya siapkan dimeja makan, masih anget...siapa tahu nyonya tuan dan non zea ingin makan sekarang" bik inem menawarkan makan malam yang telah ia suguhkan.


" emm...iya bik terimakasih" ucap zea tersenyum ramah dengan bik inem. dina, Johan dan zea segeralah beranjak dari depan televisi menuju ruang makan.


" sayang...kamu harus makan yang banyak ya biar cepat pulih" ucap Dina sembari mengambilkan zea beberapa lauk pauk dan sayur dan segelas susu.


" maa....mama ini sedang kasih makan zea apa babi sih, banyak banget...mana muat perut zea menampung segini banyak makanan. secukupnya saja mama" celetuk zea yang cemberut melihat porsi makanan didepannya yang menggunung.


" hehe..." Dina cuma tertawa menanggapi protes zea. Johan yang melihat mereka berdua cuma bisa geleng-geleng kepala.


" ya sudah sini berikan sama papa sebagian" ucap Johan menyodorkan piring yang ada didepannya kepada zea dengan tersenyum.


mereka menikmati makan malam yang disediakan bik inem dengan hikmat dan benar-benar menikmati dan mensyukuri rezeki yang diberikan Tuhan kepada mereka hari ini. selesai makan mereka kembali keruang tengah untuk lanjut menonton televisi, Dina menuju kamar zea untuk mengambil obat yang harus zea minum.


" ini sayang obatnya diminum dulu" Dina menyodorkan sekantong plastik penuh obat aneka merk dan segelas besar air putih kepada zea.


" ya tuhan...bosan benar aku melihat obat ini, udah seperti apotik hidup aku ini kemana-mana bawa obat huuh..." keluh zea dengan menerima pemberian Dina dan minum satu persatu obat sesuai resep yang diberikan dokter. tak berapa lama setelah minum obat zea merasa sangat ngantuk, mungkin ini adalah efek dari obat yang zea minum.


" pa...ma...zea mau bobo dulu ya sudah ngantuk banget, mata sudah gak bisa dibuka nih" ucap zea dengan mata sudah menyipit, kelihatan sekali sudah ngantuk berat.


Johan dan Dina mengizinkan zea tidur duluan sedangkan mereka tetap melanjutkan menonton film kegemaran keduanya. zea melangkahkan kakinkekamar untuk segera tidur.


saat zea akan berbaring di ranjang ia melihat jaket Zack yang ia kenakan dihutan saat kejadian itu. jaket ini baru saja dicuci oleh bik inem dan diletakka di tepi ranjang zea. ia mengambil jaket itu kemudian memeluknya, aroma tubuh Zack masih menempel di jaket itu, zea memeluk jaket itu sampai ia tertidur.


Dina masuk kekamarnya zea untuk menyimpan kembali obat zea di laci meja di kamar zea. Dina melihat anaknya sedang memeluk jaket yang jelas itu bukan miliknya karena jaket itu model desainnya lebih cocok untuk anak cowok.

__ADS_1


"dasar zea...kalau kangen sama orangnya ya tinggal jenguk kerumahnya aja kan beres tak perlu sampai memeluk jaket sampai lecek gitu" gumam Dina.


rencananya besok Dina akan mengantarkan zea menjenguk Zack setelah zea pulang sekolah saja dari pada melihat zea tertidur sambil memeluk jaket Zack.


**


Di kelas 11-A


sejak masuk setelah liburan, Zack belum pernah masuk sekolah karena kejadian itu Zack belum pulih dan masih memerlukan perawatan lebih lanjut, sedangkan zea sendiri baru beberapa hari masuk sekolah. zea merasa sudah ketinggal banyak sekali pelajaran dan membuatnya sedikit kesulitan.


" coba si Zack gak sakit, dia pasti bantuin aku kasih ringkasan pelajaran...jadi buntu nih kepala. gimana coba ngerjain soal ini, rumus mana yang harus dipakai huuhh..." gumam zea memukul kepalanya dengan bolpoin.


zea berjalan mendekati Zahra" eh...Ra boleh gak aku pinjam buku catatanmu buat aku salin dirumah, soalnya aku udah ketinggalan banyak nih".


" boleh aja...kebetulan besokkan hari Minggu jadi kamu bisa bawa semuanya buku catatanku tapi jangan lupa hari Senin dibawa ya" ucap Zahra memberikan beberapa buku catatan yang ia bawa hari ini.


"ok... thanks ya" ucap zea kembali ke kursinya dan memasukkan buku-buku itu kedalam tas.


" hallo ma...ada apa?" ucap zea.


" sayang mama cuma ingatin sudah waktunya minum obat, tadi sudah mama masukin ke tas kamu di kantong paling depan" ucap Dina.


" iya ma...akan zea minum" jawabnya.


" ya sudah mama tutup dulu" Dina mematikan telepon.


" ada apa zeey" tanya Reza.


" gak ada apa-apa kok, tu tadi mama cuma ingatin minum obatnya, bentar ya aku ambil dulu" pamit zea kekelas mengambil obat.

__ADS_1


"yuk ke kantin" ajak Reza kepada zea yang sedang membawa segenggam obat yang masih setelan di tangannya. zea mengikut Reza ke kantin.



sesampainya dikantin zea dan Reza memesan makanan dan minuman.


" aku nasi pecel sama air putih aja rez" ucap zea. Reza memesankan sesuai permintaan zea. beberapa saat pesanan mereka datang, keduanya mulai menikmatinya makanan masing-masing.


zea mengeluarkan obat yang iya bawa" haiiiisss...bosen aku tiap hari minum obat Mulu udah kayak pitik obatan aja" gerutu zea.


" apa itu pitik obatan" tanya Reza.


" itu...tu ayam yang setiap hari dikasih minum obat/ vitamin biar tambah sehat" jelas zea.


" lah...kamu kan emang masih butuh itu supaya cepat pulih, ya diminum dong. apa mungkin mau obat yang manis dan bikin ketagihan kayak gini nih......" goda Reza memonyongkan bibirnya ke arah zea.


pletak...sentil zea ke dahi Reza.


" aduh...sakit tahu" protes Reza.


" sialan kamu rez...kalau obatnya kayak kamu yang ada aku bukannya sembuh, yang ada malah kejang-kejang ha..ha.."ucap zea tertawa. Reza juga ikut tertawa mendengan ucapan zea.


waktu istirahat sudah selesai keduanya kembali ke kelas masing-masing.


--------*****---------


KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


BACA JUGA " MY EVIL TWIN SISTER"

__ADS_1


SEE U NEXT TIME.....


CAYOOOO.....


__ADS_2