
Zack dan zea berjalan bersama menuju ke kelas
mereka. Berjalan santai melewati lorong-lorong kelas di lantai satu. Tak tak
tak…suara kaki yang berlari terlebih dahulu menaiki anak tangga. Ia berhenti
sejenak, dan mengulurkan tangannya kepada gadis manis yang masih berada di anak
tangga di bawahnya.
“ Sayang, sini aku bantu naik”
Senyum manis zack selalu tersedia dengan stok yang
banyak untuk zea. Membunggkukukan badannya, seperti pangeran yang tengah
menyambut tuan putri di istana.
Mata zea mendelik, sambil menoleh kearah kanan dab
ke kiri, memastikan tidak ada orang lain yang meliha tingkah konyol cowok di
depannya ini.
“ kamu apa-apaan sih.ini sekolahan tahu! Gimana
kalau ada yang lihat.” Gerutu gadis manis ini kepada pangeran yang sedang berjongkok
di depannya.
“Masa bodolah. Mereka pacaran juga aku tidak pernah
usil kok. Jadi, kenapa aku harus malu”
Zack menjawab uccapan zea dengan tenang dan santai.
Memang benar sih, mereka tidak pernah mengganggu
anak lain yang punya hubungan lebih dari teman di kelasnya. Tetapi bukan
berarti zea dan zack juga harus melakukan hal yang sama, dengan
bermesra-mesraan di sekolah secara terang-terangan.
Pada dasarnya mereka berdua juga belum sepakat untuk
mengakui yang namanya pacaran. Zea hanya menberi kesempatan kepada zack untuk
mengejarnya kembali dari awal, bukan menjadi pacarnya.
Zea terpaksa menerima uluran tangan zack, karena ia
melihat aiko sedang berjalan kearah meraka berdua. “Ayo, cepat”
Zea menarik tangan zack untuk segera melangkahkan
kakinya menaiki anak tangga selanjutnya. Zack sedikit terkejut, kenapa zea
sangat terburu naik ke kelas mereka. Ini juga masih terlalu pagi, jelas di
kelas belum ada siswa yang datang.
“Eh, tunggu sayang. Kenapa buru-buru banget sih?”
“ Ada yang datang, malu kalau dilihat”
“Kenapa harus malu? Cuma gandeng tangan doing juga.
Itu juga Cuma di pucuk jari. Ah, gila…pelit amat sih zeey” protes zack.
“He...he…, mau lebih? Nikah sana” celetuk zea
bercanda, “ sudah, ayo masuk kelas” tambahnya.
Drap drap drap….
Zea melepaskan tangan zack dan berlari lebih dahulu
meninggalkan zack di belakang untuk masuk ke kelas.
“Hey, tunggu!”
Drap drap drap…
Zack menyusul langkah kaki zea dengan ikut berlari
__ADS_1
mengejarnya.
Brakk…mendorong pintu kelas dengan kasar.
“ Hah…Kena kau” ucap zack yang memeluk zea yang
sedang duduk dari belakang.
“Apa sih. Lepas! Ada yang lihat nanti” gumam zea
yang mulai merasa risih.
Cowok satu ini benar-benar sudah tidak tahu tempat,
main gandeng, peluk seenaknya. Kalau seperti ini terus, jangankan saingan
dengan reza. Cowok lain saja yang lihat mereka, pasti sudah kabur semua melihat
tingkah laku zack. Tetapi ini semua justru membuat zea akan dibenci oleh para
penggemar wanita dari cowok tampan yang sedang memeluknya.
“Zack, lepasin gak!” bentak zea yang sudah mulai
kesal dan jengkel.
“gak mau” zack tetap bersikukuk memeluk gadis manis
ini dari tadi dan belummelepaskannya.
“zack, please” zea memohon, ia hanya malu saja jika
dilihat teman sekelasnya. Apalagi sampai dilihat oleh para fans berat cowok
tampan ini. Namun zack tetaptidak bergeming sama sekali.
“Gak mau, ya gak mau lepas. Aku masih kangen” ucap
zack yang mulai menggombal kepada zea.
Ini anak urat malunya sudah pada putus ya. Aku harus
ngomong pakai bahasa apa sih biar dia ini mengerti, kalau aku itu malu
melakukan hal seperti ini di sekolah. Aku tidak seperti cewek-cewek romantic
umum. Maaf ya zack harus melakukan ini,
Pikiran zea.
Zea mengambil bolpoin yang ada di atas bangkunya dan
menusukkan ujung runcingnnya ke punggung tangan zack. “cus”
“Ought” rintih zack yang merasa kesakitan, dan
secara reflek melepaskan pelukannya.
Menegakkan tubuhnya dan mengambil posisi duduk di
dekat zea seperti biasanya.
“ Kamu jahat sayang. Berdarah loh” ucapnya
menggosok-gosok bekas luka dan menutupinya. Zack hanya berbohong saja untuk
menarik perhatian zea.
“Eh, masak sih. Aku tadi pelan loh,Cuma ingin kamu
lepasin aku saja. Aku gak ada niat melukai kamu. Sini, coba aku lihat”
Zea mulai panik dan merasa bersalah mendengar ucapan
zack. Ia mendekat dan meraih lengan zack dan menundukka kepalanya untuk
memeriksanya langsung.
“Cup” zack
mengecup kening zea yang ada di depannya.
Mata zea terbelalak kaget, seketika ia menghempaskan
lengan cowok tampan ini.
__ADS_1
“Sial! Lagi-lagi aku dikerjain oleh dia” gumamnya
dalam hati.
“Terimakasih sayang” ucapnya dengan tersenyum genit.
“zackqueen…” zea berteriak sambil mengacak-acak
rambut cowok menyebalkan di depanya.
Drap drap drap…
Tiba-tiba, Aiko masuk kelas dan berdiri melihat
adegan yang cukup dikatan romatis baginya, namun bukan untuk tom and jerry di
pojokan kelas itu.
“Eh, Maaf. Aku gak lihat kok” berdiri mematung dan
pura-pura bersikap manis di depan mereka. Diam-diam ia menggertakkan gigi dan
mengepalkan tangannya dengan kuat setelah melihat zea dan zack yang saling
bercengkerama dengan asyik.
Aiko mungkin saja bisa menipu zea yang sangat polos
dan baik hati. Tetapi bukan cowok tampan di samping zea.
“sudah tahu mengganggu, ngapain kamu masih disitu.
Keluar sana!” ucap zack yang sedikit jengkel melihat wajah cewek yang pernah
dekat dengannya saat masih berada di jepang.
“Oh, Maaf” Aiko menutup mulutnya dan berlari keluar
kelas.
“Aiko tunggu! i..ni tidak seperti yang…”
zea berdiri dan berteriak memanggil anak baru dik
kelasnya itu.
Zea ingin menyusul aiko dan menjelaskanya. Bahwa
yang dia lihat itu salah, zea sedang memberi pelajaran kepada zack yang usil
kepadanya, bukan mesra-mesraan seperti yang dibayangkan aiko.
Zack menarik tangan zea dan mencegahnya.
“Zeey, dengarkan aku! Jangan dekat-dekat dengan
gadis itu, jauhi dia.”
Zack mencoba memperingatkan zea dari awal. Zack
belum bisa menjelaskan, apa alasan ia mencegah zea untuk mendekati aiko untuk
saat ini.
“Kenapa? Dia gadis yang cantik dan imut. Kelihatanya
juga baik”
Zea bertanya karena penasaran. Tidak seharusnya zack
melarangnya berteman dengan seseorang dan memintanya untuk menjauhinya secara
terang-terangan, jika tidak ada alasan yang kuat.
“Emm…Pokoknya jangan dekati dia. Please, percaya
sama aku. Jangan kamu tertipu dengan cover luarnya” ucap zack mencoba untuk
meyakinkan zea sekali lagi.
“Oh, Kita lihat saja nanti.” Zea kembali keposisi
duduk seperti semula.
Dan tak lama setelah itu satu persatu teman sekelasnya
__ADS_1
mulai berdatangan masuk kedalam kelas.