Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 89 Kamu yang semakin manis


__ADS_3

Zack dan zea berjalan bersama menuju ke kelas


mereka. Berjalan santai melewati lorong-lorong kelas di lantai satu. Tak tak


tak…suara kaki yang berlari terlebih dahulu menaiki anak tangga. Ia berhenti


sejenak, dan mengulurkan tangannya kepada gadis manis yang masih berada di anak


tangga di bawahnya.


“ Sayang, sini aku bantu naik”


Senyum manis zack selalu tersedia dengan stok yang


banyak untuk zea. Membunggkukukan badannya, seperti pangeran yang tengah


menyambut tuan putri di istana.


Mata zea mendelik, sambil menoleh kearah kanan dab


ke kiri, memastikan tidak ada orang lain yang meliha tingkah konyol cowok di


depannya ini.


“ kamu apa-apaan sih.ini sekolahan tahu! Gimana


kalau ada yang lihat.” Gerutu gadis manis ini kepada pangeran yang sedang berjongkok


di depannya.


“Masa bodolah. Mereka pacaran juga aku tidak pernah


usil kok. Jadi, kenapa aku harus malu”


Zack menjawab uccapan zea dengan tenang dan santai.


Memang benar sih, mereka tidak pernah mengganggu


anak lain yang punya hubungan lebih dari teman di kelasnya. Tetapi bukan


berarti zea dan zack juga harus melakukan hal yang sama, dengan


bermesra-mesraan di sekolah secara terang-terangan.


Pada dasarnya mereka berdua juga belum sepakat untuk


mengakui yang namanya pacaran. Zea hanya menberi kesempatan kepada zack untuk


mengejarnya kembali dari awal, bukan menjadi pacarnya.


Zea terpaksa menerima uluran tangan zack, karena ia


melihat aiko sedang berjalan kearah meraka berdua. “Ayo, cepat”


Zea menarik tangan zack untuk segera melangkahkan


kakinya menaiki anak tangga selanjutnya. Zack sedikit terkejut, kenapa zea


sangat terburu naik ke kelas mereka. Ini juga masih terlalu pagi, jelas di


kelas belum ada siswa yang datang.


“Eh, tunggu sayang. Kenapa buru-buru banget sih?”


“ Ada yang datang, malu kalau dilihat”


“Kenapa harus malu? Cuma gandeng tangan doing juga.


Itu juga Cuma di pucuk jari. Ah, gila…pelit amat sih zeey” protes zack.


“He...he…, mau lebih? Nikah sana” celetuk zea


bercanda, “ sudah, ayo masuk kelas” tambahnya.


Drap drap drap….


Zea melepaskan tangan zack dan berlari lebih dahulu


meninggalkan zack di belakang untuk masuk ke kelas.


“Hey, tunggu!”


Drap drap drap…


Zack menyusul langkah kaki zea dengan ikut berlari

__ADS_1


mengejarnya.


Brakk…mendorong pintu kelas dengan kasar.


“ Hah…Kena kau” ucap zack yang memeluk zea yang


sedang duduk dari belakang.


“Apa sih. Lepas! Ada yang lihat nanti” gumam zea


yang mulai merasa risih.


Cowok satu ini benar-benar sudah tidak tahu tempat,


main gandeng, peluk seenaknya. Kalau seperti ini terus, jangankan saingan


dengan reza. Cowok lain saja yang lihat mereka, pasti sudah kabur semua melihat


tingkah laku zack. Tetapi ini semua justru membuat zea akan dibenci oleh para


penggemar wanita dari cowok tampan yang sedang memeluknya.


“Zack, lepasin gak!” bentak zea yang sudah mulai


kesal dan jengkel.


“gak mau” zack tetap bersikukuk memeluk gadis manis


ini dari tadi dan belummelepaskannya.


“zack, please” zea memohon, ia hanya malu saja jika


dilihat teman sekelasnya. Apalagi sampai dilihat oleh para fans berat cowok


tampan ini. Namun zack tetaptidak bergeming sama sekali.


“Gak mau, ya gak mau lepas. Aku masih kangen” ucap


zack yang mulai menggombal kepada zea.


Ini anak urat malunya sudah pada putus ya. Aku harus


ngomong pakai bahasa apa sih biar dia ini mengerti, kalau aku itu malu


melakukan hal seperti ini di sekolah. Aku tidak seperti cewek-cewek romantic


umum.  Maaf ya zack harus melakukan ini,


Pikiran zea.


Zea mengambil bolpoin yang ada di atas bangkunya dan


menusukkan ujung runcingnnya ke punggung tangan zack. “cus”


“Ought” rintih zack yang merasa kesakitan, dan


secara reflek melepaskan pelukannya.


Menegakkan tubuhnya dan mengambil posisi duduk di


dekat zea seperti biasanya.


“ Kamu jahat sayang. Berdarah loh” ucapnya


menggosok-gosok bekas luka dan menutupinya. Zack hanya berbohong saja untuk


menarik perhatian zea.


“Eh, masak sih. Aku tadi pelan loh,Cuma ingin kamu


lepasin aku saja. Aku gak ada niat melukai kamu. Sini, coba aku lihat”


Zea mulai panik dan merasa bersalah mendengar ucapan


zack. Ia mendekat dan meraih lengan zack dan menundukka kepalanya untuk


memeriksanya langsung.


“Cup”  zack


mengecup kening zea yang ada di depannya.


Mata zea terbelalak kaget, seketika ia menghempaskan


lengan cowok tampan ini.

__ADS_1


“Sial! Lagi-lagi aku dikerjain oleh dia” gumamnya


dalam hati.


“Terimakasih sayang” ucapnya dengan tersenyum genit.


“zackqueen…” zea berteriak sambil mengacak-acak


rambut cowok menyebalkan di depanya.


Drap drap drap…


Tiba-tiba, Aiko masuk kelas dan berdiri melihat


adegan yang cukup dikatan romatis baginya, namun bukan untuk tom and jerry di


pojokan kelas itu.


“Eh, Maaf. Aku gak lihat kok” berdiri mematung dan


pura-pura bersikap manis di depan mereka. Diam-diam ia menggertakkan gigi dan


mengepalkan tangannya dengan kuat setelah melihat zea dan zack yang saling


bercengkerama dengan asyik.


Aiko mungkin saja bisa menipu zea yang sangat polos


dan baik hati. Tetapi bukan cowok tampan di samping zea.


“sudah tahu mengganggu, ngapain kamu masih disitu.


Keluar sana!” ucap zack yang sedikit jengkel melihat wajah cewek yang pernah


dekat dengannya saat masih berada di jepang.


“Oh, Maaf” Aiko menutup mulutnya dan berlari keluar


kelas.


“Aiko tunggu! i..ni tidak seperti yang…”


zea berdiri dan berteriak memanggil anak baru dik


kelasnya itu.


Zea ingin menyusul aiko dan menjelaskanya. Bahwa


yang dia lihat itu salah, zea sedang memberi pelajaran kepada zack yang usil


kepadanya, bukan mesra-mesraan seperti yang dibayangkan aiko.


Zack menarik tangan zea dan mencegahnya.


“Zeey, dengarkan aku! Jangan dekat-dekat dengan


gadis itu, jauhi dia.”


Zack mencoba memperingatkan zea dari awal. Zack


belum bisa menjelaskan, apa alasan ia mencegah zea untuk mendekati aiko untuk


saat ini.


“Kenapa? Dia gadis yang cantik dan imut. Kelihatanya


juga baik”


Zea bertanya karena penasaran. Tidak seharusnya zack


melarangnya berteman dengan seseorang dan memintanya untuk menjauhinya secara


terang-terangan, jika tidak ada alasan yang kuat.


“Emm…Pokoknya jangan dekati dia. Please, percaya


sama aku. Jangan kamu tertipu dengan cover luarnya” ucap zack mencoba untuk


meyakinkan zea sekali lagi.


“Oh, Kita lihat saja nanti.” Zea kembali keposisi


duduk seperti semula.


Dan tak lama setelah itu satu persatu teman sekelasnya

__ADS_1


mulai berdatangan masuk kedalam kelas.


__ADS_2