
Kamar Teratai
zea baru saja sadar, di sampingnya terlihat Dina yang sedang duduk disofa dan juga papanya Johan yang baru pulang dari luar kota.
" Ma...pa... bagaimana keadaan Zack, dia baik- saja kan?" tanya Zea.
Johan dan Dina mendekati zea" sayang kamu sudah sadar, kata dokter kamu harus banyak istirahat. besok kita kembali ke kota ya, mama akan urus administrasinya" ucap Dina.
"mama...kenapa mama mengalihkan pembicaraan, mama belum menjawab pertanyaanku" ucap zea berusaha bangun dari tempat tidur.
Johan membantu zea untuk bangun kemudian duduk. Dina cuma bisa terdiam karena tidak bisa menjawab pertanyaan zea secara langsung.
" biar papa mengantarkan mu ke kamar Zack supaya kamu bisa melihat keadaannya secara langsung" Johan mengambil sebuah kursi roda.
Johan medorong kursi roda zea menuju ruang perawatan Zack. tok tok tok...zea mengetuk pintu, tetapi tidak ada jawaban.
" bapak dan Adek cari siapa" ucap suster yang kebetulan lewat.
" emm...itu sus pasien yang bernama Zackqueen, yang baru selesai operasi kemarin" ucap Johan.
" oh...pemuda itu ya, yang kecelakaan dihutan. maaf pak, pemuda itu sudah dipindahkan ke rumah sakit kota 2 jam yang lalu" jelas suster.
" ke rumah sakit mana sus"tanya Zea.
suster itu tersenyum dan berkata" silakan Adek cek dibagikan administrasi ya". suster cantik itu meninggalkan zea dan Johan. mereka kembali lagi ke ruangan zea.
__ADS_1
zea baru bisa pulang besok karena sekarang sudah malam.
**
Rumah sakit kota
terlihat Zulia dan Steve tertidur di sofa karena terlalu lelah. tok tok tok...pintu diketuk, seorang perawat dan dokter masuk untuk mengecek kondisi pasien. Zack yang masih belum sadar masih terbaring lemah tak bergerak, Zulia terbangun.
" selamat pagi dok, bagaimana perkembangan putra saya" tanya Zulia.
" perkembangan putra ibu baik, dia sudah melewati masa kritik, tetapi ada beberapa hal yang harus saya sampaikan kepada ibu dan bapak" ucap dokter.
"katakan saja dok, kami siap mendengarkan" ucap Zulia.
" sebaiknya kita bicarakan di ruangan saya" ucap dokter kepada Zulia, kemudian keluar dari ruangan Zack.
" begini pak Johan dan ibu Zulia, pukulan yang mengenai kepala putra ibu cukup keras menyebabkan gagar otak, kemungkinan anak ibu akan kehilangan sedikit memory ingatannya" jelas dokter.
" maksud dokter anak saya akan amnesia" ucap Zulia.
" ibu tenang dulu, ini hanya perkiraan saja...mungkin bisa terjadi mungkin juga tidak, kalau pun benar amnesia itu hanya sebagian kecil saja dan bisa kembali pulih dengan penanganan yang benar tetapi tentu saja butuh waktu juga untuk memulihkan memory ingatannya" ucap dokter.
" sudahlah ma...yang paling penting sekarang Zack sudah keluar dari masa kritis saja dulu, untuk langkah selanjutnya kita tunggu dia sadar dulu" ucap Steve menenangkan Zulia.
Zulia dan Steve keluar dari ruangan dokter dan kembali keruangan Zack.
__ADS_1
hari ini zea sudah bisa pulang dan meninggalkan rumah sakit, ia tak ingin lebih lama lagi dirawat. keinginannya sekarang adalah pulang ke kota dan melihat keadaannya Zack.
Johan mengurus administrasi zea untuk keluar dari rumah sakit setelah selesai mereka mengemasi barang-barang zea yang ada di kamar inap.
" ayo sayang hati-hati" ucap Dina menyiapkan kursi roda.
" tidak usah ma...aku bisa jalan sendiri kok" ucap zea.
Johan yang sudah selesai dari kantor administrasi segera menjemput zea dan Dina di kamar kemudian membawa barang-barang mereka masuk ke dalam mobil kemudian meninggalkan Rumah sakit K menuju Kota Jakarta.
dipikiran zea saat ini hanya ada zack dan cuma Zack saja tidak ada yang lainnya.
" zeey... melamun saja, mama yakin Zack baik-baik saja. setelah sampai rumah kita akan segera menjenguknya" ucap Dina memegang pundak zea.
zea hanya menganggukkan kepalanya, dia tidak akan tenang sebelum melihat Zack baik-baik saja dengan mata kepalanya sendiri.
------+****+-------
Jangan lupa klik like dan favoritin novel ini
baca juga "My Evil Twin sister"
__ADS_1
see u next time.....