Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 71 Tidak cukupkah hanya aku?


__ADS_3

Zea berdiri bersiap untuk pulang karena Zack sudah datang. tiba-tiba cowok tampan ini mendorong Zea hingga terpepet di dinding dan mengunci kedua tangan gadis manis ini dengan kuat dengan tangannya.


"Ka...ka...kamu mau ngapain? lepasin!" ucapnya tergagap dan sedikit takut dengan sikap Zack yang seperti ini. Zack tidak pernah melakukan hal itu sebelumnya. ia berusaha melepaskan diri tapi tidak bisa.


Zack menatap mata Zea dengan rasa penuh amarah dan kekecewaan" Zeey, katakan kepadaku sebenarnya kamu cewek seperti apa? Tak cukupkah hanya aku saja?"


" A..apa maksudmu?" menatap cowok di hadapannya saat ini sangat mengerikan, seperti singa yang hendak memangsa kelinci kecil di hadapannya.


" Cup" Zack mencium paksa Zea" Hemm..." Zea meronta berusaha melepaskan diri, tetapi hal itu membuat Zack semakin kuat memeluk dan menciumnya, ia seperti orang yang kesetanan saja dan tak terkendali. rasa cemburunya kepada Reza melebihi logikanya.


" Hik...hik...hik" air mata mengalir deras dari mata gadis manis ini, ia sekarang tak ubahnya seorang gadis yang telah mengalami pelecehan saja. tidak di hargai dan tak bisa membela dirinya.


Melihat air mata Zea, Zack melepaskan ciumannya dan genggaman tangannya kemudian duduk di kursi didekatnya. Zea menjatuhkan diri dan duduk di lantai dengan air mata berderai di pipinya.


" Apa kau jijik kepadaku? kau lebih suka di peluk dan dicium oleh Reza! Zeey...kau itu pacarku, tapi kenapa kau juga dengan Reza? Apa kau memang benar seperti yang mereka katakan? tak cukup dengan satu lelaki!" menyangga kepalanya dengan siku diatas lutut, menyatakan kesedihan dan kepedihan hati kepada gadis yang sedang menangis di hadapannya.


Zea kaget dan kecewa mendengar ucapan Zack, ia langsung berdiri. Plaakkk... Tamparan keras mendarat di pipi cowok tampan ini "Jadi, seperti itu kau melihatku. aku bukan pacarmu, semua itu hanya karangan mamamu saja. Aku benci kamu Zack! aku benci kamu! aku benci..." Zea berlari menjauh meninggalkan kelas sambil mengusap air mata di pipinya, tetapi tetap tidak bisa menghentikan air mata yang mengalir dari kedua matanya.


Mata Zack terbelalak kaget, ia tidak percaya dengan apa yang baru saja ia dengar dari mulut Zea yang mengatakan bahwa ia bukan pacarnya dan itu cuma karangan mama Zulia saja. " Tidak! dia pasti bohong, aku tidak percaya" Zack segera berlari keluar untuk menyusul Zea, ia berlari sambil menoleh ke kanan kiri untuk mencarinya, sampai tiba di tempat parkir tetapi tidak menemukan Zea.

__ADS_1


Ia menaiki sepeda motornya dan sesampainya di gerbang sekolah ia bertanya kepada pak satpam penjaga" Pak, apa barusan ada siswi rambut pendek, berseragam cowok keluar dari sini?"


Pak Arif mengingat-ingat, setahu dia yang berpakaian seperti itu cuma satu yaitu Zea putri bapak Johan" Maksud kamu Zea?"


" Iya pak"


" Kalau Zea, baru saja keluar dan berlari ke arah sana" menunjuk ke arah gerbang sekolah.


Zack segara melajukan motornya menuju pintu gerbang sekolah, sesampainya di depan gerbang ia tidak mendapati zea disana" Zea, kamu pergi kemana?Maafkan aku, seharusnya aku tidak melakukan itu kepadamu. aku tahu aku salah, tetapi kau yang membuatku seperti ini" gumamnya dalam hati.


Dengan naik motor ia mencari Zea dengan memperhatikan kanan dan kiri jalan yang bisa mereka lalui saat berangkat dan pulang sekolah. di sepanjang perjalan pulang Zack tidak bertemu dengan Zea, " mungkin zea sudah sampai di rumah" pikirnya.


Tak..tak..tak...menaiki anak tangga dengan terburuk. sesampainya di kamar Zea, ia langsung membuka pintunya dan masuk" Zeey...zeey..." memanggil nama zea, tetapi kamarnya kosong dan tasnya pun tidak ada. sudah jelas Zea belum sampai rumah. "Sial! Gadis bodoh kamu pergi kemana? kenapa belum pulang!" Ia segera turun dan berlari keluar menuju garasi untuk mengambil motor dan mencari Zea.


Brukk... Zack menabrak Zulia yang akan masuk ke dalan rumah dengan banyak tas belanjaan di tangannya, hingga semuanya jatuh berserakan." Hey...ada apa? kenapa kamu terburu-buru sekali?"


Zack yang melihat mama yang di carinya sejak tadi baru datang, langsung menarik tangan mamanya untuk duduk di sofa ruang tamu, ia bertanya kepada mamanya "Ma...katakan kepadaku yang sebenarnya. apakah aku dan Zea itu benar-benar pacaran atau hanya karangan mama saja?" berkata dengan serius dan mengharapkan sebuah penjelasan dari mamanya. ia berharap semuanya benar dan Zea yang telah berbohong.


Zulia kaget dengan pertanyaan putranya, ia tak tahu harus menjelaskannya darimana" Itu...itu sebenarnya. kamu dan Zea hanya berteman saja, pacaran kalian itu hanya karangan mama saja waktu kamu sakit dulu"

__ADS_1


" Gak...mama pasti bohong! Mama jahat, mama bohong" pergi menjauh dengan rasa kecewa dan juga rasa bersalah kepada Zea.


" Sayang... tunggu! dengar penjelasan mama" teriak Zulia, tetapi Zack tidak mau mendengarkannya dan langsung tancap gas motornya pergi dari rumah mencari Zea.


"waduh! sepertinya ada yang tidak beres" Zulia jadi khawatir melihat putranya pergi dengan keadaan marah dan kecewa seperti itu tanpa mau mendengar sedikitpun penjelasannya" Zack, Zeey...kalian ada masalah apalagi sih, kalian ini masih SMA tetapi hubungan kalian lebih ribet daripada orang yang sudah berumah tangga saja" Zulia berjalan ke arah pintu untuk mengemasi barang-barang belanjaannya yang jatuh berceceran ke lantai tadi, ia memasukkan satu persatu barang itu ke kantong plastik lagi supaya lebih mudah untuk di bawa ke dapur. ia berjalan ke dapur untuk memasukkan beberapa bahan makanan ke dalam kulkas dan beberapa barang yang lain ke almari penyimpanan di dapurnya.


--------*****----------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL πŸ’–


SEE U NEXT TIME


CAYOOOO

__ADS_1


__ADS_2