
Puh...dasar cewek hal kecil begitu saja tidak mau bilang, malah milih nahan sakit seperti itu. ya sudahlah aku punya caraku sendiri untuk menolongmu ( pikir Zack).
Tunggu aku sebentar...aku mau ke ruang piket guru dulu" ucap Zack meninggalkan Zea sendiri di dalam kelas.
"Eh...itu anak ngapain ke ruang piket guru ya" gumam Zea.
Zack berjalan keruang piket guru untuk meminta izin pulang lebih awal untuk Zea karena sakit dan dia yang akan mengantarkannya jadi Zack minta 2 lembar surat izin pulang.
" Sakit apa sih Zack, kok sampai minta izin pulang? kenapa tidak ke UKS saja dulu minta obat?" ucap petugas piket.
" Sakitnya perempuan pak" jawab Zack singkat, karena ia sendiri bingung mau menjelaskanya.
" Hah... penyakit apa itu?" tanya petugas piket yang masih penasaran.
"Puh...itu loh pak, tamu tak di undang datang" celetuk Zack, yang lama-kelamaan tidak sabar juga dengan pertanyaan petugas piket itu.
" loh...ya suruh saja tamunya menunggu sampai nanti jam sekolah berakhir gampang to, kan tinggal beberapa jam lagi" ucap petugas piket yang semakin menggoda Zack. ia sebenarnya paham dengan maksud anak ini. cuma petugas itu heran saja, biasanya cewek akan lebih nyaman jika membicarakan tentang hal seperti itu dengan sesama cewek.
" Pak please deh...bukan tamu manusia ya, dengerin ya. ada kran air lagi bocor...terus air merahnya kemana-mana, jadi tembus deh. dia tidak ada baju ganti bapaaak...sudah mengerti?"jelas Zack dengan nada sedikit jengkel.
" Ha...ha...iya, aku paham, bapak tadi cuma ngetes kamu saja" ucap petugas piket sambil memberikan dua selembar surat izin keluar sekolah.
Sial banget...aku dikerjain, kalau gak terpaksa gak bakalan juga aku mau seperti ini, gumamnya dalam hati.
__ADS_1
Zack mengambil kertas itu dari petugas piket kemudian berjalan kembali menuju ke kelasnya. sesampainya di kelas ia mendekati Zea dan berkata " pulang yuk...ini sudah aku mintakan izin" ucapnya.
" Emm...tapi" jawab zea sedikit ragu.
Bagaimana ia bisa berdiri apalagi berjalan di depan umum dengan kondisi seperti itu. ia bakal jadi bahan tertawaan satu sekolah sepanjang jalan nantinya (pikir Zea).
" Sudah...gak ada tapi-tapian"
Zack mengambil jaket yang ia taruh di dalam tas, jaket yang ia persiapkan setiap akan mengendarai motor" Berdiri " ucapnya. namun Zea tetap tidak bergeming sedikitpun.
"Hemm"
Zack merentangkan kedua lengan dari jaketnya dan melingkarkannya di pinggang Zea kemudian mengikatnya di bagian perut.
" Eh...kamu ngapain" ucap Zea yang kaget dengan gerakan Zack yang tiba-tiba dan terduga itu.
wajah Zea memerah, ia benar-benar malu kali ini. ia tidak menyangka jika Zack tahu hal itu meski Zea tidak memberi tahu secara langsung" Maaf" ucapnya.
Zack cuma tersenyum" maaf untuk apa".
Zack mengambil tas ransel miliknya dan diikuti oleh Zea yang juga berdiri dengan tas ransel di punggungnya.
Zack meletakkan satu lembar surat izin diatas meja guru dan satu lagi lembar lagi untuk izin di pos satpam depan dekat pintu gerbang.
__ADS_1
Zack dan Zea menuju parkiran, tetapi sebelumnya Zack harus mengambil kunci motor yang Zea titipkan kepada satpam sekolah waktu itu saat ia saat mendadak sampai di larikan ke rumah sakit.
"Kamu tunggu saja disini, aku mau minta kunci motorku dulu ke pak Arif"
"Ya..."
Beberapa saat kemudian Zack sudah kembali dengan kunci motornya" ayo... cepatlah naik, kita pulang" Zea sedikit ragu, ia takut jika Zack sakit lagi gara-gara berkendara dengan motor" kamu gak akan kambuh tiba-tiba lagi kan?" tanya Zea dengan serius " Kan ada kamu...kenapa aku takut" jawab Zack dengan senyuman.
Haisst... cowok satu ini, benar-benar bisa membuat aku klepek-klepek deh kalau seperti ini terus, gumamnya dalam hati.
mereka berdua menuntun sepeda motornya sampai ke pintu gerbang kemudian zak memberikan lembaran izin kepada satpam untuk izin pulang.
setelah gerbang di buka barulah mereka menaiki dan menyalakan mesin motor kemudian bergegas pulang ke rumah Zack.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
__ADS_1
SEE U NEXT TIME
CAYOOOO