Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 41 Alat scanner


__ADS_3

Kamar zea


malam ini zea bekerja keras menyalin buku catatan milik Zahra yang telah ia pinjam siang tadi disekolah. mata ngantuk perut lapar dirasakan zea, ya...sejak pulang sekolah tadi setelah makan siang zea belum keluar kamar sama sekali.


tok...tok...tok...suara pintu diketuk dari luar. terdengar suara bik inem memanggil zea untuk turun makan malam.


"non zea...makan malam sudah siap, nyonya Dina meminta non zea segera turun" ucap bik inem.


zea menyahut ucapan bik inem dari dalam kamarnya" iya bik...sebentar lagi".


sudah sepuluh menit dari bik inem memanggil zea tetapi tak kunjung turun. akhirnya Dina memutuskan untuk naik sendiri memanggil zea untuk turun makan malam. Dina membuka pintu pelan-pelan, ia ingin mengetahui apa yang dilakukannya anaknya sehingga tidak turun kebawah untuk makan malam dahulu.


" sayang...lagi ngapain sih serius amat" tanya Dina sambil melihat apa yang dikerjakan zea.


" oh...ini ma, zea lagi menulis ulang materi pelajaran dari buku Zahra yang zea pinjam tadi waktu disekolah, zea udah banyak ketinggalan pelajaran ma. ini udah nulis sampai pinggang sampai pegel dan jari-jari sampai keriting juga gak selesai, capek deh...mana masih banyak lagi" keluh zea.


Dina tersenyum lembut kepada zea" memang berapa banyak sayang, bukunya yang harus zea salin? toh...besok kan juga masih hari minggu, kan bisa diterusin besok to nulisnya kalau sekarang sudah capek".


" ini ada 5 buku...itu masih materi pelajaran sehari ini aja...zea kan udah gak masuk satu Minggu lebih, coba mama bayangin deh...berapa banyak yang harus zea salin. ini aja sudah sejak pulang sekolah sampai sekarang zea cuma selesain 1 buku yang kelar, satu lagi masih separuh, apalagi yang 3 jelas masih utuh ma...gimana dong, hari Senin harus sudah di balikin ke Zahra" rengekan zea ke Dina.


" ya sudah... sekarang yang pentingnya, kamu makan dulu nanti mama bantuin kamu selesain ini" ucap dina.


" beneran ma..." ucap zea senang dengan mata berbinar-binar seperti kucing kecil yang imut.


" he'em" Dina menganggukan kepala.


zea dan Dina akhirnya turun untuk makan malam. Johan yang dari tadi sudah kelaparan menunggu mereka berdua akhirnya segera mengambil untuk makan.


" kalian lama banget sih, cacing diperut papa udah pada demo tahu...." ucap Johan.


" ha..ha.." zea dan Dina cuma tertawa mendengar keluhan Johan.

__ADS_1


mereka bertiga menikmati makan malam dengan sangat menikmati. sepertinya biasa setelah makan zea harus minum obat selama masa penyembuhan. Dina menyodorkan beberapa bungkus obat ke zea.


" nanti aja ya ma zea minumnya, kan zea masih ada tugas tadi. kalau zea minum obat sekarang yang ada zea langsung ngantuk deh" ucap zea menolak minum obat.


" udah minum aja obatnya Sekarang, soal masalah tugas kamu tadi mama punya Solusinya. gak sampai 5 menit bakal selesai" ucap Dina.


" mana bisa...mama bercanda deh, aku aja udah nulis berjam-jam sampai tangan keriting cuma dapat 1 buku aja Lo, eh si mama malah bilang 5 menit. gimana coba selesainya" celetuk zea.


" udah percaya mama...minum obatnya dan ambil buku Zahra dan bawa kesini Sekarang" pinta Dina.


zea percaya kepada mamanya dan meminum obatnya sesuai anjuran dokter kemudian pergi mengambil buku untuk diberikan kepada Dina.


" ini ma... buku-bukunya" ucap zea menyerahkan 4 buah buku kepada Dina.


" pa...mama pinjam ruang kerja papa sebentar ya, buat bantuin anak mama tersayang ini Lo, kasihan banget kecapean dari tadi" izin Dina kepada Johan.


" iya istriku tersayang...boleh kok" jawab Johan.


" Lo ...ngapain mama ngeluarin alat scanner" tanya Zea penasaran.


" haiiiisss...anak ini, ya buat menscan buku catatan temanmu Zahra lah, masak iya mau cetak uang" ucap Dina.


satu persatu dan lembar demi lembar buku catatan Zahra di scan oleh dina, setelah selesai Dina menyimpan file-filenya dan menamainya sesuai dengan mata pelajaran yang ada.


"ok... klik save, selanjutnya klik open file, klik nama documen terakhir klik print out" gumam Dina.


zea yang ada disamping Dina cuma diam dan mengamati apa yang dilakukan mamanya.


krek...krek...krek..suara alat prin yang sedang bekerja mencetak dokumen sampai selesai.


" taraaa...sudah selesai, gimana hari Senin kamu bisa mengembalikan buku-buku Zahra dan print out hasil scan buku Zahra ini juga bisa kamu salin ulang tanpa terburu-buru bukan....gimana solusi mama?" ucap dina menarik turunkan alisnya.

__ADS_1


" aduh...mamaku kenapa bisa smart banget sih, zea makin sayang sama mama deh. i love you mom..." ucap zea sambil memeluk dan mencium pipi Dina.


Dina cuma tersenyum kepada zea, Dina melakukan ini supaya zea bisa istirahat lebih awal dan tidak kecapean.


" ma...kasih sebagian IQ mama buat aku dong...biar zeey pinteran dikit" rengek zea menggoda Dina.


pletakk...sentil Dina di dahi zea.


" Ouugh...sakit" keluh zea.


" kalau bisa aku bagi...udah mama kasih kamu sejak dulu lah" ucap Dina.


" ha..ha.." Dina dan zea tertawa terbahak-bahak. keduanya kemudian mematikan semua alat elektronik yang digunakan tadi dan keluar dari ruangan itu. zea kembali kekamar untuk istirahat karena sudah ngantuk (efek obat) begitupun Dina juga kembali ke kamarnya.


------*****--------


KLIK LIKE DAN FAVORITIN NOVEL INI YA


PENILAIAN KALIAN AKU TUNGGU LO...


BACA JUGA*MY EVIL TWIN SISTER* YA


SERU JUGA LO CERITANYA.....



SEE U NEXT TIME....


CAYOOOO......


__ADS_1


__ADS_2