Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis

Gadis Tombomanisku : Si Tomboy Manis
Episode 73 Kebimbangan Zea


__ADS_3

Apa aku harus bertanya kepada Reza? Ah..aku bingung harus bagaimana kali ini untuk menemukanmu, gumamnya dalam hati. Ia mengendarai motor untuk pulang ke rumah, berharap Zea sudah ada dirumah ketika ia sampai nanti.


Sesampainya di rumah Zack tidak menemukan Zea dirumahnya" Ma...apa Zea sudah pulang?" tanyanya kepada mamanya yang sedang menonton televisi diruang tengah. " Loh... bukannya dia berangkat bersamamu tadi ke sekolah?" Zulia langsung berdiri dan mendekati putranya" Hey...ini sudah hampir malam, jangan bilang kamu tidak tahu kemana Zea pergi?" Zulia menatap dan bertanya kepada Zack dengan serius.


"..." Zack cuma diam, ia tidak tahu harus menjelaskan apa kepada mamanya. jika dia tadi bertengkar dengan Zea di sekolah karena rasa cemburu yang besar, ia mengatakan dan melakukan hal yang kurang pantas kepada Zea.


Zulia merasa ada yang tidak beres dengan perilaku anaknya. ia menegaskan sekali lagi perkataannya" Zack! Katakan apa yang terjadi sebenarnya?" . tetapi Zack tetap terdiam dan menundukkan kepalanya. Zulia menggoyang-goyang tubuh anaknya itu, ia berharap Zack bisa menceritakan apa yang terjadi sesungguhnya sehingga Zea sampai belum pulang sekarang.


Zack memberanikan diri untuk menceritakan semuanya yang telah terjadi di sekolah tadi, termasuk kejadian dimana dia mencium paksa pacar bohongan karangan mamanya itu.


Plak... Zulia menampar pipi putra Tampannya itu dengan tangannya sendiri. " Zack! Sejak kapan kamu menjadi laki-laki yang brengsek seperti ini! Kamu benar-benar melukai perasaan Zea kali ini" Zulia memegang keningnya dan jatuh terduduk di sofa.


Ini merupakan kesempatan bagi Zack untuk meminta penjelasan dan mengetahui kebenaran tentang hubungan dia dan Zea dari mamanya langsung. Ia menegakkan kepalanya" Ma...bolehkan aku bertanya? Apakah Dia benar pacarku?" cowok tampan ini duduk di sebelah mamanya menanti sebuah jawaban yang pasti.


Zulia terhentak mendengar pertanyaan dari putranya itu" Oh... Sepertinya dia sudah mengatakan semua kebenarannya" Zulia menghela napas panjang. Ia mulai menceritakan bagaimana Zea bisa setuju menjadi pacar bohongan dari putranya itu.


" Ini semua, berawal saat kamu mengalami kecelakaan itu bersama dia di hutan yang menyebabkan kamu amnesia, karena benturan keras di kepala yang kamu alami. Zea merasa itu salah dia dan saat mama bercanda mengatakan dia adalah pacarmu, ia menyetujuinya saja. Ia ingin menjaga dan membantu kamu mendapatkan ingatanmu lagi. Mama tidak menyangka akan menjadi seperti ini" Zulia merasa bersalah kepada Zea juga anaknya, bagaimanapun ini semua juga kesalahannya.


" Jadi semua itu benar!" Wajah Zack menjadi pucat, kepalanya pusing, pandangan kabur. Ia merasa sangat tertekan kali ini, rasa bersalah kepada Zea, rasa takut akan kebencian gadis manis itu setelah kejadian tadi semakin menekan perasaannya. meskipun hubungannya dengan Zea hanya yang sebuah kebohongan, tetapi rasa sukanya kepada gadis ini bukanlah sebuah kebohongan. "Ough" Ia meringis kesakitan, memegang kepala dengan kedua tangannya.

__ADS_1


" Sayang...Kamu kenapa?" Zulia mendekat dan menopang tubuh putranya, membaringkan tubuhnya di atas sofa kemudian menelpon suaminya supaya cepat pulang dan membawa Zack ke rumah sakit secepatnya. Ia mulai mengingat beberapa potong ingatan dalam masa lalunya, mulai kejadian di lapangan basket dan celakanya Zea di kamar mandi karena Anita, teman sekelas Reza yang cemburu kepadanya.


" Ough" Zulia mendekati Zack dan mengelus kepalanya" Sayang... sabar ya, sebentar lagi papa pulang" mencoba menenangkan putranya.


" Tidak...aku harus mencarinya" gumamnya dan mencoba duduk sambil menyandarkan kepalanya di sofa " Mama ambilkan obatku saja"


" Tapi sayang..." Zulia khawatir dengan keadaan putranya itu. ia mengambilkan obat yang ada di laci dan segelas air putih. Zack segera meminumnya dan beristirahat sejenak, agar rasa sakitnya berkurang.


Beberapa saat kemudian Steve sampai di rumah dan mengajaknya untuk pergi ke rumah sakit, tetapi Zack menolak" Tidak usah pa...aku sudah mendingan kok" Ia tahu, jika di bawa ke rumah sakit pasti akan lama dan bisa juga harus menginap disana. Terus bagaimana ia bisa mencari Zea.


Disisi lainnya Zea yang berada di kos-kosan putri, masih mencoba mencari pinjaman charger handphone Karena baterainya habis. Ia mengetuk pintu kamar tetangga kos sebelahnya. Tok..tok..tok... "Permisi, maaf ada orang di dalam?" ucapnya.


" Emm...saya tetangga kamar sebelah, baru ngekos hari ini, kak...bisa pinjam charger handphone tidak? handphone saya lowbat" tersenyum ramah.


Gadis itu berbalik badan dan masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil charger handphone miliknya" Ini kak" menyerahkan charger handphone kepada Zea.


" Terimakasih, nanti akan segera aku kembalikan" ucap Zea segera kembali ke kamarnya untuk mencharge baterai handphone miliknya.


Beberapa saat mencharge baterai handphonenya, Zea mengaktifkan lagi handphone miliknya setelah baterainya terisi. Puluhan pesan singkat masuk bergantian. pesan masuk dari Zack, Tante Zulia dan Om Steve, Zea membaca pesan masuk dari Tante Zulia dan Om Steve saja sedangkan pesan yang di kirim oleh Zack tak di sentuhnya sama sekali.

__ADS_1


- Zea sayang...kamu dimana? Tante minta maaf, semua ini salah Tante. Seharusnya Zack tidak melakukan hal buruk seperti itu, itu semua karena dia cemburu dengan Reza. Tante tahu kamu pasti kecewa, atas nama Zack. Tante minta maaf, Sayang...mohon kamu segera pulang.(Tante Zulia)


- Zeey...Kamu dimana? Tolong... pulanglah. Zack kambuh lagi sakitnya, ia tidak mau dibawa ke Rumah Sakit sebelum kamu datang. Jadi setelah membaca ini, tolong segera kabari Kami. Om akan menjemputmu. (Om Steve).


Zea bingung mau melakukan apa, disisi lain ia masih sakit hati dengan Zack tentang kelakuannya tadi siang, tetapi ia juga tidak enak hati dengan Tante Zulia dan Om Steve yang sudah sangat baik kepadanya dan sayang kepadanya seperti putri mereka sendiri.


Zea keluar dari kamar dan mengembalikan charger milik Yeni, gadis cantik tetangga kamarnya kemudian kembali lagi ke kamar. " Aduh gimana ya, pulang? Engak?...Pulang?... Enggak? Pulang". Haiiiist...Kalau di drama-drama Korea dan film di televisi biasanya yang dibuat menghitung atau menentukan suatu keputusan adalah dengan memetik satu persatu kelopak bunga, tetapi karena Zea tidak memiliki bunga. Jadi ia hanya bisa menentukan keputusannya untuk pulang atau tidak, dengan cara menghitung koin uang receh yang ada di kantong tasnya.


--------*****----------


#KLIK LIKE πŸ‘ DAN FAVORITIN NOVEL INI...


BACA JUGA


πŸ‘‰MY EVIL TWIN SISTER πŸ’–


πŸ‘‰RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL πŸ’–


SEE U NEXT TIME

__ADS_1


CAYOOOO


__ADS_2