
Zack yang baru saja sampai rumah dan memarkir sepeda motornya di garasi rumah, langsung masuk ke dalam rumah dan naik ke kamarnya.
Ceklakk….
Ia membuka pintu dengan cepat, melempar tasnya ke atas tempat tidur dan langsung melemparkan tubuhnya sendiri ke atas tempat tidurnya yang empuk dan nyaman. Zack sangat lelah hari ini, ia ingin tidur
sejenak sore ini untuk merilekskan kembali tubuhnya.
‘Ting’ suara handpone zack berbunyi. Handpone itu berada di dalam tas ranselnya. Matanya yang ngantuk dan tubuhnya yang lelah, membuatnya terpaksa mengabaikan suara handpone yang sedari tadi berbunyi. Ia memilih untuk melanjutkan tidurnya. “ Sudahlah, dilihat nanti saja.” Pikirnya. Zack sudah terlelap dalam tidurnya beberapa saat.
Jam dinding sudah menunjukkan pukul 5 sore, tetapi zulia dan steve belum melihat putra tercintanya turun untuk makan siang atau sekedar menemui mereka berdua untuk ngobrol santai seperti biasanya.
“ Pa, apa papa melihat zack?” Tanya zulia kepada suaminya yang sedang duduk santai diteras rumah sore itu.
“ Tidak ma. Mungkin ia berada dalam kamarnya, coba mama cek saja keatas.” Jawab steve.
Zulia meninggalkan steve yang masih duduk santai sambil menikmati secangkir kopi yang abru saja zulia suguhkan.
Zulia berjalam masuk kembali kedalam rumah dan melangkahkan kakinya menuju kamar putranya.
Tak..tak..tak…suara langkah kakinya yang sedang menaiki anak tangga dengan cepat seolah sudah hafal betul berapa banyak jumlah anak tangga di rumahnya, tanpa harus melihat ke bawah kakinya.
Zulia telah sampai di depan pintu kamar zack.
Tok..tok..tok…
Ia mengetuk pintu dengan pelan beberapa kali dan memanggil nama putranya, tetapi sama sekali tidak ada jawaban dari zack. ia mencoba membuka pintu kamar itu sendiri dan ternyata tidak terkunci seperti
__ADS_1
biasanya.
“ Hmm… dasar anak mama, jam segini masih saja molor.” Gumam zulia yang melihat putranya masih tertidur lelap, padahal hari sudah menjelang malam. Sang surya saja sudah hampir terbenam sepenuhnya.
Zulia mendekati tempat tidur putranya.
“Zack, bangun sayang. Sudah sore loh! Bangun, cepat mandi, keburu malam.”
Zulia membangunkan putranya dengan penuh kasih sayang. Ia menepuk pipi zack dengan pelan dan sesekali memencet hidung zack dengan kedua jarinya. Tetapi zack tak juga bangun, hanya sesekali menggeliat
saja.
“ zack bangun, ada zea tuh.” Kata zulia membohongi putranya supaya segera bangun.
Rupanya trik kecil zulia ini sangat efektif untuk membangunkan zack. seketika mata cowok tampan itu terbuka lebar, setelah mendengar kata’ zea’ terucap dari bibir mamanya.
“Huh, dasar! Cepat bangun, sudah mau mala mini. Cepat mandi sana!.” Kata zulia.
“ Mana zea ma?” Tanya zack yang belum mengerti bahwa ia hanya di kerjain saja oleh mamanya.
“Zea?” kata zulia setengah bertanya.
“ He’em” zack menganggukkan kepalanya.
“Jelas dirumahnya, ngapain coba ia jam segini disini?” kata zulia setengah ingin tertawa.
“ Tapi tadi kata mama?” zack yang masih loading masih berusaha mencerna kata-katamamanya.
__ADS_1
“Ha ha, mama bohong. Cuma biar kamu cepat bangun saja. Habisnya dari tadi mama bangunin, gak bangun juga.” Kata zulia sambil tertawa.
“ Huh…mama jahat deh. Aku mau bobo lagi saja.” Celetuk zack.
“Eh, gak bisa! Bangun dan mandi. Bau asem itu semua badan kamu”
Zulia menjewer kecil telinga putranya yang mau tidur lagi dan malas mandi.
“Ougt…sakit mama. Oke, aku bangun” jawab zack sambil cemberut.
Cowok tampan ini beranjak dari tempat tidur dan masuk kedalam kamar mandi.
Byur..byur…suara air dari dalam kamar mandi.
Beberapa saat kemudian ia sudah selesai mandi dan keluar untuk mengambil baju ganti. Ia memakai baju santai jika sedang berada di rumah saja. Kaos oblong warna putih dan bawahan celana pendek warna gelap menjadi pilihannya kali ini. menyisir rambut dengan rapi dan memakai parfum agar tetap terlihat rapi dan harum segar, tidak pernah ia lupa lakukan meskipun tidak keluar kemana-mana.
--------*****----------
#KLIK LIKE 👍 DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
👉MY EVIL TWIN SISTER 💖
👉RACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL 💖
SEE U NEXT TIME
__ADS_1
CAYOOOO