
Zack melambatkan langkah kakinya, sebenarnya ia mau tertawa lagi tetapi melihat zea kasihan juga.
Zea dan Zack sudah sampai di kelas, ternyata Bu Silvi sudah berada dalam kelas meski kelas belum di mulai. tok...tok...tok...zea dan Zack mengetuk pintu, Bu Silvi menoleh kearah pintu" Maaf Bu, kami terlambat" ucap Zea dan Zack bersama-sama.
Semua teman sekelasnya ingin tertawa melihat Zea, tetapi tidak ada satupun dari mereka yang berani mengeluarkan suara. jika ada yang berani bersuara kecuali bertanya soal materi pelajaran maka ia harus siap berdiri di pojokan kelas sampai jam istirahat tiba.
" Kalian berdua...cepat masuk dan duduk di tempat kalian, pelajar akan di mulai" ucap Bu Silvi kepada Zack dan Zea.
mereka berdua akhirnya masuk dan duduk di bangku mereka seperti biasanya.
" Puh...untung saja Bu Silvi tidak marah, kalau ia marah bisa pegel nih kaki berdiri 2 jam" gumam Zea.
" Jangan banyak bicara kamu, cepetan keluarin buku pelajaran kamu. jangan bilang buku kamu juga ketinggalan di rumahmu lagi" gerutu Zack.
Waduh... gawat, tebakan Zack benar. aku tadi cuma pakai Seragam miliknya dan langsung ambil tas begitu saja, tanpa mikir kalau hari ini bukunya pasti nasibnya sama dengan seragamku...jelas ketinggalan di rumah. mampus Zea, mampus deh...kalau ketahuan Bu Silvi, gumam zea dalam hati.
Zack melihat wajah Zea yang sedikit panik, dari raut wajahnya terlihat jelas jika perkataan Zack barusan adalah benar. zea mungkin bisa meminjam seragamnya tetapi buku catatan miliknya tetap saja satu.
Sial... cewek satu ini, benar-benar ya...bikin aku tidak bisa tenang sedikit saja, ngerepotin banget. tetapi nyenengin juga sih, kalau gak ada dia sepi aja gitu. ah...aku mikir apa sih ini. (isi pikiran Zack).
" Sekarang semuanya keluarkan buku pekerjaan rumah yang ibu berikan Minggu lalu untuk kita bahas bersama" ucap Bu Silvi.
semua siswa mulai mengeluarkan buku mereka masing-masing. Bu Silvi mulai mengecek satu persatu tugas para siswa untuk memastikan semua sudah mengerjakannya, karena Bu silvi tidak suka dengan anak yang malas dan tidak mau mengerjakan tugas.
Bu Silvi berjalan dari siswa meja paling depan ke belakang. Zack segera mengeluarkan buku catatannya dan menggesernya ke depan Zea sebelum Bu Silvi sampai ke meja Mereka.
Zea kaget dengan perbuatan Zack, bukankah dia akan dapat hukuman jika tidak membawa buku, kenapa ia malah memberikan hasil pekerjaannya kepada Zea. zea tidak mau menerimanya dan ingin mengembalikan buku itu tetapi keburu Bu silvi datang ke meja mereka.
" Zack dimana buku perkejaan rumahmu, cepat keluarkan" perintah Bu Silvi.
__ADS_1
Zack mengeluarkan buku baru dari dalam tasnya dan meletakkannya di atas meja untuk di periksa Bu Silvi. zea ingin mengucapkan sesuatu tetapi tangan Zack yang di bawah meja menggenggam erat tangan zea, seolah mencegah zea untuk berbicara.
" Kok...kosong???" ucap Bu Silvi.
" Saya baru keluar dari rumah sakit Bu kemarin sore, jadi malamnya ketiduran dan tidak mengerjakan tugas itu. maaf ibu boleh menghukum saya" ucap Zack.
Bu Silvi sedang berfikir, ia ingat jika Zack ini sedang masa pemulihan dari amnesia dan pengobatan untuk luka di kepalanya. ya Bu Silvi juga tahu jika ia kemarin baru masuk rumah sakit karena sakit kepalanya kambuh lagi" Oke...kali ini ibu maafkan, tetapi tidak untuk lain kali" ucap Bu silvi.
Bu Silvi kembali lagi ke depan untuk bersiap membahas soal-soal bersama.
" Huh...selamat deh, leganya" gumam Zack sambil menghela napasnya.
" Kenapa kamu lakukan ini, jelas-jelas kamu sudah mengerjakannya dan aku yang tidak membawa buku" ucap zea berbisik.
" Karena...karena...ya karena aku mau, banyak tanya banget sih kamu Zeey"gumam Zack.
Aduh...si Zea ini mengapa gak peka banget sih, masak iya aku harus bilang kalau aku lakuin ini hanya karena aku gak mau dia kena marah dan di hukum sama Bu Silvi. huh...pusing deh kepala ini menghadapi dia, gumam Zack dalam hati.
Ya...tuhan, Zeaa...kamu hampir saja salah paham sama Zack lagi. aku pikir Zack melakukan ini karena dia suka sama aku. hemm... berharap banget sih kamu, gumam zea dalam hati.
" Hey...ngelamunin apa lagi kok bengong??? jangan-jangan kamu lagi mikirin aku ya" ucap zack menggoda.
" Idih...siapa juga yang melamun?" protes zea. kepada Zack. ya walaupun sebenarnya benar zea sedang membayangkan Zack, tetapi tidak mungkin juga zea akan jujur begitu saja.
" Oh ya...kalau kamu sadar tidak melamun, coba aku tanya...kamu tahu gak, kapan Bu Silvi tadi keluar dari kelas" ucap Zack sedang mengetes kesadaran Zea.
mendengar ucapan Zack, Zea langsung melihat kearah depan khususnya ke meja guru di mana Bu silvi tadi duduk dan juga berdiri untuk menerangkan materi pelajaran.
" Eh.." Zea tidak mengucapkan apa-apa cuma bisa garuk-garuk kepala saja karena malu.
__ADS_1
Zack melihatnya cuma bisa tersenyum "gimana masih tidak mengaku juga" ucapnya.
" Iya..ya aku ngaku, aku tadi memang melamun. sudah puas" ucap Zea sedikit sebal.
" Aku tahu kamu pasti mikirin aku ya. memang benar sih aku ini super ganteng, tetapi kamu juga tidak perlu mikirin aku sampai tidak fokus belajar gitu" ucap Zack super pede alias percaya diri.
" Hueek...huek...kenapa aku rasanya pingin muntah ya dengarnya" gumam Zea.
" Haisst...Kamu hamil ya" ucap Zack menggoda sambil tertawa cengengesan.
" Zackqueennnn...aku ini masih perawan, belum pernah ada yang donor...mana mgkin bisa hamilll" teriak Zea yang sudah sebal tingkat dewa alias sebal bangeeettt.
" Ya sudah...itu gampang, kalau sudah nikah nanti biar aku saja yang donor buat kamu" ucap Zack semakin menggoda.
Zea sudah tak sanggup lagi menjawab perkataan Zack yang semakin menggila itu.
zea cuma bisa memukul dahinya sendiri dengan telapak tangannya, dalam hatinya berkata: Ya..tuhan, aku cuma ingin bantu dia sadar dari amnesia, bukannya ikut gila.
--------*****----------
#KLIK LIKE π DAN FAVORITIN NOVEL INI...
BACA JUGA
πMY EVIL TWIN SISTER π
πRACUN CINTA : GADIS KECIL NAKAL π
SEE U NEXT TIME
__ADS_1
CAYOOOO next time.....