
Sam terhenyak mendengar ucapan sang Mama. Selama ini dia tidak pernah terpikir jika Rina akan mengandung ...
'Bagaimana jika wanita itu hamil ...? Kenapa aku tidak memikirkan hal itu ...?'
Sam mengalihkan pikirannya ke hal yang lain, agar tidak terlihat tengah memikirkan sesuatu yang sangat membingungkan.
Rina berhubungan dengan Sam, tapi dia juga berhubungan dengan Ibhen. Jika sesuatu terjadi, siapa yang akan bertanggung jawab ...? Bagaimana mungkin kedua ayah dan anak itu akan bertanggung jawab pada janda kembang, yang memang hanya memikirkan dendamnya saja.
"Sial ..." gerutu Sam dalam hati.
Sam meninggalkan kediaman keluarganya, dia tidak ingin terlalu lama berada di sana, akan membuat kepalanya semakin berdenyut sehingga mengurungkan niatnya untuk menikah dengan Rina.
"Ini akan menjadi hal terberat ku, dalam memperjuangkan Rina ... Bagaimana jika janda itu justru membenciku setelah mengetahui bahwa aku merupakan putra dari Ibhen Santoso ...? Apa yang harus aku lakukan ...?" pikirannya sepanjang jalan.
Sam membelikan semua permintaan Rina, bagaimanapun dia harus memanjakan wanita yang sudah menjadi bagian hatinya saat ini.
Lebih dari satu jam setengah, Sam tiba di kediaman janda cantiknya. Tentu di sambut seperti laki-laki sempurna yang menjadi suami saat ini.
Rina memeluk tubuh kekar yang sangat dia rindukan saat ini. Menghirup aroma tubuh pria yang telah menjadi candunya.
"Lama banget sih sayang ...! Aku sangat merindukan mu!" rengeknya manja, membuat Sam menggendong tubuh ramping yang telah menjadi candu baginya.
Tanpa mereka sadari, beberapa pasang mata tengah menggeram menyaksikan kemesraan dua insan itu dengan rahang mengeras.
Sam membawa Rina masuk ke dalam rumah, menutup pintu utama dengan ayunan kaki, sambil mellumat bibir seksi sang janda.
.
Asep sopir pribadi Ibhen hanya bisa melihat Tuannya dari balik kaca spion tengah, sedikit khawatir. Bagaimana mungkin pria yang senantiasa memiliki kekuasaan dalam menaklukkan hati wanita, kini di hadapkan dengan Sam, putra kesayangannya.
Asep mendehem, saat akan memacu kecepatan mobilnya membelah jalan yang tak tahu kemana arahnya ...
Asep memberanikan diri untuk bertanya, "Kita kemana Tuan?"
Ibhen yang masih meremas kuat buku-buku tangannya sendiri, hanya bisa menahan rasa sakit hatinya ...
'Pantas Sam menemui ku! Ternyata wanita itu benar-benar bermain di belakang ku! Tidak ada bedanya dia dengan Liliyana. Dasar wanita tidak memiliki perasaan, ternyata yang dia katakan pergi ke rumah ibunya itu semua kepalsuan, dia membohongi aku mentah-mentah ...' sesalnya merutuki kebodohan yang selama ini terjadi dalam hidup Ibhen.
Ibhen merebahkan tubuhnya di jok penumpang, ingin sekali dia menghajar putranya. Namun, itu tidak akan pernah dia lakukan.
Kejadian ini mengingatkan akan masa lalunya kala menjalin hubungan dengan Lilyana.
__ADS_1
Wanita yang mengaku hanya seorang janda, dan memerankan drama sama seperti Rina lakukan padanya. Tapi kala itu, Ibhen menikahi Lilyana yang ternyata memiliki suami.
Kini, lagi dan lagi Ibhen di hadapkan dengan problem yang sama. Masalah yang telah dia kubur bertahun-tahun lalu, kini harus dia di hadapkan dengan situasi itu kembali.
'Tuhan, siapa Rina? Apakah dia ...'
Ibhen benar-benar sakit, saat Rina memperlakukan putranya lebih mesra dari pada dirinya.
'Apa mau janda itu? Apakah dia sudah mengenal ku? Sehingga dia melakukan hal yang sangat menyakitkan saat aku jatuh hati padanya ...?'
Seketika Ibhen teringat akan putri kesayangan Liliyana yang menghilang, bergegas iya menghubungi wanita cantik itu ...
["Ya Mas ...'']
["Kamu di mana?"]
["Di rumah, Mas. Kenapa? Apa kamu merindukan aku ...?"]
Ibhen tak menjawab, kali ini dia hanya ingin Lilyana ikut dengannya.
["Asep akan menjemput mu, kita ketemu di Jakarta! Aku membutuhkan mu!"]
Pria paruh baya itu menutup panggilan teleponnya, membuat wanita di seberang sana merasa terbang tinggi ke awan.
Asep yang memperhatikan gerak-gerik majikannya, tampak khawatir.
"Tuan, apakah Anda baik-baik saja?"
Ibhen melambaikan tangannya, memberi isyarat bahwa dia baik-baik saja.
"Ba-ba-bawa saya pulang! Rasanya saya membutuhkan Lidya. Jangan lupa kamu jemput Lilyana dan bawa ke apartemen Royal Platinum. Mungkin besok atau dua hari lagi saya akan menyelesaikan masalah ini ..." jelasnya sedikit terbata-bata.
Asep mengangguk mengerti, bergegas dia menekan pedal gas, membawa Ibhen kembali ke mansion Lidya yang merupakan istri tertuanya.
Ibhen hanya bisa menahan sesak yang teramat sangat. Kali ini dia seperti di tembak dari arah depan oleh putranya sendiri.
Ibhen benar-benar kalah oleh Sam, bukan masalah materi, tapi Rina terbuai oleh pesona Sam yang jauh lebih gagah dari dirinya.
"Aku akan membuat perhitungan pada mu janda ku ..."
.
__ADS_1
Di sisi lain, mansion megah milik Thamrin tengah kelimpungan karena pertanyaan Maria yang meledak-ledak padanya.
"Kemana uang 1,5 milyar itu Pa!? Siapa Sambo? Apakah kau memiliki bisnis dengan orang asing itu, tanpa aku ketahui!?" teriaknya menggeram di depan wajah Thamrin.
Thamrin masih tampak panik, saat mengetahui uang perusahaan nya raib tak berbekas tanpa meninggalkan jejak.
"Tenang dulu Ma, Papa mencoba mengingat. Inilah kesalahan kita jika tidak memiliki secretaris. Kalau masih ada Rina, semua bisa di atasinya!" jelas Thamrin tanpa perasaan bersalah.
Sontak jawaban Thamrin membuat Maria tersulut emosi, secepat kilat tangan kanannya yang sudah menggeram sejak awal, menjambak rambut pria yang sama sekali tidak memiliki perasaan itu ...
Thamrin meringis kesakitan, "Aaaagh Ma ...!"
Maria mencondongkan tubuh juga wajahnya, "Ini yang kau mau kan, Pa! Aku jambak-jambak kepala mu! Sebentar lagi sosis mu, aku potong jadi lima! Mau lihat gila istri kau hmm ...!"
Sekeras-kerasnya Maria meremas rambut Thamrin, kemudian membelalakkan pupilnya yang tampak membulat dan memerah.
Thamrin hanya bisa pasrah, kali ini dia ceroboh telah mempercayakan cek dan invoice yang tak dia ketahui letaknya.
Perlahan Thamrin meraih tangan Maria, agar dapat melepaskan tangan istri tercinta itu dari rambut ikalnya.
"Ma, Ma, Mama ... Lepas sayang! Enggak kasihan Mama sama Papa? Papa kan cuma bilang, kalau Rina jadi secretaris Papa, dia lebih telaten, Ma ... Jangan cemburu. Papa sama sekali tidak pernah bertemu dengan dia lagi. Hanya kemaren itu mengirimkan uang gajinya. Itu gaji dua bulan lhoo. Sampe-sampe dia di usir dari kos lamanya. Kan kasihan kita Ma ... Dia janda, kita harus membantu janda Mama sayang ..."
Maria semakin tersulut emosi, dia tidak sudi suaminya menyebut nama janda jallang itu. Karena jika suaminya menyebut janda cantik itu, seketika benda kenyalnya yang sangat besar itu menari-nari di kepalanya. Saat Thamrin begitu senang menciumi dan bermain-main di sana.
"Jijik Mama, Pa! Jijik jika mengingat kelakuan Papa sama wanita murahan itu!!!" pekiknya lantang, membuat suaranya menggema di satu ruang keluarga mereka.
____
Hai hai hai ...
Terimakasih atas dukungannya para reader tercinta ...
Silahkan tinggalkan vote dan hadiahnya dong...
Author akan mengirimkan sesuatu yang menjadi kenangan untuk para reader ...
Mungkin kerudung, atau bahkan daster motif bunga, agar suami semakin sayang...😂❤️🙏
Berdasarkan top fans ... Dan ini berlaku hingga tanggal 30 September 2022 ...
Jangan lupa mampir juga di kisah baru Author Tya Calysta ... 'Merebut Hati Suami Mayor' ... Yang menjadi awal dari kisah My Wife is Militery ...
__ADS_1
Terimakasih ... Sehat untuk kita semua ...
Wassalam ...