Gairah Janda Rebutan

Gairah Janda Rebutan
Menyembunyikan identitas


__ADS_3

Ketiganya hanya diam membisu tanpa banyak bicara. Wajah Ibhen berubah menjadi monster saat melihat simpanan nya lebih mesra pada sang putra kesayangan.


Sementara Sam lebih tenang, dengan tangan saling menggenggam erat.


Rina hanya menunduk, tak mampu untuk menatap Ibhen yang menggeram duduk di hadapannya.


Ibhen berusaha mengendalikan emosinya yang membuncah di kepala. Bagaimana tidak, dia di tipu habis-habisan oleh dua orang sekaligus, anak dan simpanan nya.


Ibhen bertanya, karena dia telah menggelontorkan dana lumayan besar pada janda cantik itu, "Apa kalian saling mengenal? Dan berencana untuk memeras ku? Apa salahku padamu Nona?"


Rina hanya menatap penuh iba, "Bang ..."


"Pa ..."


Sambo menatap lekat wajah pria paruh baya tersebut dengan perasaan tak karuan, hanya bisa berkata ...


"Aku minta maaf. Bukan aku ingin merebutnya dari mu! Tapi aku hanya ingin Papa menentukan sikap tidak menyakiti Mama! Cukup Papa mengkhianati kami semua, bahkan sampai saat ini Papa masih memiliki hubungan dengan Mama Olivia!"


Ibhen tertawa kecil, menyunggingkan senyuman tipisnya, kembali menatap kearah Sam ...


"Tahu apa kamu tentang hubungan ku dengan Liliyana? Kami tidak memiliki hubungan apapun selain bisnis. Aku sudah menjauhkan Lilyana dari Thamrin, agar dia tidak termakan janji palsu nya! Kamu tahu Sam ... Kita akan ada kerja sama yang sangat besar bersama Sukenru! Aku harap jangan campur adukkan urusan hati dan bisnis!"


"Tapi Pa ...! Kalian masih bersama hingga saat ini, kan? Papa tahu ... Siapa yang akan menjadi korban perasaan setelah ini? Aku, Mama, juga Rina, Pa!"


Ibhen semakin tak mengerti apa maksud dari ucapan pria yang ada di hadapannya. "Hah ... Apa maksud mu? Atau jangan-jangan kalian ingin memeras ku, dan meninggalkan kota ini!" bentaknya mematikan rokok didalam asbak.


Sam menggeleng cepat, menepis semua yang ada dalam benak sang Papa.


"Buat apa aku memeras Papa? Aku memiliki segalanya. Jika aku mau, apartemen mediterania akan aku ambil alih. Karena hanya di apartemen itu yang belum di ketahui Mama, kan!"


"Sam!"


Rina yang mendengar kedua pria itu saling berdebat, hanya karena memperebutkan dirinya menyela pembicaraan mereka.


"Sebentar! Sejujurnya aku tidak ingin berdebat untuk masalah pengkhianatan Bang Ibhen. Aku mengagumi mu, sejak awal bertemu di gedung ini. Tapi apa kamu lupa, kala itu kamu berjanji akan melakukan apapun demi kebahagiaan aku? Wanita yang kamu kagumi ..."


Ibhen mengangguk membenarkan perkataan janda cantik itu.

__ADS_1


Rina melanjutkan pembicaraannya ...


"Tapi kenapa Abang sama sekali tidak pernah memegang komitmen Abang? Abang selalu mengatakan bahwa hanya aku wanita mu! Tapi apa? Abang malah membawa wanita lain ke luar negeri dan bertemu dengan hmm ..."


Ibhen menautkan kedua alisnya. Begitu juga Sam. Mereka berdua semakin tidak mengerti apa yang di maksudkan oleh Rina. Janda cantik yang semakin tampak elegan, bahkan sangat mempesona, tampak pintar dihadapan kedua-nya.


Ibhen bertanya dengan mendekatkan wajahnya pada Rina, walau hanya berjarak, "Komitmen? Apa kamu juga memiliki perasaan padaku?"


Rina tersenyum sumringah, menatap penuh dendam, "Hmm ... Apa Abang melupakan siapa pria bernama Rudi?" 


Ibhen terhenyak seketika, menyandarkan tubuhnya lebih dalam di kursi restoran, seketika kepalanya terasa semakin berdenyut, mengingatkan dia pada pria yang di sebutkan oleh simpanannya, Rina.


"Bagaimana mungkin janda miskin ini bisa mengenal Rudi suami Lilyana? Ataukah dia merupakan putri kesayangan dari Lilyana yang bernama Amel? Ooogh Tuhan, apa yang telah aku lakukan, jika benar dia merupakan anak dari Lilyana dan Rudi, aku akan mengalami kehancuran yang sangat luar biasa ... Aaaagh ...!" sesalnya dalam hati.


Ibhen menatap sinis kearah Rina, "Ada apa dengan Rudi? Apakah kamu mengenal pria itu Nona, atau jangan-jangan kamu juga simpanan nya?"


Rina menggeram, tertawa kecil, dia mengalihkan pandangannya, yang ternyata beradu tatap dengan mata sang Mama Lilyana.


"Mama ..."


"Amel ..."


"Amel, what are you doing here?" (Amel, apa yang kamu lakukan disini?)


Sontak pertanyaan Lilyana membuat Ibhen semakin tak mengerti. Dia mengusap dadanya yang terasa sangat berdenyut bahkan terasa nyeri dan sakit.


Sambo, menoleh kearah wanita yang selama ini menjadi biang dalam kehancuran rumah tangga Ibhen dan Lidya.


"Kau! Mau apa kau berada di lingkaran kami?" sesalnya.


Lilyana tak menghiraukan ucapan Sambo, dia hanya menunggu jawaban dari bibir Rina yang seketika terkunci saat beradu tatap dengannya.


"Apa yang kamu lakukan Amel? Jawab Mama!"


Rina yang tidak terima dengan hardikan sang Mama, tersenyum tipis, menyunggingkan senyuman mematikan, menoleh kearah Ibhen.


"See ... Apa ini yang Abang bilang only me, hanya aku! Ternyata Abang masih menjalin hubungan dengan wanita laknat ini!" tunjuknya pada Lilyana.

__ADS_1


Lilyana yang tidak menerima ucapan dari sang putri, mendekati-nya dengan wajah berang ...


"Jaga ucapan mu! Pria ini yang selalu ada buat kita, Mel!"


Rina bertepuk tangan, berdiri menyambut sang Mama dengan menundukkan kepalanya, hanya untuk mengejek bahkan kembali menatap kearah Ibhen.


"Sekarang satu sama, Bang! Jangan pernah mempermainkan perasaanku, dan almarhum Papa ku! Karena Rudi itu mati di tangan kalian berdua!" bentaknya berapi-api.


Lilyana yang tidak terima dengan ucapan sang putri, membalikkan tubuh Rina agar menghadap nya, kemudian melayangkan satu tamparan keras ke wajah sang putri.


PLAAAAK ...!


"Jaga ucapan mu!"


Emosi Lilyana membuncah dihadapan kedua pria yang benar-benar terkejut menyaksikan dan mendengar sebuah kenyataan yang mengagetkan mereka berdua.


Ibhen yang menganggap Rina sebagai wanita biasa saja, ternyata anak seorang pengusaha yang menjadi rivalnya selama ini.


Begitu juga Sambo, dia benar-benar tidak percaya, bahwa Rina merupakan putri kesayangan Rudi yang selama ini di elu-elukan oleh Sukenru.


Tapi identitas yang senantiasa berbeda dari yang disampaikan Sukenru, dari yang ada di hadapannya kali ini sangat jauh berbeda, bak langit dan bumi, tidak terlalu di pikirkan oleh mereka, 'siapa Amel' yang selalu di sebutkan menjadi pemodal di belakang layar untuk pembelian perkebunan sawit di Kalimantan.


Rina yang masih mengusap lembut wajahnya, menatap lekat wajah Lilyana penuh kebencian bahkan perasaan jijik.


"Kenapa Mama menampar ku?! Apakah Mama melupakan penyebab kematian Papa? Dan laki-laki ini penyebab hancurnya rumah tangga ku, juga keluarga ku!" teriaknya menggema, hingga terdengar di area restoran gedung perkantoran tersebut.


Ibhen semakin tak kuasa menahan rasa sakit di dadanya. Bagaimana mungkin selama ini, dia yang tertipu oleh janda cantik yang sangat menggairahkan, bahkan membuat hatinya luluh lantah dan ingin menikahi Rina, ternyata putri dari istri sirihnya selama ini.


Sam menggeleng-gelengkan kepalanya, dia kali ini hanya bisa pasrah menerima kenyataan yang ada di hadapannya.


Sam angkat bicara, "Rin, kenapa selama ini kamu menyembunyikan identitas kamu dari aku?"


Rina hanya bisa tersenyum lirih, kali ini dia tak ingin menjawab pertanyaan pria yang ada di sampingnya.


Sam mendekati Lilyana, "Bisa jelaskan, kenapa kau ada di sini Nyonya? Apakah kau sengaja membuat suasana semakin keruh?!"


Lilyana bergidik ngeri, menatap lekat wajah Sam, yang seolah-olah menyalahkannya atas semua kejadian ini.

__ADS_1


"Apa maksud mu anak muda, apa kau tidak mengetahui siapa wanita yang ada di hadapan kita ini!?"


__ADS_2