
Suasana sejuk saat malam di Perth, tak menghilangkan rasa jenuh Sam saat menghabiskan waktu di sana. Baginya, bisa menjadi suami yang baik bagi gadis kecil, yang merupakan adik tiri dari mantan partner ranjangnya beberapa waktu lalu, sedikit memberi rasa nyaman dan perlahan mampu melupakan semua kenangan bersama Rina sang mantan kekasih.
Tapi malam ini Sambo justru seperti tengah di permainkan oleh gadis kecil itu yang sudah berusia 18 tahun dua bulan lalu, membuat dia harus bertindak cepat sebelum Olivia melakukan hal-hal di luar batas perjanjian rumah tangga mereka.
Sambo melihat mobil sport milik sahabat Oliv, menyalakan lampu sen kendaraannya yang akan memasuki salah satu club' malam, dan sudah di nanti oleh empat pria muda seusia empat gadis yang berada di sana.
Pemandangan itu membuat Sambo menyunggingkan senyuman lirih, tanpa terpancing amarah pada kelakuan wanita muda tersebut.
"Ternyata kamu suka bermain-main gadis nakal ..." gumamnya memarkirkan kendaraan sedikit jauh dari mereka.
Sambo menikmati keindahan club' malam, yang di terangi lampu remang-remang selayaknya diskotik dengan iringan dentuman musik DJ yang biasa mengisi acara di sana.
Disela-sela menikmati keindahan malam, Sambo di kejutkan dengan pemandangan dari kejauhan, seorang pria muda yang dengan mudahnya merangkul bahu istrinya, sambil memberikan sesuatu ke bibir mungil Olivia dan sebotol minuman soda untuk memperlancar pekerjaan pil laknat itu.
Tentu pemandangan tersebut membuat Sambo harus bertindak cepat, sebelum terjadi sesuatu pada gadis muda yang berstatus sebagai istri sahnya.
Sambo mendekati Olivia, kemudian menarik lengan gadis itu ...
Sontak tangan Sambo yang menarik paksa istrinya itu, membuat Olivia yang masih dalam batasan normal sangat terkejut melihat sosok suaminya yang ada di hadapannya.
"Pulang!"
"Bang ...!"
Tangan pria muda yang tadi merangkul bahu Olivia tersebut, menjadi tersulut emosi.
Bagaimana tidak, pria muda yang ternyata anak orang terpandang itu bermaksud lain pada Olivia yang masih tampak polos bahkan sangat lugu.
Pria muda bernama Hendri itu mencekal tangan Sambo dengan gagah berani, selayaknya pria yang akan melindungi seorang wanitanya.
Namun, Sambo yang mengetahui niat buruk Hendri, menghujamkan pukulannya tepat di wajah pria bertubuh kurus tersebut.
BHUUG ...!
BHUUG ...!
"Olivia adalah istri ku! Dan jangan berani-beraninya kamu menggodanya!"
Hendri ternganga lebar, melirik kearah ketiga sahabat Olivia yang berdiri ketakutan mendengar penuturan Sambo yang mengejutkan mereka ...
__ADS_1
"Ooogh shiiit!" pikir mereka bersamaan.
Sambo mendelik tajam menatap satu persatu sahabat sekaligus teman sekolah istrinya, "Kalian pulang sekarang! Atau aku akan melaporkan kelakuan kalian pada pihak sekolah!" teriaknya tegas.
Sementara Olivia hanya takut, namun kini ia dapat merasakan hawa panas yang menyeruak tiba-tiba muncul dari dalam tubuhnya.
"Hmm aagh ..."
Tangan halus Olivia mengusap lembut tengkuk yang semakin terasa panas bahkan membuat bibirnya bergetar merasakan dingin jika di sentuh, namun berhawa panas dari dalam.
Perasaan yang bercampur aduk itu membuat Oliv mendekap lengan Sam, yang menarik paksa untuk membawanya keluar dari tempat laknat tersebut.
Di susul sahabat Oliv, yang takut setelah mendapatkan ancaman dari Sambo.
Namun mereka berpisah, karena Sambo melihat Oliv sudah tidak normal saat menatap kearahnya.
Dengan wajah sangat garang Sam menatap nanar Olivia, yang perlahan mulai mendessah mengusap lembut leher, wajah, bak model iklan sabun yang tidak memiliki perasaan malu.
Sambo mendengus dingin, dia menggendong tubuh Oliv agar segera masuk kedalam mobil, sebelum pihak berwajib datang kearah mereka karena telah membuat onar didalam sana, dan menggangu kenyamanan pengunjung lainnya.
Kaki kiri Sam menekan pedal gas dalam, melajukan kendaraannya membelah keheningan malam menuju apartemennya, sambil merutuki kebodohan sang istri yang masih mudah terpengaruh dengan gaya hidup di sana.
Akan tetapi, Olivia telah melepaskan semua pakaiannya, karena semakin merasa kepanasan di sebabkan pengaruh obat laknat yang di berikan Hendri pada gadis muda tersebut ...
"Aagh ... Please baby ...!"
Sambo menekan pedal rem, membuat gadis itu tersentak seketika dan hampir terbentur di dashboard.
"Apa yang kamu lakukan Olivia!" teriaknya frustasi saat melihat gadis belia itu hanya tersisa underwear yang menutup bagian intinya saja.
Sambo selaku pria normal, yang sangat merindukan kasih sayang semenjak berpisah dari Rina, menelan ludahnya sendiri saat melihat tubuh telanjang Oliv yang telah sah menjadi istrinya dua tahun lalu, masih mengusap-usap tubuhnya sendiri.
Jujur saja imannya semakin tergoda saat Olivia mendekatinya dengan gerakan sensual bak penari erotis.
"Ooogh shiiit!"
Sambo menerima Olivia yang langsung duduk di pangkuannya, kemudian melajukan kendaraannya, karena tidak ingin menjadi bahan tontonan oleh orang lain atas sikap liar Olivia saat berhenti di bahu jalan.
Namun gerakan tubuh Oliv semakin intens mendekap erat Sambo, membuat nafas pria itu semakin tak beraturan ...
__ADS_1
Sam mengeerang saat Oliv mengecup lembut leher kekar pria itu.
"Ahh ... Jangan disini baby, sebentar lagi kita sampai di apartemen," bisiknya lembut saat Oliv mengeluarkan dessahan yang memancing gairah kelaki-lakiannya.
Oliv menautkan bibirnya sendiri, menggigit kecil bibirnya, sambil mengeluarkan lidah merah yang sangat menggoda.
Posisi Olivia yang sejak tadi berada di pangkuannya, membuat Sambo harus tetap berpikir normal, karena tidak ingin berbuat gila di dalam mobil, yang menyebabkan mobil akan bergoyang, dan merenggut kehormatan sang istri dalam keadaan tidak sadar.
Mobil terparkir di basemen apartemen dengan asal. Bergegas Sam meraih baju Oliv, mengenakan mini dress gadis itu, tanpa menghiraukan racauan dan kecupan Oliv yang sangat membangkitkan hasrat bagi Sambo.
"Come on baby, I want to try it. Touch me now, do it ... I'm your's ..."
(Ayo sayang, aku ingin mencobanya. Sentuh aku sekarang, lakukan ... Aku milikmu ...)
Mendengar kalimat itu Sambo, menangkup wajah cantik gadis itu, menatap lekat wajah Olive yang terlihat memohon bahkan menginginkan nya sejak dulu. Sejak usia 16 tahun, bahkan ...
Perlahan Sambo menutup matanya, sesungguhnya dia tidak ingin melakukan ini pada gadis yang sudah menjadi istri sahnya. Namun kali ini bukan dia yang menginginkannya, melainkan Olivia lah yang meminta dengan wajah memerah semu.
Selama mereka menikah, tidak pernah Sambo sedekat ini dengan Oliv, karena merasa lebih baik mereka hanya berteman walau sesungguhnya ada keinginan untuk melakukannya.
Olivia terus mengerang, dengan dada yang tegak menantang, walau ukurannya tak sebesar milik Rina, namun sangat menarik perhatiannya.
Bergegas Sambo merapikan pakaian istrinya, agar mereka bisa turun dan memandikan gadis yang masih dalam pengaruh obat laknat itu.
Namun, saat tubuh keduanya semakin menempel, Olivia langsung mellumat bibir Sambo yang masih berada di hadapannya.
"Hmmfh ..."
Sambo yang mendapatkan serangan mendadak dari Oliv sedikit kaget, namun dapat merasakan sesuatu yang manis pada bibir gadis belia itu ...
Dengan geram Sambo melepaskan ciumannya, benar-benar membuat dadanya bergemuruh, hanya mampu berkata, sambil menatap lekat mata itu dengan geram ...
"Apa kamu yakin akan menyerahkannya malam ini pada ku? Karena aku tidak akan berhenti, Oliv!"
Wajah cantik alami nan sendu itu hanya menganga dan menautkan lagi bibirnya dengan sangat seksi.
Membuat Sam kembali mellumat bibir tipis itu dengan lembut, dengan tangan kekarnya menahan tengkuk Olivia.
"Ahh ..."
__ADS_1