Gairah Janda Rebutan

Gairah Janda Rebutan
Lupakan masa lalu ...


__ADS_3

Matahari bersinar terang menyinari kota besar metropolitan. Dua insan tengah terlelap, dengan posisi tubuh Rina berada dibawah kaki kemudian mendekap kedua kaki Sukenru tanpa sadar. Membuat kaki kanan Rina mendarat di atas dada hingga leher pria oriental tersebut.


Perlahan Sukenru mengerjabkan kedua bola matanya, melihat kaki janda cantik itu sudah mengarah di bawah dagunya.


Pria tampan, keturunan Tionghoa itu tertawa kecil. Menggelengkan kepalanya, menggeser kaki Rina dari tubuhnya. Ia beringsut perlahan, karena sesuatu yang menyesakkan telah terjaga sejak subuh tadi.


Setelah tubuhnya terlepas dari dekapan Rina, Sukenru berlari jinjit menuju kamar mandi. Kali ini dia hanya berfikir waras, tanpa mau menyakiti Rina sebelum mereka menikah secara sah.


Keluarga Sukenru yang membebaskan dirinya, dalam memilih wanita yang terbaik untuk menjadi pendamping. Hanya Amelia yang menjadi pilihan Will, karena mengetahui bibit, bebet, bobot keluarga janda cantik itu, tanpa memandang siapa Rina selama tiga tahun terakhir ini.


Sukenru keluar dari kamar mandi, menyeka rambutnya yang basah, hanya mengenakan celana pendek, baju kaos berwarna putih. Dia mendekati wanita cantik yang masih terlelap itu, mengagumi kecantikan seorang Amelia Anandita Sunaryo di dalam hati.


"Sejak Koko mengenal kamu, baru sekali melihat kamu hancur berantakan. Yaitu di tinggalkan oleh Papa Rudi. Katanya cinta sama Sambo, buktinya kamu enggak mau keluar dari kamar ...! Amel, Amel ... Walau kamu tidak cinta sama Koko, suatu hari nanti kamu pasti sadar, siapa pria yang menjaga kamu. Bersetan dengan cinta, kamu sendiri nyaman sama Koko. Kalau kamu marah, pasti kamu sudah pergi meninggalkan kamar ini ..." tawanya menyeringai di sudut bibirnya.


Sukenru melanjutkan aktivitasnya seperti biasa, dia lebih mendekatkan diri kepada sang pencipta, dengan nyanyian menurut kepercayaannya sebagai seorang yang percaya kepada Tuhan.


Sukenru tumbuh dari keluarga terpandang. Sehingga memberikan peluang padanya untuk mendapatkan wanita lebih baik daripada Rina ataupun Amelia.


Namun pilihannya masih terfokus pada Rina sejak dulu hingga kini, membuat keluarga hanya mengikuti semua keinginan Sukenru.


Sukenru melipat kedua tangannya, menundukkan kepala, sambil berucap, "Amin ..." Ia meletakkan kedua jari jempol dan telunjuk, di kening, kedua bahunya kemudian berakhir di dada dan bibir.


Tanpa Sukenru sadari, Rina menyaksikan Sukenru yang tengah berdoa, kemudian bersiap-siap untuk melanjutkan sarapan pagi, sebelum melanjutkan pekerjaannya.


"Ko ..." panggil Rina dengan suara yang serak namun lembut.


Sukenru menoleh kearah Rina, bergegas dia mendekati janda cantik itu, kemudian bertanya ... "Kamu mau mandi dulu, atau sarapan? Hari ini kamu mau kemana? Koko akan menemani kamu. Kita mempersiapkan semua kebutuhan pemberkatan, membeli cincin kawin, dan besok kita kembali ke Singapura. Semua legalitas pernikahan sudah di urus oleh orang suruhan Papa," jelasnya sambil mengambilkan pakaian ganti untuk Rina di dalam lemari.


Rina masih belum bisa sepenuhnya menerima kenyataan, bahwa Sukenru akan menjadi suaminya.

__ADS_1


"Koko maksa aku?"


Sukenru tersenyum, menjawab pertanyaan Rina, "Enggak ... Koko hanya ingin memberikan yang terbaik untuk kamu."


"Tapi aku enggak cinta sama Koko! Aku cinta sama Sambo!"


Sukenru menghela nafas panjang, mengusap lembut kepala Rina yang masih duduk di ranjang kamar mereka ...


"Sam tidak akan memperjuangkan kamu! Dia hanya mencintai Mama Lidya dan keluarganya. Jangan buang-buang waktu mu hanya untuk seorang Sambo. Jika dia mencintai mu, handphone mu akan menyala 24 jam untuk mencari mu, karena merasa khawatir. Apakah Sam ada menghubungi kamu sejak menghilang darinya?"


Rina menggelengkan kepalanya, menunduk lesu, mengisyaratkan tentang ucapan Sukenru itu benar.


Sukenru melanjutkan ucapannya, "Jadi benarkan? Koko tidak meminta kamu untuk membalas cinta saat ini. Koko hanya ingin menikah dengan kamu, dan kita menghabiskan waktu bersama di Eropa, atau di mana kamu sukai ..."


Rina tertegun mendengar penuturan Sukenru yang tidak merubah keyakinan untuk segera menikahinya.


Pertanyaan yang terlintas dalam benak Sukenru tadi malam kini terlontar dari bibir mungil Rina.


"Koko akan bertanggung jawab sepenuhnya pada kamu. Kita akan menikah, dan bahagia. Koko janji tidak akan membuka semua masa lalu kamu, apapun keadaannya. Bagi Koko kamu wanita yang baik."


Sukenru mengambil kedua tangan Rina, mengecup lembut punggung tangan itu, membuat Rina benar-benar di perlakukan seperti ratu.


"Bagaimana jika semua partner bisnis keluarga Koko mengetahui hubungan aku dengan Sambo, atau Ibhen bahkan Thamrin? Apakah Koko akan meninggalkan aku?"


Pertanyaan yang sangat menggelitik, bahkan terdengar sangat lucu di telinga Sukenru ... Membuat dia hanya tersenyum, mengecup lembut kening Rina ...


"Mandilah, jangan pikirkan yang belum terjadi."


Rina mengangguk pelan, dia beranjak ke kamar mandi, dengan perasaan yang bercampur aduk. Sejujurnya dia tidak pernah memiliki perasaan apapun pada Sukenru selama ini, hanya saja di saat pria itu mengajaknya menikah, janda cantik itu tidak pernah menolak.

__ADS_1


"Aaagh ... Andai saja Papa masih hidup. Pasti dia memberikan aku wejangan yang baik ..."


Semua akhirnya terbayang dalam benak Rina. Jika dia menikah ataupun kabur dari keluarga Sam, yang ternyata merupakan anak laki-laki satu-satunya dalam silsilah keturunan Batak. Walau Lidya Batak, Ibhen Santoso Jawa ... Akan berbeda pola pikir Sambo dalam memperjuangkan pasangannya, jika sudah di tolak oleh Lidya.


Ditambah kenangan Rina bersama Ibhen, akan terus menjadi bulan-bulanan setelah bertahun-tahun dalam menjalani kehidupan berumahtangga.


Karenina meninggalkan Sambo, hanya karena pria gagah itu terlalu posesif, serta menuduh istrinya sendiri berselingkuh. Hal-hal kecil yang awalnya hanya menjadi pertanyaan kecil, membuat Karenina murka, kemudian meninggalkan Sambo dengan mengkhianati pernikahan mereka.


Namun kesalahan kecil itu tidak pernah di ungkapkan oleh Karenina, selama pernikahan bersama Sambo.


Rina keluar dari kamar mandi, setelah 55 menit berjibaku di dalam kamar mandi, membuat Sukenru sedikit khawatir, dan hanya bisa mengintip dari balik pintu kaca, untuk memastikan bahwa janda cantik itu tidak melakukan hal bodoh yang akan menyakiti diri sendiri.


"Ko ..." sapa Rina, saat rambut panjangnya masih tergerai basah.


Sukenru menoleh kearah Rina, "Ya? Kamu mau Koko panggilkan orang salon yang di bawah? Untuk menata rambut kamu?"


Rina menggelengkan kepalanya, dia duduk dihadapan pria yang masih berhadapan dengan laptop.


"Terus kenapa? Koko menyelesaikan beberapa pekerjaan dulu, sebentar lagi kita berangkat, yah? Bagaimana kalau Amel makan dulu, sembari menunggu mall buka. Tadi Koko sudah memesan beberapa pasang cincin kawin, dan Koko yakin bahwa kamu sangat menyukai perhiasan buatan Eropa. Walau sebenarnya lebih bagus mutiara Indo," jelasnya menghidangkan makanan serta teh manis yang baru ia seduh sendiri.


Rina tersenyum tipis, menatap wajah Sukenru yang ternyata memperlakukannya dengan sangat baik ...


"Terimakasih Ko. Amel seperti ratu Koko perlakuan, sekali lagi terimakasih!" tunduknya berkali-kali karena perasaan sungkan.


Sukenru hanya tersenyum, dia tak ingin melihat Rina terus berlarut dalam kesedihannya.


"Makanlah ... Jangan lupa berdoa, Lupakan masa lalu mu, dan maafkan mereka yang pernah menyakiti mu. Selamat datang Amelia Anandita Sunaryo ..."


Sukenru tersenyum sumringah, membuka tangannya lebar, untuk melihat senyuman manis pertama Rina.

__ADS_1


__ADS_2