Gairah Janda Rebutan

Gairah Janda Rebutan
Aset ku


__ADS_3

Suasana duka di hati Amel semakin terasa, saat melihat wajah Lilyana yang masih hidup menjadi simpanan Ibhen kala itu. Tanpa perasaan berdosa, dia memeluk tubuh ramping putrinya saat menyambut janda cantik itu kembali ke rumah.


"Ma, dia itu siapa? Kenapa semenjak Papa pergi, Mama menjadi wanita murahan seperti ini!?" teriaknya lantang pada sang Mama ...


PLAAAAK ...!


"Auugh ..."


"Jaga ucapan mu, Mel! Mama begini karena persaingan bisnis!"


"Apa? Persaingan bisnis sampai ke ranjang? Sehingga mengorbankan perasaan aku? Mama egois! Egois!!!"


"Hooh ... Egois kamu bilang? Papa kamu yang tidak pernah memiliki perasaan pada Mama, sehingga merahasiakan semua keuangan yang Papa miliki! Apa kamu tahu itu?!"


Lilyana tak bisa menahan emosinya kala itu, meninggalkan putrinya dengan kelukaan penuh dendam.


Abu yang masih berada dalam pelukannya, membuat Amel memutuskan untuk meninggalkan semua, tanpa sepengetahuan siapapun dengan menutupi identitasnya, mengincar dua pria yang telah menghancurkan kebahagiaan keluarganya kala itu.


Amel membawa abu Rudi Sunaryo kembali ke Jakarta, dan meletakkan di vihara yang berada di kota metropolitan.


Rina Amelia, berusia 30 tahun, itulah identitas palsunya selama ini, yang di ketahui oleh Thamrin juga Ibhen.


Namun sesungguhnya, identitas aslinya Amelia Anandita Sunaryo, berusia 24 tahun.


Semua tertata dengan rapi sesuai rencananya selama ini, membuat kedua pria itu benar-benar tergila-gila dengan pesona seorang Rina.


Gairah mudanya yang menggebu-gebu membuat Thamrin selaku bosnya, tunduk pada wanita itu. Janda yang sangat hot jika berada di ranjang peraduan, tanpa memperdulikan perasaannya sebagai wanita terhormat.


Dendam, hanya kalimat itu yang ada dalam benak janda itu, untuk membalaskan semua rasa sakitnya setelah kehilangan sang Ayah Rudi Sunaryo beberapa tahun silam.


.


Sam mengejar Rina, wanita yang dia ketahui lemah dan manja padanya. Namun, janda cantik itu tak menghiraukan panggilannya ...


"Rina! Stop!"

__ADS_1


Hardik Sam dengan suara baritonnya.


Langkah Rina terhenti seketika, perasaan cinta yang begitu dalam di hatinya untuk Sam, membuat dia semakin tak kuasa untuk pergi meninggalkan pria yang selama ini baik padanya.


Rina menoleh kearah Sam, tersenyum dengan air mata yang tak berhenti mengalir dari mata indahnya ...


"Aku mencintaimu! Tapi aku tidak ingin kamu terluka karena dendam ku! Maafkan aku ...!"


Rina berlalu meninggalkan Sam, menekan tombol lift, tak menghiraukan panggilan pria yang memohon agar janda itu tidak meninggalkan nya.


Sam dilema diantara dua pilihan, saat melihat tubuh sang Papa masih terbaring di lantai restoran, menunggu pihak rumah sakit untuk membawa Ibhen ke rumah sakit.


Tubuh gagah itu seketika melemah, saat melihat jandanya pergi meninggalkan gedung perkantoran tersebut. Kali ini Sam benar-benar harus berjuang dan dapat merasakan apa yang dirasakan janda cantik itu beberapa tahun silam.


Sam menantang Lilyana yang terus menangis memeluk tubuh Ibhen, "Katakan padaku, apakah benar Rina itu Amelia Anandita Sunaryo? Dia yang telah menggelontorkan dana pada ku! Apa benar?! Jawab aku Nyonya! Jangan buat aku bingung bahkan tidak dapat berfikir jernih!" sesalnya berapi-api.


Lilyana berdiri tegak, menatap Sambo dengan tatapan penuh dendam, bahkan membenci putra kesayangan Ibhen karena telah menyembunyikan putrinya selama ini.


"Berarti kau yang telah mencuci pikiran putri kesayangan ku! Dia itu aset ku! Dia yang memiliki semua akses untuk mencairkan dana peninggalan suamiku! Kalau benar Rina merupakan Amelia Anandita Sunaryo, apa peduli mu! Dia yang telah merebut Ibhen dari ku! Amel harus bertanggung jawab, atas semua ini!" tegasnya.


Tubuhnya bergetar hebat, dia meratapi nasib percintaannya yang tidak pernah mudah.


"Tuhan, bagaimana mungkin aku harus bersaing dengan Sukenru! Dia merupakan orang nomor satu di Singapura untuk menjalani semua proyek disini ... Apa yang harus aku lakukan! Aku benar-benar jatuh hati padamu. Apa yang harus aku katakan pada Mama tentang wanita ku. Dan ternyata dia juga pemilik saham mall interior yang aku miliki. Sial ... Pantas saja Rina tidak pernah menunjukkan identitasnya! Kini semua belum terlambat, aku harus mengejar Rina, dia harus menjadi milikku ... Rinaaa ..."


Sam berlari kencang meninggalkan Ibhen, baginya masa depan bersama wanita cantik itu hal paling utama.


Tak ingin berdebat dengan wanita yang masih histeris saat tubuh Ibhen mendapatkan bantuan dari pihak rumah sakit, dan membawa pria paruh baya itu untuk mendapatkan pertolongan pertama.


Karma, mungkin itu yang pantas untuk Ibhen. Karena dialah biang kerok penyebab kematian Rudi Sunaryo.


.


Rina bergegas menghentikan taksi, yang dia hubungi melalui security gedung, dengan deraian air mata.


Sakit, hanya kalimat itu yang dapat keluar dari bibir mungilnya. Dia harus menerima kenyataan, bahwa status dirinya harus terbongkar dengan hadirnya Lilyana.

__ADS_1


"Berarti selama ini Mama masih menjalin hubungan dengan Bang Ibhen. Apa maksudnya? Kenapa Mama tidak pernah berubah hingga saat ini! Dimana anak yang di katakan Papa saat itu? Aku harus menyelamatkan adik tiri ku, dari perbuatan jahanam Mama ..."


Tangannya menggeram, meremas kuat tas kecil yang ada di hadapannya.


Sementara itu, handphonenya kembali berdering ...


"Sukenru ...?"


Tanpa berpikir panjang, Rina menjawab panggilan telepon dari seberang sana ...


["Halo Ko ..."]


["Kamu kenapa, Mel? Sam menghubungi aku, katanya kamu mengenalnya! Apa benar ...?"]


Rina menangis sejadi-jadinya, dadanya terasa sangat sesak, bahkan dia tak kuasa menahan teriakannya diatas taksi. Membuat sopir taksi, melihat Rina melalui kaca spion tengah.


["Ya ... Koko bisa jemput aku? Kita bicara di sini. Saat ini aku akan menuju hotel keluarga Koko. Aku tunggu Koko disini."]


["Baiklah. Karena sudah lama juga kita tidak bertemu, kan? Hampir tiga tahun. Dan Koko hanya mendengar kabar kamu melalui Mama yang sudah lama kehilangan kontak kamu."]


Rina tak ingin berbasa-basi lagi dengan Sukenru. Saat ini dia hanya ingin beristirahat, tanpa memikirkan bagaimana keadaan Ibhen.


Akan tetapi, dia masih terbayang wajah Sambo. Pria yang sangat baik dan sayang padanya.


Tanpa berpikir ulang, Rina mengirimkan pesan pada Sam ...


["Datanglah ke hotel keluarga Sukenru! Aku ingin bicara dengan mu! Tanpa pengawalan, ataupun pihak ketiga ..."]


Hanya pesan itu yang mampu Rina kirimkan pada Sambo yang dilanda kepanikan.


Seketika Sam yang tak tahu mesti kemana mengarahkan kendaraannya, bergegas membaca pesan yang di kirim oleh wanita yang dia cintai.


"Rina ... Aku akan datang sayang! Aku tidak peduli apa status mu saat ini. Aku mencintaimu, dan aku akan berjuang untuk hubungan kita, pernikahan kita ... Aku tidak ingin siapapun merebut mu, bebeb ..."


Bergegas Sambo memacu kecepatan mobilnya, menembus kemacetan yang semakin memuakkan pemandangannya, membuat dia terlihat bodoh hanya karena nama cinta ...

__ADS_1


"Aaagh ... Aku mencintaimu Rina ..."


__ADS_2