
"Apa kamu yakin akan menyerahkannya malam ini pada ku? Karena aku tidak akan berhenti, Oliv!"
Wajah cantik alami nan sendu itu hanya menganga dan menautkan lagi bibirnya dengan sangat seksi.
Membuat Sam kembali mellumat bibir tipis itu dengan lembut, dengan tangan kekarnya menahan tengkuk Olivia.
"Ahh ..."
Tak menunggu lama, Sam kembali membuka mini dress milik Oliv, yang semakin mendesaknya untuk segera melakukan hal itu ...
"Not here baby ..." (Tidak di sini sayang)
Sambo menggendong tubuh Olivia yang semakin lama semakin membuat dirinya terbuai dan merasa geli sendiri saat gadis itu semakin meracau, bahkan semakin aktif untuk segera membuka pakaiannya kembali.
"Touch me now baby ... Please ..."
Seorang pasangan muda, hanya tersenyum melihat tingkah Olivia yang meringkuk didada bidang Sam dengan mengendus lembut, mencari keberadaan bibir suaminya.
"Baby ... Please kiss me ..."
Errangan Oliv semakin menggila, membuat tubuh kekar Sambo merespon lebih cepat.
Pintu lift terbuka, bergegas Sambo membawa Olivia menuju apartemen mereka.
Tanpa pikir panjang Sam membawa gadis muda itu ke kamar pribadinya, karena tidak ingin terjadi sesuatu pada Oliv jika ditidurkan di kamar gadis itu.
Saat Sam meletakkan tubuh gadis itu di ranjang, seketika Olive mengalungkan tangannya di leher kekar pria yang sejak tadi masih berpikir waras tersebut.
"Baby, please ... Hold me now ..."
Mendengar errangan Olive, Sam benar-benar mellumat bibir gadis belia itu.
Sam sangat sulit untuk menghindari gadis yang ternyata lebih agresif malam ini, yang terus meminta dan memohon padanya.
Pria dewasa yang sangat berpengalaman dalam membahagiakan wanita, karena status dudanya kala itu, membuat dia mengetahui bagaimana caranya membuat wanita dalam pengaruh obat laknat itu.
Bibir manis yang sangat menggairahkan bagi Sam, dengan lembut pria itu memberikan kebahagiaan pada Olive. Ia tahu ini yang pertama kali bagi istrinya, namun memberikan suatu yang berbeda.
Pernikahan, hanya ikatan itu yang membuat perasaan semakin tumbuh dengan sendirinya.
Olive menggeliat liar, berkali-kali mengerrang saat Sam telah bermain di punuk kenyal wanita yang telah menjadi istri sahnya.
"Ahh ..."
__ADS_1
Dessahan dan errangan Olive semakin indah terdengar di telinga Sam, membuat pria itu memberanikan diri untuk membuka penghalang mereka.
Rengekan manja seorang gadis yang memohon padanya, membuat Sam benar-benar ingin memiliki Olive seutuhnya.
"Baby ... Ini yang pertama buat kamu, apa kamu yakin ..." bisik Sam lembut ditelinga Olive.
Wajah gadis cantik yang berada dibawahnya mengangguk berat, dengan tatapan penuh harap. Entah apa yang Oliv rasakan malam ini, yang pasti dia ingin merasakan hangatnya sentuhan tangan pria yang selangkah lagi akan membawanya menjadi wanita dan istri yang sempurna.
Sam mengusap lembut wajah cantik Olive, miliknya telah berada di pintu lembah surga yang terasa basah sejak tadi. Dengan satu kali hentakan yang perlahan membuat gadis itu menggeliat, meremas bahkan menggigil dan menggigit kuat bahu Sam ...
Oliv berusaha mengatup kedua pahanya, namun ditahan oleh Sam, secara refleks.
"Ahh ... Sa-sa-sa-sakit banget hmm ..."
Sambo mellumat bibir istrinya, memberikan kenyamanan dalam sesaat, sebelum menggerakkan pinggulnya.
Bahu Sam yang terasa sangat sakit, namun tak sebanding dengan rasa sakit yang dirasakan Oliv, saat kulit halus terdalamnya di robek paksa, membuat tubuh itu bergetar hebat.
Nafasnya masih menderu, keringat dingin Olive semakin terlihat, membuat Sam mengusap lembut wajah cantik itu berkali-kali.
"Kamu milik ku, baby! Sampai kapanpun kamu akan tetap menjadi milik ku!" kecup Sam mengayuh perlahan di bawah sana.
Air mata yang membasahi sudut mata Oliv, membuat pria itu kembali mengecup dan memberikan rasa yang berbeda dengan penuh perasaan sayang.
Sam merasakan miliknya di cengkram kuat, membuat ia seperti akan meledak, karena sesuatu yang merasakan milik Olive semakin mengkedut dan merremas kuat dibawah sana, membuat ia memompa lebih cepat.
"Olive ..." Sam menatap lekat wajah indah saat mengayuh ketika hasrat yang sudah membuncah di kepala, "Ahh ...!" Sam menyentak beberapa kali, hingga akhirnya menelungkup di atas tubuh indah Oliv.
Peluh kedua-nya membasahi sekujur tubuh, menempel pada anak rambut, sambil mengatur nafas yang masih menderu.
"I love you baby ..."
Olive tertidur di dekapan Sam, pria yang selama ini ia cintai, membuat mereka hanya bisa menikmati keindahan hubungan dalam ikatan pernikahan.
Sam mengecup lembut kening Olive, melihat wajah cantik yang mendengkur kecil setelah mendapatkan apa yang menjadi inginnya malam itu.
Senyuman Sam berubah, dia benar-benar menatap lekat wajah cantik Olive yang lebih mirip dengan Rina.
"Ternyata kamu benar-benar mirip dengan Rina, baby. Aku berjanji akan memberikan apapun yang kamu inginkan," peluknya mendekap tubuh ramping itu semakin erat.
Kedua-nya terlelap masuk kedalam mimpi indah mereka.
.
__ADS_1
Pagi menjelang, matahari bersinar terang, menyinari kota Perth, yang menjadi saksi kisah perjalanan rumah tangga Sam dan Olive.
Perlahan Olive mengerjabkan matanya, merasakan ada yang berbeda pada tubuhnya. Perih, sakit terutama di bagian intinya.
"Aaagh!" pekik Oliv di telinga Sam, saat melihat wajah pria yang dia anggap Abang selama di sana.
Sambo terlonjak seketika, mengusap wajahnya berkali-kali, melihat gadis kecil cantik itu menangis tersedu-sedu.
Sam bertanya heran, "Baby ... Kamu kenapa? Bukankah kamu yang memintaku melakukan hal itu tadi malam?"
Lagi-lagi pekikan Oliv semakin kuat terdengar, "Aaagh!!! Abang apain Oliv? Kita ... Abang jahat, Abang tega sama Oliv, Abang bilang enggak akan nyentuh, tapi apa? Abang bohongin Oliv!" sesalnya.
Sam yang mengetahui ini akan terjadi, hanya mengusap lembut punggung telanjang istrinya. Mengecup lembut punggung Oliv, mendekap erat tubuh ramping wanita sahnya.
"Kamu kenapa? Bukannya tadi malam kamu yang meminta? Toh enggak ada salahnya, kita sudah menikah dan akan terus bersama ..."
Olivia menangis keras, bagaimana mungkin dia akan merebut hati Sam, sementara pria itu masih mencintai kakak tirinya.
"Abang jahat, Abang jahat!"
Hanya kalimat itu yang keluar dari bibir mungil seorang Olivia, membuat Sam hanya bisa tersenyum manis.
"Tenanglah, tidak ada yang salah bukan? Kita sudah menikah, bahkan kita akan terus bersama. Terimakasih, kamu telah memberikan kebahagiaan pada Abang. Abang akan bertanggung jawab penuh atas kamu. Berubahlah, menjadi istri yang baik buat kita, keluarga kecil kita ..."
Olive menunduk malu mendengar permintaan suaminya, mengangguk pelan dalam dekapan Sam. Kali ini ia tidak ingin berdebat, karena hasratnya kembali terasa.
"Banghh ..."
"Hmm ..."
"Again ..."
"What ... Are you sure baby?"
(Apa, apa kamu yakin sayang)
Olive mengangguk, meminta Sam untuk segera mengunjungi lembah surganya dalam keadaan setengah sadar.
Sambo selaku pria normal, yang memiliki rasa tanggung jawab, namun posesif, memberikan apa yang menjadi keinginan gadis kecil itu.
"Promise me, that you will always be loyal to me, Olivia!"
(Berjanjilah pada ku, bahwa kamu akan selalu setia pada ku, Olivia)
__ADS_1
Olivia mengangguk memeluk erat tubuh yang selama ini dia inginkan, "Ternyata jodoh mu aku, bang! Ahh ..."