Gairah Janda Rebutan

Gairah Janda Rebutan
Membawa abu Papa


__ADS_3

Lilyana bergidik ngeri, menatap lekat wajah Sam, yang seolah-olah menyalahkannya atas semua kejadian ini.


"Apa maksud mu anak muda, apa kau tidak mengetahui siapa wanita yang ada di hadapan kita ini!?"


Sam tertawa kecil, mendengar pertanyaan Lilyana yang menganggap dirinya tidak mengetahui siapa Rina.


"Bisa jelaskan siapa wanita yang berstatus putri kesayangan mu ini Nyonya? Benarkah kau merupakan istri dari Rudi Sunaryo? Dan wanita ini bernama Amelia Anandita Sunaryo?!" bentaknya berapi-api tanpa mau melihat pada Rina yang masih mengusap pipi kanannya yang masih terasa sangat panas.


Lilyana mundur perlahan, dia mengalihkan pandangannya kearah Ibhen, melihat Sambo sudah tersulut emosi, dengan rahang menggeram garang.


BHUUUUG ...!


Tubuh Ibhen yang tak kuasa menerima kenyataan pahit ini, seketika tubuh paruh baya yang masih terlihat kekar itu ambruk ke lantai restoran, membuat Lilyana begitu juga Sam tampak panik.


Sambo berteriak keras, meminta pihak restoran segera menghubungi ambulans.


"Tolong hubungi rumah sakit! Minta kirim ambulans kesini!" perintahnya.


Berbeda dengan Rina, wanita itu tidak beranjak dari tempat awal berdiri, karena tujuannya hanya satu ... Apa yang ia rasakan beberapa tahun silam, harus di bayar mahal oleh Ibhen, "Lebih baik jika putra mu merasakan apa yang aku rasa beberapa tahun silam tua bangka ..."


Sambo, yang melihat janda cantik itu masih tidak bergeming, semakin kesal ... Melihat Rina sama sekali tidak memiliki empati ataupun perasaan.


"Beb ... Tolong aku! Jangan sampai Papa kenapa-kenapa!"


Rina tersenyum sumringah, "Aku tidak ada urusan dengan pria yang masih menyimpan wanita laknat itu! Selamat siang, Sam!"


Rina berlalu meninggalkan restoran, namun Sam tak ingin kehilangan janda cantik yang masih belum menjelaskan siapa dirinya.


Sambo hanya menerka-nerka identitas Rina, menyesuaikan nama pria yang menjadi partner bisnis keluarga Sukenru beberapa tahun silam, yang memiliki aset berlimpah ruah, membuat Ibhen dan Thamrin mencari tahu siapa Rudi Sunaryo kala itu.


Persaingan bisnis antara mereka, dapat dikatakan unik, karena keterlibatan Lilyana dalam bisnis yang di geluti mereka.


Skandal Ibhen dan Liliyana membuat Lidya sebagai istri sah sekaligus Ibu kandung Sambo, hanya bisa mengurut dada, wanita yang memiliki profesi sebagai ibu rumah tangga, hanya bisa menghabiskan waktunya di rumah, dan pusat perbelanjaan.


Alasan bisnis, membuat Ibhen terlena sehingga menikahi Lilyana, hingga melahirkan Olivia.


.


Flashback ...

__ADS_1


"Siapa pria ini Lyana!"


Rudi berdiri dihadapan istrinya juga Ibhen yang masih bertelanjang bulat.


Ia memergoki pasangan itu di sebuah kamar hotel berbintang, tengah mereguk kebahagiaan, membuat harga dirinya sebagai suami terinjak-injak, bahkan hatinya hancur setelah menerima pengkhianatan dari Lilyana.


"Pa ... Mama bisa jelaskan!"


Lilyana hanya bisa menutup tubuhnya menggunakan sehelai selimut yang berada di dalam kamar hotel.


Seketika Rudi hilang kendali dalam mengontrol emosinya, dia melayangkan tamparan keras di wajah sang istri ...


PLAAK ...!


"Aaauugh ..."


Ibhen yang tidak terima Lilyana di perlakukan kasar seperti itu menggeram, menghujamkan pukulannya tepat didada Rudi.


BHUUG ...!


Pukulan yang tak tahu dari mana arahnya, membuat Rudi terjerembab di lantai kamar hotel, di saksikan beberapa pihak hotel, yang menemani Rudi kala itu, setelah menerima bayaran semua biaya pengerebekan dengan harga tinggi.


Pria yang berstatuskan suami sah Lilyana dinyatakan koma di tempat, karena pukulan Ibhen tepat melukai dada sebelah kirinya.


Rasa khawatir Amel melihat kondisi sang Papa, yang ingin putrinya menikah agar memiliki kesempatan untuk menikahkan anak kandungnya, di sisa usianya yang hanya bisa di hitung dengan tangan, tanpa banyak bicara gadis belia itu menerima pinangan Boni.


Seorang bocah lugu SMU berusia 17 tahun, membuat mereka berdua tak memahami apa artinya pernikahan tanpa cinta dan perasaan.


Amel memutuskan untuk berpisah dari Boni, karena pria itu masih belum berani menyentuhnya, membuat mereka berpisah secara baik-baik.


Amel menyandang status janda perawan dengan alasan ingin membahagiakan sekaligus merawat Rudi sang Papa.


Cukup lama Amel, menjalani kesehariannya sebagai seorang wanita muda yang berstatuskan janda, membuat dia jatuh hati pada pria bernama Bambang, yang merupakan tetangganya.


Rudi tersenyum sumringah, saat menatap anak gadisnya menemukan tambatan hati.


Mereka menetap dikawasan elite Bogor, di sebuah mansion megah milik Rudi, yang hingga kini, masih terawat atas perintah wanita yang mengubah statusnya menjadi Rina Amelia.


Akhirnya Rudi Sunaryo mengalami koma, sehingga Amel memutuskan untuk membawa sang Papa ke Singapura untuk menjalani perawatan di apartemen milik mereka, di temani pria oriental merupakan anak sahabat sang Papa, Paman Will Sukandar.

__ADS_1


Memiliki putra bernama Sukenru, yang sejak awal hanya berteman baik dengan Amel, karena memiliki usia tidak terpaut hanya beberapa tahun.


Namun status wanita itu sebagai istri Bambang, membuat mereka seperti adik dengan kakaknya, tanpa memiliki perasaan.


Akhirnya ...


Rudi Sunaryo tak dapat di selamatkan, karena ginjal yang tidak dapat berfungsi, jantung yang semakin lama semakin menyesakkan, membuat dia harus menjalani cuci darah selama tiga bulan di Singapura, setelah menjalani operasi pemasangan ring pada jantung kala itu.


Kesibukan Amel merawat sang Papa, membuat Bambang selaku suami berang, karena tak di acuhkan.


Sehingga pada satu malam yang mencekam, Rudi mengeluarkan darah segar, membuat Amel tampak khawatir.


Amel menangis sejadi-jadinya di pelukan Sukenru, karena Bambang memilih meninggalkannya kembali ke tanah air, dalam kondisi genting seperti ini.


Amelia, berada ditepian jurang berkabut kelam berselimut duka, berkali-kali dia mengusap wajahnya, berharap akan ada secercah harapan agar Rudi dapat diselamatkan, namun semua di luar dugaannya, takdir berkata lain dan enggan berpihak padanya.


Rudi pergi meninggalkan Amel putri kesayangan untuk selamanya. Tanpa Lilyana, tanpa Bambang, tanpa siapapun selain Sukenru dan keluarganya.


"Papa!!!" teriakkan Amel menggema dalam kelukaan.


Wanita itu seperti kehilangan kepaknya untuk terbang menikmati keindahan dunia, seperti yang di janjikan Rudi padanya kala itu.


Kedekatan Amel dan Rudi, membuat putri kesayangannya bak putri raja yang manja, tak pernah kekurangan dari kemewahan.


Sukenru yang masih menjalani masa kuliahnya di London Inggris, membuat mereka berpisah, setelah masa kremasi jenazah Rudi Sunaryo di Singapura.


"Tidak ada pilihan, aku harus kembali untuk mengurus semua ahli waris yang tidak akan aku berikan pada wanita laknat itu ...," dialah Lilyana.


Amelia kembali ke mansion miliknya, namun mertuanya yang tidak memiliki perasaan kala itu sudah berada disana, untuk menghina, menginjak-injak harga dirinya sebagai anak yang tidak tahu balas budi pada seorang Ibu.


Amel bertanya dihadapan mertua yang berkacak pinggang menyambutnya begitu mereka bertemu, "Ooogh apa maksud Mami? Mengatakan Amel anak durhaka?"


Lasmi sebagai mertua Amel menyunggingkan senyuman tipis, dengan wajah penuh kebencian, "Yah ... Mama kamu tukang selingkuh itulah yang mengatakan pada Mami. Bahwa kamu tidak pernah peduli dengannya! Bisa-bisa anak kesayangan Mami menderita sama kamu, karena kamu tidak mementingkan suami. Kamu malah memikirkan Rudi yang punya istri dimana-mana! Keluarga apa ini, Bambang ... Kamu ceraikan saja wanita ini! Lagian semua harta mereka, akan di sita Bank! Tidak ada yang tersisa untuk wanita ini!"


Ucapan Lasmi membuat dada Amel tersulut emosi, dia tidak ingin melanjutkan pernikahannya dengan Bambang putra yang tidak memiliki pekerjaan tetap. Bahkan selama pernikahan masih Rudi yang membiayai semua kebutuhan Amel putrinya.


"Ceraikan aku! Ceraikan!!!"


Amel meminta dengan hardikan dihadapan Bambang, tanpa mau berbasa-basi dengan Lasmi sang ibu mertua yang tidak memiliki perasaan.

__ADS_1


"Dasar anak durhaka! Ngaku orang kaya, ternyata semua hartanya milik Bank !" tawa Lasmi menarik tangan putranya, membawa Bambang meninggalkan kediaman Amelia.


"Aku akan membalaskan dendam ku! Kalian akan menyesal telah menghina dan mengkhianati aku ...! Ma ... Amel akan pulang, membawa abu Papa menjalani prosesi larungan. Tapi setelah ini, jangan pernah bertanya Amel kemana ..."


__ADS_2