Gairah Janda Rebutan

Gairah Janda Rebutan
Cluster Adem Sari ...


__ADS_3

Kedua insan yang tampak akrab itu, tiba di salah satu perumahan cluster yang sangat sejuk dan tenang. Pemandangan hijau, bahkan jauh dari hiruk pikuk kota.


Sam tengah melihat-lihat rumah yang di desain minimalis, sangat cocok untuk keluarga kecil, karena memiliki tiga kamar, dua kamar yang berada di lantai atas, satu kamar di lantai bawah sebagai kamar utama. Ruang tamu yang sangat menarik perhatian, karena memiliki pencahayaan yang cukup dan pentilasi udara yang cukup.


Sam bertanya pada salah satu marketing perumahan yang sangat baik juga ramah, "Tipe ini berapa harganya, Mba?"


Marketing bernama Serly itu melihat brosur yang ada di tangannya, "Ini tipe 120, harganya 1,1 milyar. Sama interior 1,2 milyar, dan sangat ekslusif. Bapak sama Ibu tinggal bawa koper saja. Semua di luar biaya pajak BPHTB dan biaya KPR yah, Pak ..." senyumnya ramah.


Sam menoleh kearah Rina yang tengah mengagumi lampu hias yang sangat mewah, dan menarik.


Pemuda tampan itu melilitkan tangannya ke perut ramping janda muda itu, tentu ini kali pertama mereka harus memerankan drama sebagai pasangan suami istri yang paling romantis.


Rina menggeram, "Jangan pernah mengambil kesempatan, yah? Aku tidak menyukai caramu," cubitnya pada tangan kekar Sam.


Sam sengaja mencium aroma leher Rina yang sangat menggairahkan, dia ingin sekali mencium dan menikmati leher indah yang sangat menggoda.


"Bukankah ini permintaan mu? Nikmati saja sesuai rencana awal mu ...!" tawanya menyeringai kecil.


Rina mendengus, dia melepaskan tangan Sam, membalikkan tubuhnya, menoleh kearah Serly.


"Hmm bagaimana, Pa? Aku suka sama rumah yang ini, aku enggak mau blok yang lain. Nomor rumahnya A-8, Cluster Adem Sari, dan aku sangat senang berada di sini. Dekat sama supermarket, bahkan di sebelah kolam renang ..." ucapnya melanjutkan peran.


Serly tersenyum sumringah, "Rencananya mau menggunakan Bank apa Ibu untuk KPR-nya?" tanyanya lagi.


Rina memberi kode pada Sam, agar tidak menjelaskan cara pembayaran mereka.


Sam menoleh kearah Serly, sesekali melirik pada Rina yang masih menggandeng jemarinya, "Cash keras. Kami minta harga spesial! Jika kamu bisa memberikan harga 850 juta, hari ini kita transaksi," tegasnya mengusap lembut kepalanya.


Seumur hidup mereka berdua, baru kali ini mereka membeli rumah walau tidak mahal, namun terkesan mewah. Kesan minimalis namu memiliki kemewahan yang sangat menakjubkan.

__ADS_1


Sam melihat brosur, tanpa sengaja matanya tertuju pada sebuah nama Fransiskus. Keningnya mengerenyit memandangi Serly selaku marketing.


Dia bertanya penasaran, "Apakah perumahan ini milik Fransiskus?"


Serly mengangguk meng'iya'kan, "Iya Pak! Apakah Bapak mengenal owner kami?"


Rina menatap wajah tampan Sam penuh selidik, "Apa kamu mengenalnya?" tanyanya penuh selidik.


Sam merangkul bahu Rina, dia akan terus memanfaatkan situasi. 'Kali ini aku akan membawa wanita ini untuk berpura-pura menjadi istri ku! Karena karena dia aku kehilangan Karenina ...!' gumamnya dalam hati.


"Baik bawa aku untuk bertemu dengan Pak Frans," pintanya lembut.


Mereka meninggalkan rumah tersebut, menuju kantor pengelola, yang terletak tidak begitu jauh dari rumah yang akan mereka ambil.


Sepanjang jalan Rina hanya berceloteh mengagumi keindahan di sana, berbeda dengan Sam. Dia sedikit berpikir bagaimana jika Frans mencari tahu tentang janda cantik itu.


Sesungguhnya Frans merupakan mantan kekasih Karenina semasa sekolah, dan kembali menjalin hubungan terlarang, walau akhirnya berpisah kembali dan menghilang dari kota itu.


Mendengar nama Sam, membuat Frans mengurungkan niatnya untuk turun dari lantai dua ruangannya, namun karena rasa penasaran dari perkataan Serly bahwa buyer kali ini sangat mengenal nya, membuat dia bergegas turun ke lantai bawah.


Betapa terkejutnya Frans, saat melihat Sam membawa wanita lebih cantik dari mantan istrinya Karenina.


Sam merangkul bahu Frans, mengenalkan status Rina pada pria mata keranjang tersebut.


Rina tersenyum, memeluk mesra tubuh Sam, kembali menatap sopan pada Frans.


"Kejutan luar biasa, kamu datang ke kantor aku! Apa gerangan, sehingga kau datang ke proyek ku?" tanyanya sesekali melirik pada Rina. Mengagumi gundukan yang menggiurkan, lekukan pinggul yang sangat menggoda iman.


Sam tersenyum tipis, melihat reaksi musuh dalam selimutnya mengagumi kesempurnaan Rina yang jauh dari Karenina.

__ADS_1


"Ehm, istriku sangat menyukai rumah A-8. Aku minta harga spesial, agar kami bisa tinggal di sana secepatnya. Mungkin dalam bulan ini, kami akan menetap di sini," jelasnya.


Bola mata Rina membulat seketika, menatap lekat kearah Sam, agar tidak menjanjikan apapun saat ini.


Frans tersenyum sumringah, dia merasa sangat senang, bertanya karena sangat mengetahui bagaimana Sam jika sedang melakukan transaksi jual beli, "Baik, berapa harga penawaran mu?"


"850 juta, cash keras! Kita ke notaris sekarang!" tegasnya.


Sontak wajah Frans mengerenyit, memandangi Serly dan Sam bergantian. Menggelengkan kepalanya, tanda tidak setuju.


"Jangan segitu dong, kamu tahu sendiri kualitas aku dalam membangun. Itu anti gempa, dan aman, karena dinding menggunakan cat terbaik nomor satu. Lampu kristal, jangan segitu. Jika kamu mau kita kasih harga spesial 1.50 milyar. Semua aku gratiskan!" ucapnya.


Sam menggeleng, dia menoleh kearah Rina memberi kode agar merengek padanya ...


Rina yang sangat pintar memerankan sandiwara, merangkul manja di bahu Sam, menatap wajah Frans yang masih sibuk menghitung dengan kalkulator yang berada di hadapannya.


"Hmm, 850 juta tidak mau, saya menaruh harga hanya sampai 875 juta. Jika Anda tidak mau, kami akan ke perumahan sebelah. Karena di sebelah, pasti lebih murah. Karena ini kami beli untuk investasi, dan weekend. Biasanya kita di apartemen, kan Pa?" jelasnya manja.


Mendengar suara Rina yang mendayu-dayu serak-serak basah, membuat Frans tak kuasa berkata tidak atas permintaan wanita cantik yang ada di hadapannya.


Frans menggelengkan kepalanya, "Hmm, baiklah! Aku akan memenuhi semua keinginan mu, Nyonya Sam! Kapan kita akan melanjutkan transaksi ini! Apakah ada permintaan lain?" tanyanya menatap Rina.


Rina menggeleng manja, dia menoleh kearah Sam, menatap mata pria yang bertatapan dengannya. Tersirat sesuatu yang sangat berbeda, saat mata mereka saling menatap dan menyapa.


Tanpa sengaja, Sam mengecup lembut kening Rina dihadapan Serly dan Frans.


Rina yang tak kuasa menahan rasa bahagianya, menepuk pelan dada Sam. "Jangan romantis-romantis di sini. Nanti teman kamu cemburu," tawanya menutup rasa gugupnya.


Sam tersadar, wajahnya tampak kaku, sesekali melirik kearah Rina yang benar-benar sempurna. Wajah halus dan lembut, bahkan sangat menggoda iman siapa saja yang berada di dekatnya.

__ADS_1


"Pantas saja Papa sangat menyukai wanita ini. Ternyata dia benar-benar menggairahkan ..."


__ADS_2