Gairah Janda Rebutan

Gairah Janda Rebutan
Anak


__ADS_3

Dua tahun berlalu ...


Rina menikmati keindahan menjadi seorang istri dari Sukenru. Seumur hidupnya baru kali ini dia merasakan bahagia yang sangat berbeda menjalani rumah tangga di Melbourne Australia.


Restoran Asia yang berkembang pesat saat berada di negara kangguru itu, memberikan kebahagiaan luar biasa. Di tambah kesuksesan bisnis Sukenru yang semakin berkembang pesat di Indonesia, membuat mereka berencana untuk kembali ke Jakarta.


Rina memeluk lengan suaminya erat, saat berada di pesawat pribadi Sukenru. Kali ini dia tidak ingin terlepas dari pria oriental itu, saat jet pribadi akan mendarat di Jakarta.


"Ko ..."


"Hmm ..."


"Kita enggak ke Bandung, kan? Aku enggak mau ketemu sama Mama. Karena sesungguhnya aku tidak ingin bertemu dengan masa laluku!"


Sukenru yang mendengar penuturan istrinya, hanya tersenyum sumringah kemudian berkata ...


"Jangan pernah takut akan apapun saat ini. Bagi Koko, kamu sudah berhasil menjadi wanita yang lebih baik, sebagai istri dari Sukenru Sutandar," kecupnya lembut pada puncak kepala Rina.


Rina termangu. Pipinya mengembung, karena sejujurnya dia masih enggan untuk menginjakkan kaki di kota metropolitan tersebut.


Saat mereka tengah menikmati makan siang di sebuah restoran mewah, dengan beberapa klien bisnis Sukenru,


Kedua bola mata Rina beradu tatap dengan Sambo. Seketika ia mengalihkan pandangannya agar tidak bertemu dengan pria yang sudah menorehkan luka dalam hatinya, kini harus di pertemukan kembali.


Rina berbisik ketelinga Sukenru, karena mengetahui bahwa Sam akan bergabung bersama mereka.


Perasaan Rina kali ini bukan senang ataupun bahagia bertemu mantan. Melainkan dia jijik membayangkan, betapa bodohnya dia kala itu, mau dengan pria yang hanya memperlakukan nya selayaknya seperti wanita murahan.


Sangat berbeda dengan Sukenru, dia memperlakukan Rina dengan sangat baik, bahkan berkali-kali lipat perhatian dan kebahagiaan yang suaminya berikan padanya.


Rina merutuki kebodohannya di depan cermin, menatap kesal pada diri sendiri. Kali ini dia ingin berlama-lama berada di dalam toilet tanpa mau kembali untuk bertemu dengan Sambo.


Perlahan Rina membasahi wajahnya dengan air wastafel, dia mengusap lembut wajah cantiknya, seketika wanita asing yang pernah ia temuin beberapa tahun lalu datang menghampiri nya.


Karenina, ya ... Wanita yang mengetahui Rina sebagai istri pura-pura Sambo kala itu, kini ada di sampingnya.


Rina yang tidak ingin wanita itu berdebat dengan siapapun, ternyata mendecih saat istri Sukenru tersebut akan meninggalkan toilet restoran.

__ADS_1


"Ternyata kamu merupakan simpanan Papa Ibhen juga mantan suamiku Sambo? Hmm ... Ternyata selera Sukenru hanya seorang janda seperti mu? Ck ck ck kasihan sekali Sukenru mendapatkan sisa-sisa dari ketiga pria itu. Oya, sebelum menghabiskan waktu dengan mereka kamu juga sudah memiliki suami, kan? Ooogh ... Sedihnya, hati-hati HIV lhoo ... Karena Papa Ibhen terinfeksi virus, aku rasa itu dari kamu ..." ucapnya menakutkan.


Rina memejamkan kedua bola matanya. Kali ini dia tidak ingin berdebat karena akan merusak nama baik dan kebahagiaannya sebagai seorang istri pria kaya.


"Maaf Nyonya, saya tidak mengenal Anda!"


"Aaagh ... Sial!"


Membuat Karenina semakin merasa kesal, karena sudah berkali-kali dia ingin meminta Sambo kembali padanya, pria itu masih enggan menjawab, karena telah memiliki belahan jiwa yang tidak pernah di ketahui, siapa wanita itu.


Rina berlalu meninggalkan toilet namun harus di hadapankan dengan Sambo yang hampir menubruk tubuhnya.


"Aaauugh ..." pekik Rina kaget saat keluar dari pintu kamar mandi.


Sambo yang refleks membuka tangannya, hanya untuk sekedar menyambut jika kaki Rina tersandung atau terjatuh.


"Rin ...? Kamu baru keluar dari toilet? Perasaan aku sudah dari tadi kamu menghindari aku. Apa kamu baik-baik saja?"


Pertanyaan Sambo yang tampak biasa saja, membuat Rina menelan ludahnya, karena ternyata pria itu tidak merasakan apa-apa lagi jika bertemu dengannya.


Rina yang tampak lebih anggun bak model profesional, hanya tersenyum tipis, memilih berlalu meninggalkan Sambo.


Rina tersentak, menoleh kearah Sam, nafasnya kembali tidak beraturan, menghentakkan lengannya agar terlepas dari genggaman pria tersebut.


"Maaf, ada apa? Apa kamu mau mengejek aku? Sama seperti mantan istri mu? Mengatakan bahwa Sukenru mendapatkan sisa dari mu hmm?"


Sambo yang tidak mengerti apa yang di ucapkan Rina, tampak kelimpungan, "Maksudnya?"


Rina hanya mendengus dingin, "Lupakanlah!"


Rina berjalan sedikit cepat, namun Sam kembali mengejarnya, dan kembali menahan lengannya.


Sambo langsung bertanya spontan, "Mana anak kita, Rin?"


Rina mendelik tajam, menatap lekat mata Sambo, "Anak? Anak apa? Hingga dua tahun pernikahan ku dengan Koko, aku belum memiliki anak."


Sambo mencari kebenaran dari tatapan mata Rina, yang semakin lama, semakin membuat perasaannya yang telah hilang kini kembali lagi.

__ADS_1


"Rin ..."


Rina seperti terbuai oleh pesona Sambo, yang hampir menautkan bibir mereka berdua karena posisi wajah keduanya semakin tidak berjarak.


Namun Rina memejamkan kedua bola matanya, mendorong tubuh Sam, agar tidak menjadi bahan perbincangan bagi orang yang melihat adegan tersebut, sehingga akan membuat suaminya salah paham. Berjalan dengan langkah cepat ...


"Rin ... Aku tahu kamu masih menginginkan aku!" teriaknya saat melihat wanita tersebut menghilang dari pandangannya.


Rina yang tampak tenang namun sesungguhnya salah tingkah, walau dia tahu suaminya pasti akan mengetahui apapun tentang nya nanti.


Perlahan Rina menghela nafasnya dalam, dia tidak ingin membayangkan keindahan bersama Sam beberapa waktu lalu semakin menari-nari dalam benaknya, membuat dia merengek saat tiba di kursi mereka yang berada di sudut jendela gedung restoran.


"Ko ..."


Rina menangis di lengan Sukenru seperti anak-anak, karena dia tidak ingin berada di sana lebih lama. Jujur dia takut akan kembali tergoda dengan rayuan Sam, yang seutuhnya tidak pernah hilang dari ingatannya.


Sukenru menatap kearah Rina sebentar, kemudian melanjutkan pekerjaannya.


"Kita ke hotel saja yah? Amel malas di sini. Lagian ngapain Koko ajak Sambo untuk hadir di sini! Aku tidak mau melihat mereka, Ko ..." rengeknya lagi.


Sukenru baru menyadari bahwa, wanitanya tidak nyaman, kembali memeluk tubuh ramping istrinya, sambil bergumam dalam hati.


"Sial ... Jangan-jangan Sam menggoda istri ku? Dasar sahabat kurang ajar! Enggak bisa move on! Bukannya dia sudah memiliki istri? Tapi kenapa istrinya tidak ada di sini ...?"


Sukenru menangkup wajah cantik istrinya, mengecup lembut kening Rina, hanya untuk meyakinkan bahwa semua baik-baik saja.


"Kamu tenang saja, tidak seorangpun akan bisa merebut mu dari Koko. Ya, kita akan kembali ke hotel."


Bergegas Sukenru membawa Rina untuk pergi meninggalkan restoran mewah tersebut, karena tidak ingin terjadi sesuatu pada Rina.


Sejujurnya Rina belum siap untuk bertemu Sambo saat ini. Tapi dia harus menemani suaminya karena harus menandatangani beberapa berkas untuk menjalin kerjasama dengan beberapa perusahaan raksasa yang akan bekerjasama dengannya untuk bisnis batubara yang selama ini ia kembangkan bersama Sam.


Hal ini yang membuat Rina diantara dua pilihan. Sukenru tidak ingin meminta istrinya di kamar hotel, namun keadaan mempertemukan nya kembali dengan masa lalunya.


Saat Rina akan memasuki mobil yang telah berada di loby restoran tersebut, saat itu pula suara bariton pria memanggil Rina dengan sebutan ...


"Selamat siang Amelia Anandita Sunaryo!"

__ADS_1


Sontak suara yang sangat Rina kenal, membuat benaknya semakin berkecamuk, dia menoleh kearah suara itu, melihat sosok pria Batak berahang keras tersenyum padanya ...


"Bang Tham?"


__ADS_2