
** Kos Terberkahi **
Tok.. Tok.. Tok..
"Assalamualaikum Vi. Ni aku Lisya." Ucap Lisya sambil mengetuk pintu kosan yang sudah terkunci, karena hari sudah menunjukkan pukul sembilan malam.
"Waalaikumsalam. Kamu kemana aj........"
"W-O-W Woooooowwwww mas Brewwoooookkkkkk!!!" Teriak Via ketika matanya menatap Gathan yang berada di samping Lisya. Seketika matanya terbelalak karena melihat ke tampanan yang menurutnya baru pertama kali ia lihat.
"Oh my god Cuuuuuuuuuuuutttttteeeeeee!!!!!!!"
Ucap Via kembali ketika matanya bergeser melihat Teo yang berada dibakang Lisya. Matanya menatap penuh damba, tangannya ia letakkan di kedua pipinya seolah melihat idolanya yang ada di drakor yang biasa ia lihat.
Ya, kedua laki-laki yang menurut Lisya aneh itu mengikutinya hingga masuk kedalam kawasan kosnya. Meskipun Lisya sudah melarangnya, dengan alasan hari sudah malam dan akses kosnya sangat sempit, Gathan tak menghiraukannya. Begitulah Gathan kalo sudah punya karep (mau) tidak peduli walau halangan dan rintangan membentangnya. Sedangkan Teo, jangan ditanya lagi. Ia akan tetap setia mengekori bos anehnya dimanapun berada. Walau diajak njebur sumur (nyebur sumur) pun bagi Teo hayuk saja.
"Ssstttttt lambemu bisa diem ga sih Vi! Ni uda malem. Kamu mau diusir dari sini!" Ucap Lisya seketika menutup mulut Via rapat, karena takut didengar oleh penghuni kos yang lain.
"Kalau diusir tinggal di apartemen ku saja!" Ucap Gathan enteng. Teo yang mendengar hanya bisa menggeleng tak percaya mendengar ucapan absurd bosnya itu.
"Emmmmm..... Whatttt??? Apartemen??? Mau dong adek banggg!" Ucap Via setelah mulutnya berhasil lepas dari tangan Lisya. Matanya dikedip-kedipkan dengan cepat kepada Gathan.
Teo yang melihat hanya tersenyum tipis, karena entah mengapa tingkah Via menurutnya sangat lucu. Dari saat pertama kali ia melihatnya ketika sedang mabuk hingga sadarpun ternyata sama gesreknya.
"Via..!!! Ck bisa diam ga sih!. Inget gak, segimana marahnya kamu tadi ditelpon ingin giling dia. Sekarang? bahkan kamu udah lupa sama aku!" Protes Lisya yang seakan dicuekin oleh sahabatnya.
"Sya,, kalo tau bos gila kamu itu brewoknya mempesona gini, dan asistennya yang unyukk kayak gitu, aku sihh mau aja di hukum apapun, bahkan dikurungpun ho oh aja, asal ketemu terus sama mereka!" Ucap Via yang tak tau malu.
"Apa kamu bilang!" Ucap Gathan sambil menatap Via dengan tatapan tajam karena disebut gila olehnya
"Heheheh, itu sebutannya Lisya loh mas Brew,, bukan aku! Aku cuma ikut-ikutan saja." Ucap Via sambil mengangkat jarinya menunjukkan huruf 'V'.
"Mas Brew????" Tanya Lisya heran.
"Iya mas brewook, liat aja itu berewoknya. Kalau segini semriwingnya aku ga sanggup buat jumputin brewoknya itu!" Ucap Via tidak memperdulikan Lisya yang menatapnya dengan tajam
"Ppffttttt... hihihi" Tawa Teo yang tertahan, membuat ketiganya menoleh ke arahnya.
"Teo.! Hari ini sepertinya kamu melakukan kesalahan beberapa kali ya!! Kupotong gajimu lima bulan!" Ucap Gathan geram
"Apaaahhh??" Tanya Teo terkejut.
"Mau kupotong lebih lama lagi??" Ancam Gathan.
"Tidak bos, Ampun!" Teo hanya bisa menunduk dan menghela nafas dalam hati.
Damn!. Kenapa makin absurd sekali tingkah loe ini bos! Tuh lagi, kenapa lucu sekali sih wanita itu! Gue gabisa tahan ketawa kan jadinya. Eehh kenapa gue malah lihatin dia ya. ck
Gumam Teo dalam hati.
"Mending kalian berdua pulang sekarang juga! Ini sudah malam, aku tidak mau jika ibu kos tahu akan hal ini. Ntar aku dikira abis ngapa-ngapain sama kalian!" Usir Lisya kepada Gathan dan Teo
__ADS_1
"Ck,, bukannya memang kita habis ngapa-ngapain ya." Ucap Gathan sambil tersenyum licik
"What!! Kalian abis ngapain,?" Tanya Via penasaran.
"Hahh,, Vi.! Cukup!" Teriak Lisya kesal. Sehingga Via langsung terdiam karena tahu jika Lisya sudah kesal, ia akan marah padanya berhari-hari.
"Sekali lagi aku mohooooon banget sama kalian, kalian pulanglah sekarang juga! Disini ada batasan jam untuk menerima tamu! dan sekarang sudah melewati jam tersebut! Jadi please!" Ucap Lisya sambil memohon karena dirinya juga sangat lelah. Padahal sebenarnya tidak ada aturan seperti itu.
"Hah! Baiklah. Kita akan pulang. Sampai jumpa di lain hari!" Ucap Gathan enteng, kemudian berlalu meninggalkan kosannya yang diikuti Teo di belakangnya.
Lisya yang mendengar perkataan Gathan hanya mendelik tak percaya. Sehari bersama bos gila itu aja membuat tenaganya habis karena emosi. Bagaimana jika lain kali ia bertemu kembali.
"Haaaahh... " Lisya hanya bisa menghela nafas.
"Heiii kampret, pokoknya kamu tidak boleh tidur sebelum ceritakan semuanya kepadaku apa aja yang terjadi." Ucap Via sambil menarik Lisya kedalam kos, lalu mengunci pintu kos yang sudah ditutup sebelumnya.
Akhirnya Lisya dengan terpaksa menceritakan semua hal yang terjadi tanpa sedikitpun ada yang ia lewatkan. Sudah dipastikan Via yang mendengar cerita dari sahabatnya itu, sangat heboh. Bahkan berkali-kali ia berteriak hingga membuat telinga Lisya sakit.
"Teo.! Pastikan tidak ada keong racun yang bertamu disana!" Ucap Gathan yang sudah berada di samping Teo yang sedang mengemudi.
"Laksanakan bos!" Jawab Teo sambil fokus menyetir.
"Loe nginap aja di apartemen gue, Pasti loe capek kan kalo harus bolak-balik. Besok pagi sekali bukannya kita ada undangan di luar kota?" Jelas Gathan yang mendadak dalam mode santai karena sudah melewati jam kerja dan hanya berdua.
"Iya, gue bakal nginep! Bener besok ada undangan di Bandung selama 5 hari bos." Jawab Teo yang selalu patuh dengan perintah bosnya.
Kemudian Teo kembali fokus melihat jalanan yang ada didepannya. Sedangkan Gathan menyenderkan tubuhnya pada sandaran kursi, sambil memejamkan matanya karena ia juga sudah lelah setelah melakukan sebuah drama bersama 'peri kecilnya' itu.
Keesokannya Gathan dan Teo benar melakukan perjalanan bisnis di kota Bandung. Mereka berdua di antar oleh supir kantornya karena Gathan tak ingin Teo terlalu lelah. Gathan berada di Bandung selama lima hari karena harus menghadiri undangan anak cabang BR group yang sedang mengadakan peresmian resort baru disana. Serta ia akan menghadiri beberapa meeting bersama perusahaan yang akan bekerja sama dengan BR Group. Untuk itu, Gathan tak ingin menggunakan jet pribadinya karena dirinya ingin sesekali menikmati perjalanan daratnya.
"Kalau kayak gini, apa loe masih pantes kerja sama gue? Ntar gue salah lagi!" Ledek Bram, karena mengingat respon bos itu saat melihat Lisya yang sedang berpose seksi kemarin.
"Ck,, apaan sih lo Bram. Ga ada hubungannya sama kerjaan gue. Apalagi status gue! Jadi loe bersikap biasa aja sama gue. Tapi,,, kalo urusan jadi model dadakan loe, kayaknya gue gabisa lagi deh." Jelas Lisya karena ingat dengan ucapan Gathan yang mengancamnya.
"Iya Sya,, sorry. Kemarin karena kondisi darurat aja. Berkat loe juga client suka sama foto-fotonya. Malah minta loe aja yang jadi modelnya. Tapi loe tenang aja, uda gue tolak kok." Jelas Bram.
"Syukurlah.." Ucap Lisya lega.
"Yaudah kita berangkat sekarang aja yuk! Eh,, tapi dimana Via?" Tanya Bram
"Boker! Udah tinggal aja. Dia kalo uda ngeluarin bomnya suka lama!". Ucap Lisya yang ditanggapi dengan senyum manis Bram.
Kemudian mereka berdua menuju sudio tempat mereka bekerja.
Hari berganti hari, Gathan dan Lisya fokus terhadap kegiatannya masing-masing. Sudah selama empat hari, Lisya merasakan ketenangan kembali didalam hidupnya. Entah mengapa itu malah membuatnya aneh. Ia merasakan ada sesuatu yang hilang, tapi bukan sendal jepit. 'entah lah apa itu, othor juga tak paham' đ¤
"Hah...!! Kenapa tumben banget hari-hari ku setenang ini."
"Kemana si bos gila itu ya? Kenapa dia menghilang setelah bilang seperti itu ya?" Gumam Lisya pelan sambil mengingat ucapan Gathan di malam saat dirinya diantarkan ke kosan.
"Ehhh,, apa ini???" Gumam Lisya saat dirinya turun dari motor lalu menyadari adanya papan yang berukuran sedang tertempel di masing-masing dinding luar kamar kos.
__ADS_1
"Peraturan Baru yang Wajib di Patuhi Oleh Semua Penghuni Kos!
1. Dilarang menerima tamu laki-laki diatas jam 7 malam.
2. Jika kedapatan tamu laki-laki, maka harus bertamu di rumah ibu kos hingga tamu itu pulang
3. Dilarang keluar kos, diatas jam 9 malam. Jika ada keperluan mendadak melebihi jam yang ditentukan, maka harus lapor terlebih dahulu kepada ibu kos sebelum keluar dari kawasan kos.
4. Bagi penghuni kos yang melanggar ketiga peraturan diatas, maka akan dikenakan denda dua kali lipat dari sewa kos selama sebulan.
5. Jika penghuni kos yang keberatan dengan keempat aturan diatas, silahkan menyewa kamar kos ditempat lain.
Demikian peraturan kos terbaru telah saya sampaikan, atas perhatian dan kerjasamanya, saya ucapkan terimakasih.
Salam hangat.
Bu Rodiah (Ibu Kos)."
"Haahhhh... sejak kapan ibu kos jadi posesif gini? Biasanya juga loss dolll..!"
"Apa habis terjadi suatu kejadian yang tidak-tidak ya di kosan sini, jadi ibu kos sampai nekat bikin peraturan gini,??" 'Ga peka kalo kejadian sesuatu itu ya karena dirinya' đ
"Wahh, jelas nih pasti si Via ga bakal mau kalau diatur-atur gini!" Gumam Lisya lalu masuk kedalam kamarnya. Karena Via seperti biasa, ia masih bersenang-senang sama teman kampus lainnya. Entah apa yang ia lakukan. Sudah dipastikan ia akan sangat heboh, jika nanti mengetahui ada aturan seperti itu.
** Resort Bandung **
"Sudah beres Teo??" Tanya Gathan yang masih fokus dengan laptopnya.
"Beres bos!" Ucap Teo.
"Good!" Gathan tersenyum sinis.
"Hah,, kenapa gue jadi pengen cepet-cepet balik ke Jakarta ya. Kira-kira dia sudah aman dari jangkauan keong racun belum ya?" Gumam Gathan pelan namun masih terdengar oleh Teo.
"Tenang aja bos, 'Peri Kecil' aman dari keong racun." Saut Teo karena tahu akan kekhawatiran bos absurdnya itu.
"Siapa suruh kamu sebut dia 'Peri Kecil'!. Mau ku sobek mulutmu? Ingat hanya aku yang akan panggil dengan sebutan itu,!". Ucap Gathan kemudian tersenyum tipis tanpa sepengetahuan Teo, karena lega bahwa Lisya aman dari jangkauan keong racun di sana.
"Maaf bos, keprucut!" Ucap Teo.
Hah, dasaaarrrrrrr njelelu temen bos iki!.
Gumam Teo dalam hati karena kesal, apapun yang dilakukannya selalu salah jika berhubungan dengan 'peri kecil' bosnya itu.
To Be Continued đ¤
Â
-- Annyeong pembaca yang budiman đ--
-- Waahh udah mulai posesif ya bund si mbebs Gathan... Ahh jadi makin keliatan njelulunya deh mbebs! Othor jadi gumusshh! đ Pengenn aahh anuu,.... Entahlah... cuma othor yang tahu! wkwkwkwk .
__ADS_1
-- Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! đ supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi! --
Salam cium dan peluk jauh. đ¤