GILA! TAPI AKU CINTA!

GILA! TAPI AKU CINTA!
Liburan Yuk!


__ADS_3

Tiga hari kemudian.


** Rumah Sakit Barra Group **


"Saya sendiri dok yang melakukannya?" Tanya Gathan panik.


"Tentu saja tuan." Dokter Gritta ingin tertawa saat melihat raut wajah Gathan.


"Kenapa bisa begitu? Kan ada istri saya?" Tanya Gathan absurd.


"Oh anda ingin melakukannya dengan istri anda?" Dokter Gritta menoleh kearah Lisya.


"Apa? Saya dok" Lisya terheran. Mana mungkin ia melakukannya ditempat itu, pikirnya.


"Tentu saja! Sama siapa lagi kalau bukan sama istriku!" Potong Gathan.


"Ta-tapi kak,,,"


"Sudah ayo cepat sayang." Gathan sudah menarik Lisya kedalam ruangan khusus. Sambil membawa sebuah tempat kecil yang diberikan dokter Gritta.


Ya, saat ini pasangan absurd itu sedang didalam ruangan dokter Gritta. Sesuai perintahnya, Gathan dan Lisya kembali ke rumah sakit untuk melakukan analisa sp*rm*.


Namun, bukan Gathan namanya jika dengan mudah menuruti sesuatu hal yang menurutnya tidak masuk akal. Seperti saat ini, Gathan justru memaksa Lisya untuk membantunya mengeluarkan lahar panasnya. Ia tak mau jika harus melakukannya secara 'solo'. 😂 Hah dasar, benar-benar pintar sekali mengambil kesempatan dalam kesempitan. ckckck.


Tak berapa lama, Lisya keluar dengan wajah yang benar-benar memerah. Ia sangat malu dengan dokter Gritta. Sedangkan Gathan, justru keluar dengan raut wajah yang berbinar cerah. Pasalnya ia sudah berpuasa selama tiga hari ini, sesuai anjuran dokter Gritta. Untuk itu, Gathan tak ingin melewatkan kesempatan emasnya, dan tak peduli di manapun tempatnya. Seulas senyum bertengger di bibirnya, menandakan jika ia sudah sangat lega telah mengeluarkan sesuatu yang telah disimpannya selama tiga hari ini. 🙈


"Ma-maaf ya dok." Lisya duduk didepan dokter Gritta dengan malu-malu.


"Heheh, tak apa nyonya. Tak perlu minta maaf. Karena apa yang dilakukan tuan Gathan sangatlah wajar." Jawab dokter Gritta menenangkan Lisya.


"Tuh kan sayang. Apa aku bilang?" Gathan ikut duduk disamping Lisya dengan wajah penuh kemenangan karena mendapat dukungan dari dokter Gritta. Sambil menyerahkan wadah kecil yang berisi lahar panasnya.


"Tuman kamu itu kak!" Lisya menepuk bahu Gathan keras karena kesal. Sedangkan Gathan justru semakin terkekeh geli.


"Tuan dan nyonya bisa melihat hasilnya selama lima jam kedepan ya. Anda berdua tidak perlu kemari lagi karena hasilnya akan saya kirim melalui email." Jelas dokter Gritta.


"Oh begitu. Saya pikir bisa langsung keluar." Ucap Gathan.


"Tidak bisa tuan. Karena pihak lab membutuhkan waktu untuk menganalisanya."


"Baiklah. Jadi kita bisa pulang sekarang ya dok?" Tanya Gathan lagi setelah mengangguk mengerti.


"Silahkan tuan. Sebelumnya terimakasih karena telah menyempatkan waktunya kemari. Semoga hasilnya semuanya baik-baik saja. Sehingga apa yang anda berdua harapkan segera terwujud. Amiin" Ucap dokter Gritta.


"Aamiinn." Ucap Gathan dan Lisya bersamaan.

__ADS_1


"Kalau begitu kami pamit dulu dok." Lisya berdiri dari duduknya. Kemudian diikuti Gathan.


-


" Sayang?" Panggil Gathan sambil membelai rambut Lisya lembut.


Saat ini keduanya sudah berada didalam mobil, menuju gedung BR Grup. Ya, untuk pertama kalinya Gathan meminta Lisya untuk menemaninya di kantor. Karena saat ini istrinya sedang libur semester.


"Hem?" Jawab Lisya sambil berbalas pesan dengan Via.


"Kita liburan yuk." Gathan mengecup puncak kepala dan seluruh wajah Lisya tanpa mempedulikan Teo yang sedang fokus menyetir.


"Wah...! Ayok kak!" Lisya menatap Gathan dengan antusias. Karena ia benar-benar bosan akhir-akhir ini.


"Kamu minta kita liburan dimana?" Gathan masih sibuk bermain di ceruk leher Lisya.


"Mmhhh, Kak. Malu! Ada Teo!" Pekik Lisya.


"Anggap saja dia tidak ada sayang. Kalaupun ada, biar dia semakin iri dan segera mencari pasangan." Ejek Gathan. Suaranya ia keraskan supaya Teo mendengarnya.


Hisssshhhhhh, dasaar. Bos keplek.


Gumam Teo kesal dalam hati. Sambil sesekali melirik kaca spion diatasnya.


"Jangan melihat kesini! Nanti kamu semakin baper." Gathan sekelebat melihat tatapan Teo dari spion.


Sedangkan Lisya hanya menggelengkan kepalanya saat mendengar perkataan suaminya. Sebenarnya ada rasa kasihan pada Teo. Namun, ia tidak ingin membelanya karena pasti suaminya itu akan marah.


Tiba-tiba ide berlian lewat di otak pintar Lisya.


"Gimana kalau kali ini liburannya rame-rame kak? Kita ajak Teo, Via, sama Bram." Ucap Lisya.


"Loh? Kok rame-rame?" Tanya Gathan heran.


"Iya kan judulnya liburan kak. Kalau cuma berdua kan gak seru!." Jelas Lisya.


"Tapi,,, Aku maunya berduaan saja sayang." Elak Gathan sambil bergelayut manja di lengan Lisya.


"Kan kita tetap bisa berduaan kalau didalam kamar, suamiku sayang. Gak mungkin kan kita begituan ditempat umum." Lisya paham maksud perkataan suaminya. Lalu ganti membelai rambut Gathan. Dalam rangka merayu maksudnya.


"Kalau jalan-jalan itu enaknya rame-rame sayang." Tambah Lisya lagi.


"Trus, sekalian saja si Bram suruh jadi fotografer kita. Kan kita belum punya foto honeymoon yang bagus." Ide Lisya.


"Hah, yasudah. Apapun maumu sayang. Yang penting saat di kamar kita bisa lembur bikin Gathan junior." Ucap Gathan enteng lalu mencium bibir Lisya yang terlihat ingin menolak ucapannya. Semakin lama ciuman itu semakin menuntut.

__ADS_1


Diihh,, apa gue cuma dianggap oksigen disini? Dibutuhkan tapi tak terlihat wujudnya.?


Gerutu Teo dalam hati. Ia benar-benar tidak nyaman karena bunyi cecapan yang bersumber dari belakangnya membuatnya bulu kuduknya merinding. Nasibmu Teo, Siapa suruh jadi jomblo akut. Eehh, bukan mauku yaa. Tapi mau othor ini! Protes Teo. 😂


"Kamu mau liburan dimana sayang,?" Tanya Gathan setelah puas memagut bibir mungil milik istrinya.


"Lombok kak. Heheh. Waktu itu kan aku gak bisa ikut. Nah sekarang aku mau kesana mumpung sudah libur semester." Ucap Lisya dengan penuh antusias.


"Noted. Teo tolong siapkan segala keperluannya. Carikan tempat terindah dan ternyaman di sana! Siapa tahu kamu akan menemukan jodoh disana. Hahah." Ejek Gathan.


"Siap bos." Ucap Teo patuh sambil tetap berkomat kamit. Benar-benar sedari tadi ia merasa telah dikerjai oleh kedua bos abusurdnya itu.


** Gedung BR Group **


Mobil yang dikendarai Teo telah sampai di parkiran khusus. Setelahnya ketiganya turun dari mobil dan menuju lift khusus yang diperuntukkan dirinya dan Teo saja. Lift itu jarang ia gunakan karena Gathan ingin sesekali menyapa karyawannya.


Namun karena saat ini Gathan mengajak Lisya, akhirnya ia memutuskan untuk menggunakan lift khusus itu. Ia tak ingin jika Lisya menjadi bahan omongan karyawan-karyawannya.


Tak lama, ketiganya sampai di lantai dimana ruangan Gathan dan Teo berada. Mereka disambut hangat oleh Martha sang sekretaris Gathan. Lisya berjabat tangan dengan Martha untuk memperkenalkan dirinya. Hanya dengan Martha, Gathan memperkenalkan Lisya sebagai istrinya. Karena ia sudah percaya dengan sekretarisnya itu. Lalu kemudian, ketiganya masuk didalam ruangannya masing-masing. Tak terkecuali Lisya yang ikut masuk membuntuti Gathan.


Mata Lisya tiada henti melihat kemewahan yang ada didalam ruangan kerja suaminya itu. Ia benar-benar terpukau. Baru kali ini dirinya melihat ruang kerja se mewah dan se rapi itu.



"Waah, keren banget kak" Racau Lisya. Sedangkan Gathan hanya tersenyum mengacak rambut Lisya.


"Eehh, kak. Mau kemana sih,?.!"Lisya kaget karena tubuhnya sudah digendong oleh Gathan.


"Mandi. Kamu lupa aku habis ngapain tadi dirumah sakit?" Jelas Gathan dengan seringai liciknya.


"Yasudah mandi saja kak! Kenapa pakai gendong aku segala sih?" Racau Lisya sambil meronta ingin diturunkan. Ia takut jika ada yang melihatnya.


"Karena aku tak ingin mandi sendirian. Sekalian kita selesaikan tugas kita yang tanggung tadi!" Gathan berjalan menuju kamar mandi yang ada didalam ruanganya sambil terus menggendong tubuh Lisya.


Entahlah tugas apa yang dimaksud Gathan tadi. Bersihkan kamar mandi, atau apa? Hanya Gathan dan Lisya yang tahu. 😂


To Be Continued 🖤


 


- Annyeong pembaca yang budiman 💕-


Kira-kira seperti apa ya nanti liburan mereka? 🤔 Hem,, othor jadi rindu Lombok. Bebs, ayo kita tinggal di Lombok lagi. hwehehe


-- Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! 🙏 supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi! --

__ADS_1


Salam cium dan peluk jauh. 🤗


__ADS_2