GILA! TAPI AKU CINTA!

GILA! TAPI AKU CINTA!
Honeymoon (Part 1)


__ADS_3

** Bandara Internasional Malé Maladewa **


Setelah menempuh perjalanan selama satu hari lebih, Akhirnya pesawat jet pribadi yang ditumpangi oleh Gathan dan Lisya telah mendarat sempurna di Bandara Malé, Maladewa atau yang biasa dikenal dengan Maldives.


Keduanya disambut hangat oleh pemilik salah satu resort termewah di Joali, Pulau Muravandhoo RA Atoll, Maldives. Pemilik resort itu bernama Tuan Amar khan. Atau biasa dipanggil tuan Amar. Beliau adalah teman sekaligus rekan bisnis daddy Barra .


Daddy Barra menjadi investor tertinggi pada resort milik tuan Amar, sehingga tidak jarang jika daddy Barra berulang kali mengunjungi resort tersebut. Daddy Barra sangat terkesima setiap kali melihat pemandangan menakjubkan yang ada di sekitaran resort itu. Untuk itu, daddy Barra memilih Maldives menjadi hadiah spesialnya untuk putra dan menantunya karena sebelumnya, Gathan selalu menolak jika diajak daddy Barra kesana dengan alasan jika dirinya selalu sibuk dan sama sekali tak tertarik dengan pemandangan yang menjanjikan itu.


Daddy Barra ingin membuat putra semata wayangnya itu menikmati moment honeymoonnya ditempat yang baru pertama kali ia kunjungi bersama orang terkasihnya.


Mendapat permintaan langsung dari daddy Barra, membuat tuan Amar dengan antusias menyambut kedatangan Gathan dan Lisya di Bandara. Tuan Amar merasa terhormat karena kedatangan tamu agung yang merupakan putra tunggal dari teman sekaligus investornya itu. Beliau juga telah diberi tahu oleh daddy Barra jika putranya itu baru saja menikah. Yang artinya, tuan Amar harus menyiapkan segala fasilitas terbaik di resortnya untuk segala ritual honeymoon yang dibutuhkan pada umumnya.


" Selamat datang di Maldives Mr dan Mrs Gathan El Barra." Sapa tuan Amar sambil mengalungkan karangan bunga segar yang telah dibawanya kepada Gathan dan Lisya secara bergantian.


Ya, tuan Amar bisa berbahasa karena ibunya merupakan orang Indonesia. Beliau juga dibesarkan di Indonesia, hingga akhirnya saat lulus SMA, beliau dan kedua orangtuanya berpindah ke Amerika karena ada urusan bisnis. Sehingga tuan Amar memutuskan kuliah disana. Dan di sanalah awal mula tuan Amar bertemu dengan daddy Barra.


Tak berapa lama, keduanya didampingi oleh Tuan Amar yang kemudian diikuti asisten serta beberapa bodyguard nya yang membawakan koper milik Gathan dan Lisya untuk berjalan ke arah mobil yang sudah standby sejak satu jam yang lalu diluar Bandara. Gathan dan Lisya dipersilahkan masuk kedalam mobil bagian penumpang, setelah pintunya dibukakan oleh supir dan salah satu bodyguard tuan Amar. Setelah semua masuk kedalam mobil masing-masing, mereka menuju ke pelabuhan Malé.


Setelah sampai di pelabuhan yang dituju, Gathan dan Lisya dipersilahkan untuk masuk kedalam seaplane yang akan mengantarkannya ke Pulau Muravandhoo RA Atoll tempat Resort tuan Amar berada.


Lalu selama empat puluh lima menit lepas landas dari pelabuhan Malé , seaplane yang ditumpangi Gathan dan Lisya serta yang lainnya mendarat di Resort tuan Amar yang ada di Joali, Pulau Muravandhoo RA Atoll itu.




Sesampainya disana, Gathan dan Lisya berjalan menuju kamar yang akan menjadi tempat istirahatnya dengan didampingi oleh tuan Amar dan yang lainnya sembari berbincang-bincang hangat.


Lisya yang sedari hanya diam saja karena tak paham dengan pembahasan antara suaminya dan tuan Amar, mengedarkan pandangannya ke arah lautan yang ada disekitarnya. Matanya berbinar saat melihat pesona alam yang ada disana. Begitu indah dan segarnya pemandangan laut yang mengelilingi resort tuan Amar.



Lisya yang begitu bahagia, secara reflek menggenggam tangan Gathan yang sedari tadi menggandengnya, menjadi lebih erat. Membuat Gathan yang tadinya fokus berbincang dengan tuan Amar, dengan cepat mengalihkan pandangannya ke Lisya. Gathan yang melihat raut wajah Lisya yang begitu bersemangat, membuatnya ikut tersenyum bahagia. Ia tak menyangka, ternyata hadiah yang diberikan oleh daddynya mampu membuat istrinya itu bahagia. Ia juga baru menyadari, jika pemandangan laut yang sudah indah akan menjadi begitu sempurna saat bersamaan melihat senyum istrinya yang begitu merekah.


Rupanya kamu sangat menikmati pemandangan disini Aira.


Entah mengapa hatiku ikut bahagia saat melihat senyummu yang merekah itu. Apa ternyata aku benar jatuh cinta padamu.?? Oh tuhan,, tolong tunjukkan padaku perasaan apa sebenarnya ini.


Gumam Gathan dalam hati sambil terus memandang Lisya yang ada disampingnya sambil bibirnya tersenyum tipis.


"Ini dia kamar untuk anda berdua." Ucap tuan Amar memecah lamunan Gathan.


"Silahkan anda berisitirahat terlebih dahulu. Dan jika membutuhkan sesuatu, jangan sungkan untuk menghubungi kami melalui telepon yang sudah kami sediakan didalam. Kami akan memberikan pelayanan yang paling spesial untuk anda berdua. Semoga Mr. dan Mrs Gathan menikmati moment honeymoon nya dengan tenang dan nyaman disini ya. Saya permisi dulu." Pamit tuan Amar setelah bodyguard nya meletakkan koper Gathan dan Lisya didalam kamarnya. Lisya yang mendengar kata 'honeymoon' dari tuan Amar seketika membuat pipinya merona.


"Baik terimakasih banyak tuan Amar." Ucap Gathan sambil menundukkan kepalanya. Begitupun Lisya.

__ADS_1


Gathan dan Lisya segera memasuki kamar. Dan untuk kesekian kalinya, Lisya dibuat kagum dengan desain interior maupun eksterior kamar itu. Kamarnya begitu indah dengan hiasan mawar, yang kemudian bagian luarnya disuguhkan dengan pemandangan langsung menghadap ke arah laut lepas.


Interior kamar



Eksterior Kamar



"Waaaahhhhhh,, mashaAllah. Sungguh menakjubkan. Heeemmmmm. Udaranya juga masih segar." Ucap Lisya saat melihat pemandangan indah yang ada diluar kamarnya sambil tangannya ia rentangkan dan matanya ia pejamkan untuk menikmati hembusan angin semilir di tubuhnya.


"Kamu bahagia?" Tanya Gathan yang kemudian memeluk Lisya dari belakang. Kepalanya ia sandarkan pada bahu istrinya itu.


"Ehhh,, I-iya kak." Jawab Lisya yang terkejut mendapat perlakuan secara tiba-tiba dari Gathan. Tubuhnya seketika kaku dan dengan segera ia membuka matanya lalu melirik kesamping untuk melihat kepala Gathan yang sudah bersandar dibahunya.


"Kalau begitu, lain kali aku akan mengajakmu berkeliling dunia untuk menikmati keindahan alam lainnya. Supaya kamu bahagia seperti ini." Ucap Gathan enteng sambil matanya terpejam menikmati aroma tubuh Lisya.


"Benarkah kak??" Tanya Lisya yang penuh antusias. Sehingga tak sadar ia membalikkan tubuhnya menghadap Gathan dan tangannya ia kalungkan pada leher Gathan.


Gathan yang mendapat perlakuan secara tiba-tiba dari Lisya juga merasa terkejut. Seketika tubuhnya menegang. Pandangannya fokus pada mata dan bibir Lisya yang sedari tadi tersenyum lebar.


"Tentu saja. Apapun akan aku lakukan untuk membuat mu bahagia. Karena kamu adalah istriku. Kebahagiaanmu adalah prioritas ku sekarang." Jawab Gathan sambil memandang lekat wajah Lisya. Sedangkan tangannya memeluk pinggang Lisya.


Pipi Lisya memerah, jantungnya berdegup kencang. Ia mengalihkan pandangannya ke kanan dan ke kiri karena salah tingkah saat mendengar ucapan Gathan yang begitu hangat. Serta ia baru menyadari posisinya saat itu. Lalu tangannya segera ingin ia lepaskan dari leher Gathan, namun Gathan menahannya.


"Tingkah mu membuat ku semakin gemas." Ucap Gathan sambil tersenyum lalu tangannya mencubit pelan pipi Lisya yang sedari tadi sudah memerah akibat ucapannya.


"Iihhh,, kakak apa an sih. Jangan bikin aku tambah salah tingkah." Ucap Lisya sambil menundukkan wajahnya karena malu.


"Heii,, salah tingkah kenapa?? Apa yang aku ucapkan ini itu benar." Tangan Gathan mendongakkan wajah Lisya agar menatapnya kembali.


"A-apa aku pantas mendapatkan ini semua dari kakak? Apa kakak yakin denganku?" Tanya Lisya penuh ragu.


"InshaAllah kata hatiku tak pernah salah Ra. Kamulah yang mampu membuka hatiku, yang sudah tertutup rapat selama ini. Jadi bukan lagi masalah pantas atau tidak, apapun yang aku lakukan saat ini dan kelak adalah kewajiban yang seharusnya aku lakukan untukmu. Anggaplah sebagai bentuk rasa terimakasihku karena kamu telah hadir didalam hidupku." Jawab Gathan penuh keyakinan.


"Tapi, aku takut mengecewakan kakak. Aku takut tidak bisa menjadi istri yang baik untuk kakak." Ucap Lisya lirih.


"Jangan bicara seperti itu, sebelum kita mencobanya Ra. Saat ini kita harus saling belajar mengenal satu sama lain. Saling terbuka seperti katamu kemarin. Agar rasa yang masih samar ini bisa segera jelas." Jelas Gathan.


"Iya kak. Aku akan mencobanya. Tolong bimbing aku ya kak." Pinta Lisya dengan tatapan memohon.


" Pasti. Kamu juga ingatkan aku, jika aku salah." Jawab Gathan dengan tersenyum sambil tangannya mengelus lembut pipi Lisya. Lalu tangannya beralih ke tengkuk Lisya yang kemudian ia tarik agar wajah Lisya lebih mendekat ke arahnya.


Gathan memiringkan kepalanya, lalu mendekatkan bibirnya pada bibir Lisya. Lisya yang sudah paham dengan aksi Gathan, hanya pasrah dan memejamkan matanya.

__ADS_1


Dengan lembut Gathan mulai mel*mat bibir manis Lisya yang sudah menjadi candunya itu. Semilir angin disekitarnya semakin membuat Gathan terbawa suasana, ditambah Lisya yang sudah mulai berani membalas ciuman itu dan mengimbangi permainan bibirnya membuat Gathan semakin gencar mel*mat bibir Lisya.


"Emmphhhhh" Lenguhan Lisya lolos begitu saja dari bibirnya. Sehingga membuat tubuh Gathan semakin memanas.


Diangkatnya tubuh Lisya, untuk dibawa masuk kedalam kamar tanpa melepas pagutan bibirnya. Lisya yang juga sudah terbawa suasana, tanpa sadar justru semakin mengalungkan tangannya di leher Gathan. Sedangkan kakinya ia eratkan pada pinggang Gathan.


Secara perlahan, Gathan meletakkan tubuh Lisya diatas kasur. Sehingga saat ini tubuhnya berada diatas Lisya. Untuk sesaat Gathan melepaskan pagutannya, karena Lisya sudah mulai kehabisan nafas. Keduanya masih saling berebut oksigen, dan mataya masih saling pandang penuh arti.


Kemudian Gathan kembali mencium bibir istrinya itu, kali ini jauh lebih bergairah. Gathan semakin memperdalam ciumannya, lidahnya semakin lincah mengabsen gigi rapih si Lisya. Begitupun dengan Lisya, yang semakin terbiasa mengimbangi serangan demi serangan dari bibir maupun lidah Gathan.


Tangan Gathan mulai najkal akibat mendapat bisikan dari naluri kelakiannya. Tangan kanannya perlahan turun ke arah gunung gantung Lisya yang dulu pernah ia daki sebelumnya. Sedangkan tangan kirinya menopang tubuhnya agar tak menindih tubuh Lisya.


Awalnya Gathan hanya meraba-raba gunung gantung yang menurutnya begitu padat dan pas dalam genggamannya. Namun saat kembali mendengar lenguhan Lisya yang lolos membuat tangan kanannya reflek mer*mas salah satu gunung gantung milik Lisya sedikit keras.


Lisya yang baru pertama kali merasakan gunung gantungnya dir*mas dengan cukup keras oleh orang lain, tersentak kaget. Ia membuka matanya dengan cepat. Kemudian mendorong tubuh Gathan agar menjauh darinya. Lalu ia bangun dari posisinya dan duduk ditepi kasur dengan raut wajah yang kaget dan malu.


Gathan yang tiba-tiba didorong oleh Lisya juga tak kalah kaget, gairah yang tadi sudah diubun-ubun seolah sirna begitu saja. Tubuhnya limbung disamping Lisya akibat dorongan kuat dari istrinya itu.


"Ma-maaf kak. A-ku kaget. Ta-tadi lumayan keras." Ucap Lisya yang saat ini membelakangi Gathan dan kepalanya menunduk karena merasa bersalah saat sekilas melihat raut wajah Gathan yang tak kalah kaget.


"Aku yang seharusnya minta maaf Ra. Aku tadi terbawa suasana. Maafkan aku. Aku tak bermaksud memaksamu." Jawab Gathan sambil memeluknya dari belakang.


"Iya kak. Aku tahu kok. Tapi, tidak seharusnya aku mendorong kakak dengan kuat seperti tadi. Kakak pasti kaget kan." Ucap Lisya penuh penyesalan.


"Tak apa. Aku pantas mendapat perlakuan itu. Karena aku melebihi batas. Maaf, sungguh aku tadi terbawa suasana karena mendengar lenguhanmu yang begitu seksi." Jujur Gathan yang justru membuat Lisya malu.


"A-ku mandi dulu kak. Gerah." Ucap Lisya mengalihkan pembicaraan.


"Yasudah. Mandilah." Ucap Gathan kemudian melepaskan pelukannya. Ia mengusap wajahnya kasar karena merutuki kebodohannya.


Kemudian Lisya berjalan menuju kamar mandi, setelah mengambil pakaian ganti di dalam kopernya.


To Be Continued 🖤


- Annyeong pembaca yang budiman 💕--


Maafkan othor kemarin absen update, karena lagi fokus renovasi kamar. Hohoho.


Buat ganti yang kemarin, nanti malam othor bakal update satu episode lagi. Supaya babang Gathan gak lama-lama puasanya buat unboxing. wwkwk.


-- Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! 🙏 supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi! --


Salam cium dan peluk jauh. 🤗


 

__ADS_1


__ADS_2