
Keesokan harinya,
Gathan dan yang lainnya terpaksa harus kembali ke Jakarta sehari lebih ceoat. Hal itu dikarenakan Gathan kedatangan tamu penting di kantornya siang ini. Sedangkan Bram juga diminta oleh Bella sang asisten untuk segera kembali ke studionya karena klien brand make ov*r meminta untuk dilakukan pemotretan ulang dikarenakan ada perubahan tema.
Setelah semua siap, mereka segera melakukan check out pada resort tempat mereka menginap. Dan setelah menempuh perjalanan selama hampir dua jam, Gathan dan yang lainnya sampai pada Bandara Internasional Lombok.
Tentu saja Gathan membawa pesawat pribadinya agar perjalannya jauh lebih aman dan privat. Setelah beberapa menit, pesawat pribadi yang ditumpangi Gathan dan yang lainnya lepas landas menuju Jakarta.
**Bandara Soekarno Hatta, Jakarta **
“Teo, apa supir kita sudah sampai di Bandara?” Tanya Gathan saat baru turun dari pesawat.
“Sudah bos, sejak setengah jam yang lalu Ujang dan Amir sudah sampai di Bandara.” Jawab Teo lalu mempersilahkan Gathan dan Lisya untuk berjalan menuju supirnya masing-masing.
Diikuti Bram dan Via yang saat ini juga sudah ditunggu oleh supir pribadi keluarga Pratama.
“ Sayang, kamu langsung pulang sama Ujang ya. Karena aku ada tamu penting, tidak enak jika aku tidak menemuinya secara langsung. Kamu tidak apa-apa kan?” Tanya Gathan sambil membelai rambut Lisya saat berada didepan mobil masing-masing.
“ Tidak apa-apa kak. Kakak tenang saja.” Lisya mengangguk pelan dan tersenyum dengan tulus agar Gathan tidak merasa bersalah.
“ Yasudah, Aku janji aku akan segera pulang jika urusanku sudah selesai.” Gathan mengecup kening Lisya dengan dalam.
“Kak,, i-itu,, Gak enak sama yang lain. Malu.” Bisik Lisya karena memang Via, Bram dan Teo masih setia berdiri di belakangnya.
“Biar saja, Kita sudah sah, jadi tidak masalah.” Jawab Gathan enteng saat setelah melepas kecupannya.
Diih, Mentang-mentang udah halal main nyosor aja ditempat umum. Gak mikir apa kalo kita jadi pengen.. Eh,, aku kali ya yang pengen.
Gumam Via dalam hati sambil mulutnya terus komat-kamit.
“Vi,, kamu kenapa??” Tanya Bram heran saat melihat mulut Via terus komat-kamit tidak jelas. Sedangkan Via hanya menggeleng pelan sambil bibirnya tersenyum kaku.
“Sayang, kamu hati-hati ya. Sampai langsung hubungi aku, makan siang, dan langsung istirahat.” Gathan kembali mengecup kening dan kali ini bonus kecupan di bibir Lisya.
“ I-iya kak.” Lisya hanya bisa pasrah dan menunduk malu dengan perlakuan suaminya yang tak mengenal situasi.
“Kamu..! Hati-hati kalau membawa istirku. Ingat jangan sampai lecet sedikit pun. Dan satu lagi, Jangan apa??!” Tatapan Gathan berubah menajam saat berbicara kepada mang Ujang, supir Lisya.
“Siap Tuan, tidak boleh menatap Nyonya Lisya lebih dari 2 detik.” Jawab mang Ujang dengan mantap dan tegas namun tidak berani memandang mata majikannya.
“Good.” Ucap Gathan lalu membukakan pintu mobil untuk istrinya.
“Silahkan tuan putri.” Tatapan Gathan berubah 180 derajat menjadi sangat manis dan hangat. Tidak ketinggalan senyuman manisnya ia perlihatkan hanya kepada Lisya seorang.
“Makasih sayang.” Ucap Lisya yang salah tingkah.
“Aaahh, to tweet…” Teriak Via sambil menopang kedua pipinya dengan kedua telapak tangannya. Membuat semua yang ada disekitarnya menoleh kearah Via.
“ Vi,, suara kamu bisa gak sih pelanin dikit. Malu dilihat yang lain.” Bram menyenggol bahu Via, ia tidak habis fikir kenapa perempuan yang baru saja jadi pacarnya itu tidak bisa kontrol suaranya saat di tempat umum.
“Ah bodo amat Bram. Aku lagi asyik nonton adegan yang ada di drama korea secara live nih.!” Via tak menghiraukan ucapan Bram dan tatapan orang lain.
Teo yang melihat hanya menggelengkan kepalanya tidak percaya. Bagaimana tidak, kenapa dia sempat dibuat tidak tenang dengan perempuan modelan absurd seperti itu.
“Ya ampun. Vi, sorry aku sampe lupa belum pamitan sama kamu dan Bram.” Lisya menoleh kearah Via dan menghampirinya untuk menutupi salah tingkahnya akibat perlakuan manis suaminya.
“Iya lupain teroosss,,! Aku gak papa kok. Anggap saja ini bandara milik kalian berdua.” Via pura-pura kesal.
“Heheh, sorry. Makanya nikah biar bisa mesra-mesraan kayak kita.” Ucap Lisya lalu memeluk Via. Sedangkan Via semakin kesal dengan ejekan Lisya. Namun ia tetep membalas pelukan sahabatnya.
“Aku balik dulu ya Vi, Bram. Thanks udah mau join di liburan kita. “
“Oh ya Bram, tolong jaga perempuan langka ini ya, jangan sampe lecet sedikitpun. Ingat jangan lama-lama pacarannya.! Nikah itu enak loh.” Bisik Lisya kepada Bram yang masih bisa didengar oleh Via. Membuat pipi Via bersemu merah karena otaknya mulai melalang buana kemana-mana.
“Siap Sya, Doain ya semoga jodoh.” Bram tersnyum manis kepada Lisya.
”Sayang! Jaga posisimu! Jangan dekat-dekat dengan keong racun itu!” Tatapan Gathan menajam saat melihat ekspresi Bram dan posisi Lisya yang sedikit condong kearah Bram.
Hiisshhhh, nyentuh juga enggak! Dasar om-om! Posesif banget!
Gumam Bram dalam hati, tatapannya berubah sinis kepada Gathan.
__ADS_1
“Eh, i-iya sayang..” Lisya yang menyadari jika suaminya sedang cemburu, dengan cepat berlari kecil menghampiri Gathan untuk merayunya.
“Maaf ya sayang, jangan marah.” Lisya memeluk Gathan
Cup.
Lisya mengecup pipi Gathan.
“Aku pulang dulu ya, Kamu hati-hati dijalan. Ku tunggu kedatanganmu di kamar.” Bisik Lisya tepat ditelinga Gathan. Seketika membuat tubuh Gathan meremang, dan emosi yang sempat dirasakannya seketika hilang saat mendengar ucapan istrinya yang terdengar menggoda.
“Awas saja sayang! Lihat saja nanti! Kamu sudah mengganggu singa yang selalu lapar!” Ucap Gathan pelan yang hanya mampu terdengar oleh Lisya, serta seringai licik terlihat dibibir Gathan. Matanya menatap Lisya intens, sedangkan tangannya kembali membukakan pintu mobil yang sempat ia tutup kembali.
“Hehehe, Love you.” Lisya tersipu malu lalu dengan cepat masuk kedalam mobil sebelum Gathan menerkamnya di tempat umum.
“Love you more sayang.” Kemudian Gathan menutup pintu mobil.
Tak lama mobil yang ditumpangi Lisya sudah meninggalkan Bandara. Sedangkan Gathan, sebelum masuk kedalam mobil juga pamit kepada Bram dan Via sebagai bentuk terimakasihnya karena mau menemani moment liburannya disela kesibukannya. Begitu juga dengan Teo yang ikut berpamitan dengan Via dan Bram. Lalu tak lama, mereka sudah masuk kedalam mobil masing-masing dengan tujuan yang berbeda tentunya.
** Apartemen Belmont Residence **
“Bram, kamu beneran tidak ingin aku ikut ke studio?” Tanya Via saat Bram meminta supirnya mengantar Via pulang ke apartemenya.
“Bener Sayang, kamu pasti capek. Jadi lebih baik istirahat dulu. Besok baru kerja lagi. “ Jawab Bram sambil membelai rambut Via dengan lembut.
Blush
Seketika pipi Via bersemu merah, jantungngya berdegub kencang. Karena lagi-lagi Bram bersikap sangat manis kepadanya.
“Emm,, baiklah. Apapun maumu Bram.” Via tersenyum kaku karena masih salah tingkah.
“Yasudah, kamu istirahat gih. Besok aku jemput.” Ucap Bram kembali
“Eh, kok dijemput. Bukannya rumah kamu dengan apartemen ini tidak searah?” Protes Via.
“Aku tidak peduli. Pokoknya mulai besok kamu aku antar jemput. Supaya aman dari jangkauan siapapun.! Aku juga ingin hubungan kita semakin dekat. Jadi tidak ada penolakan!” Ucap Bram penuh dengan penekanan.
“Ehh, I-iiya deh. Terserah kamu Bram. Kalau begitu aku balik dulu ya. Kamu hati-hati. Semangat kerjanya.” Via hendak membuka pintu mobilnya.
Sedangkan Via jangan ditanya lagi, dia cengar-cengir tidak jelas. Karena seketika dirinya seperti berada diposisi temannya yaitu Lisya. Saking senang dan semangatnya Via keluar dari mobil dengan tidak hati-hati, sehingga kepalanya kebentur pinggiran mobil dengan keras.
Duggh,,
“Aaaww!! Sial!” Via meringis kesakitan sambil mengelus puncak kepalanya yang masih nyut-nyutan. Ia tak menyangka moment yang seharusnya terlihat sweet malah berakhir pahit.
“Eh, Vi.. Kamu gimana sih. Selalu tidak hati-hati!” Omel Bram yang memang begitu hafal dengan karakter Via yang begitu teledor.
“Ck, Ih kamu nih. Udah tahu aku kesakitan gak ditolong malah di omelin.” Racau Via kesal sambil tangannya masih elus-elus puncak kepalanya.
“Iya-iya maaf. Lain kali itu hati-hati dong.!” Bram ikut mengelus puncak kepala Via namun masih tetap mengomel karena Via tidak pernah berubah.
“Ah, tau ah. Gak ikhlas nolongin! Malah ngedumel gitu.!” Via semakin kesal lalu pergi meninggalkan Bram.
“Eh, Via.!! Siapa sih yang gak ikhlas!.” Bram sedikit berteriak.
“Bodo’..!” Via berharap Bram mengejarnya hingga kedalam loby.
Kita lihat,,, Bram pasti ngejar aku buat minta maaf. Karena setahuku kalo di drakor laki-lakinya pasti mengejar perempuannya. Hihihi.
Namun sedetik,,
Dua detik,
Tiga detik,
Satu menit…
Via tidak mendengar adanya suara teriakan dari laki-laki yang saat ini baru jadi pacarnya.
“Eh, kok sepi-sepi aja.” Via menoleh kebelakang.
Sungguh diluar dugaan Bram beserta mobilnya justru sudah menghilang dari depan loby apartemen.
__ADS_1
“Hisshh!! Dasar..! Gak Peka!” Via ngedumel sambil kakinya ia hentakkan pada lantai dengan keras, lalu kembali berjalan kearah lift karena merasa malu menjadi pusat perhatian orang-orang sekitar.
** Gedung BR Group **
“Gathan.!! Ah, sudah lama sekali kita tidak bertemu!” Dio memeluk Gathan saat melihat kedatangannya seorang diri. Sedangkan Teo langsung menuju ruang kerjanya sendiri.
“Dio.! Iya lama sekali rasanya. Bagaimana kabarmu?” Gathan membalas pelukan Dio.
“Baik. Kamu gimana?? Tanya Dio lalu mengurai pelukannya.
“Baik alhamdulillah. Ah, duduk lah kembali.” Gathan mempersilahkan Dio dan perempuan yang ada disamping Dio untuk duduk kembali.
Ya, Dio Albern adalah anak dari uncle Robert Albern, rekan sekaligus teman daddy Barra yang memiliki jasa sangat besar terhadap BR Group saat hendak bangkrut. Ya tepatnya saat Gathan masih kecil dan tinggal di Surabaya. Uncle Robert lah yang membantu dan mendampingi daddy Barra saat di Amerika. Beliau yang berjuang keras untuk memperkenalkan daddy Barra dan BR Group kepada investor kenalannya agar mampu membantu mengembalikan kondisi keuangan BR Group yang sempat anjlok. Berkat bantuan uncle Robert itu juga yang membuat BR Group bisa bertahan dan berkembang pesat hingga saat ini.
“ Kamu beneran barusan dari Lombok Than?” Tanya Dio merasa tidak enak.
“Iya, baru banget. Sampai Jakarta langsung kemari karena
tahu ada tamu penting.” Jelas Gathan sambil tersenyum tipis.
“Wah, aku jadi tidak enak nih. Pasti merusak jadwal kamu ya?” Tanya Dio basa basi.
“Sudah santai saja Di. Aku tidak masalah. Lagian Lombok-Jakarta kan deket.” Bela Gathan agar Dio tidak merasa bersalah.
“Eh sejak kapan di Indonesia?” Tanya Gathan untuk mengalihkan pembicaraan.
“Oh baru tiga hari yang lalu Than.” Jelas Dio.
“Emmm..." Gathan manggut-manggut mengerti.
"Oh ya,, Jadi ada perlu apa ini sampai harus datang secara mendadak kesini? Suatu kehormatan ini buat aku pribadi sampai secara langsung di datangi oleh CEO hebat dari Amerika.” Tanya Gathan dengan sedikit bercanda namun sebenarnya serius.
“Ah bisa saja kamu.”
“Eh,,, Sorry aku sampai lupa belum kasih tahu maksud kedatangan aku kesini. Dan aku sampai lupa tidak memperkenalkan perempuan cantik disampingku ini.” Dio menyenggol bahu perempuan yang ada disampingnya dengan senyum menggoda.
“Sorry,, ini??” Tanya Gathan yang juga penasaran. Gathan mengira jika perempuan itu adalah istri Dio.
“Kamu lupa siapa dia Than??” Dio balik nanya dengan senyum menggoda.
“Lupa?? Memangnya kita pernah bertemu sebelumnya??” Gathan mengernyitkan dahinya sambil mencoba mengingat perempuan yang ada dihadapannya. Memang serasa tidak asing baginya.
“Ya ampun. Ini Lena. My little sister. Kamu lupa? Apa segitu berubahnya kah wajah dan penampilannya?” Jelas Dio.
“Oh God.! Sorry Lena. Long time no see you.! How are you?” Gathan mengulurkan tangannya pada Lena.
“Fine kak. Nice to meet you.” Lena dengan antusias membalas uluran tangan Gathan. Wajahnya berbinar bahagia akhirnya bertemu kembali dengan sosok laki-laki yang sudah menjadi obsesinya saat kecil dulu.
“Nice to meet you too.” Gathan segera menarik tangannya karena merasa Lena begitu erat menggenggam tangannya.
“Oke, karena kamu sudah mengingat my little sister ini, izinkan aku menyampaikan maksud kedatangan kami kesini.” Potong Dio yang ingin segera menjelaskan maksud kedatangannya.
Lena Albern
To Be Continued 🖤
Annyeong pembaca yang budiman 💕-
Long time no see. Hiks . Maafkan othor yang sempat hiatus beberapa bulan ya. Semua itu karena othor didalam dunia nyatanya kembali menjadi wanita karir alias bekerja. Yang tadinya othor hanya kaum berdaster yang gak ngapa-ngapain semenjak menikah, sekarang kembali jadi wanita sok sibuk yang tentu waktunya sangat terbagi-bagi.
Karena efek WFH ini, othor jadi kangen dengan kalian para readers, dan berkat support dari ma bebi hani akhirnya othor memutuskan untuk kembali eksis lagi.
Oh ya karena cukup lama othor hiatus, membuat othor harus membaca ulang cerita Gathan dan Lisya sedari awal. Jadi mohon maklum ya jika othor tidak bisa rutin update setiap hari. Karena Othor harus menyesuaikan kembali dengan cerita yang sudah ada.
Sebelumnya othor ucapin terimakasih yang banyak kepada readres yang sudah setia menunggu cerita ini up lagi. Dan agar othor bisa semakin semangat lagi, jangan lupa supportnya ya.. Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! 🙏supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi untuk bisa buat jalan cerita lebih bagus kedepannya.
Oh ya satu lagi…. Stay healthy ya readers. Jangan lupa makan yang teratur, minum vitamin dan olahraga supaya kita dijauhkan dari segala macam penyakit. Terutama dari koroncee jahara Aaamiinn..
Salam cium dan peluk jauh. 🤗
__ADS_1