
** Hotel Xx Surabaya **
"Ra, kamu gak masuk?" Ucap Gathan memecah lamunan Lisya yang sedang berdiri mematung didepan pintu kamar hotel.
Ya, setelah acara akad nikah mereka selesai, Gathan dan Lisya beristirahat di hotel Xx Surabaya yang merupakan hotel milik BR Group terbesar di Surabaya. Keduanya akan bermalam sementara disana sebelum akhirnya berbulan madu di Maldives pilihan daddy Barra.
Sedangkan Via, Teo dan Bram telah kembali ke Jakarta hari itu juga karena masih mempunyai urusan masing-masing di kota metropolitan itu.
Daddy Barra dan asistennya uncle Jo juga sudah kembali ke Amerika. Karena ada urusan mendadak yang harus beliau selesaikan. Gathan dan Lisya ikut mengantar daddy Barra ke bandara sebelum akhirnya menuju ke hotel.
Ibu Umaira dan Nino masih tetap di rumah sakit untuk menjaga pak Hasan yang semakin hari kondisinya semakin membaik. Kemungkinan dua kali lagi menjalani terapi, pak Hasan sudah diperbolehkan pulang. Untuk itu, Lisya dengan hati tenang menyetujui permintaan daddy Barra untuk menerima hadiah bulan madunya dengan Gathan di Maldives. Meski dirinya tidak begitu tertarik, karena pernikahannya yang dilakukan secara terpaksa.
"Ah i-iya kak." Ucap Lisya lalu berjalan menghampiri Gathan.
"Baju ganti kamu ada dikoper itu." Ucap Gathan sambil menunjuk koper pink yang ada di samping lemari hotel. Semua perlengkapan Lisya telah disiapkan oleh pihak hotel atas permintaan Gathan tentunya.
Sedangkan perlengkapan Gathan hanyalah Teo yang mampu mempersiapkannya. Meski berada jauh disana, Teo memandu pihak hotel untuk mempersiapkan segala kebutuhan yang diperlukan oleh bosnya itu, karena hanya dia yang tahu dengan selera bosnya.
"I-iyaa kak." Jawab Lisya sambil terus menunduk karena gugup dan bingung dengan pikiran lucknutnya.
A-apaa malam ini aku dan dia bakal skidibabap ya? Ahh,, aku belum siap. Ta-tapi aku sudah sah menjadi istrinya. Yang artinya aku harus mau melayaninya. Ibu tadi juga berpesan, kalau suami meminta hak batinnya malam ini, sebagai istri tidak boleh menolaknya. Aah, kenapa aku kemarin tidak berfikir sampai sini ya. Masa iya gawang yang aku jaga mati-matian selama ini bakal jebol malam ini juga.
Gumam Lisya dalam hati sambil mulutnya komat kamit.
Cup.
Kecupan singkat dilakukan Gathan pada bibir Lisya yang menurutnya sangat menggemaskan itu.
"Ahhh, kakakk. Kenapa menciumku!" Teriak Lisya karena kaget. Tangannya mengelap bibirnya karena bekas bibir Gathan tadi.
__ADS_1
"Ck, kamu lupa kita sudah suami istri? Jadi apa yang aku lakukan barusan itu bukanlah hal yang berdosa. Lagiaan, kamu aku panggil diam aja sambil mulut itu komat kamit ga jelas. Apa yang kamu pikirkan??" Tanya Gathan menyelidik.
"Ehh,, A-aku gak mikirin apa-apa kok." Jawab Lisya terbata.
"Aahh,,aku tahu. Kamu lagi mikirin apa kita bakal kikuk-kikuk malam ini ya?" Tanya Gathan menggoda sambil kedua tangannya dikerucutkan lalu dipertemukan satu sama lain.
"Haa,, hissh apa sih kak. Aku gak paham apa maksud kakak!" Elak Lisya dengan pipi yang memerah, karena malu ternyata Gathan bisa menebak isi pikirannya. Hal itu semakin membuat Gathan gemas.
Grep.
"Hemmm akhirnya peri kecilku dulu telah menjadi istriku sekarang. Alhamdulillah ya Allah, engkau telah pertemukan kita kembali setelah belasan tahun berpisah. Dan meski pertemuan awal kita sangatlah tidak wajar." Ucap Gathan setelah secara tiba-tiba memeluk tubuh Lisya dengan erat. Lalu mengecup puncak kepala Lisya berulang kali.
"Qaleesya El Barra,,, Sekarang margamu sudah berubah ya Ra." Ucap Gathan tersenyum sambil mendongakkan kepala Lisya yang kemudian hanya mendapat anggukan darinya.
"Seperti yang aku ucapkan waktu itu, aku ingin kita berdua belajar saling mencintai. Terutama aku, aku ingin belajar tentang arti cinta yang sesungguhnya kepadamu. Jadi, aku tidak akan meminta hakku sebelum kamu dan aku benar-benar menyadari perasaan kita satu sama lain. Mulai sekarang dan seterusnya ajari aku bagaimana cara mencintaimu dengan benar supaya kamu bisa melihat bahwa pernikahan ini bukanlah permainan untukku."
"Aku ingin pernikahan terjadi hanya sekali seumur hidupku yaitu hanya denganmu. Karena hanya kamulah yang bisa merubah statemen ku selama ini. Aku akan bertanggungjawab dengan apapun yang aku putuskan. Ingat, jangan pernah kamu meninggalkanku. Aku akan tetap menggenggam tanganmu di manapun kamu berada." Jelas Gathan lembut, dengan posisi masih memeluk seperti sebelumnya.
Cup.
Cup.
"Sama-sama Aira." Jawab Gathan tersenyum manis.
"Ehhh,,,,," Ucap Lisya yang masih terkejut sambil mengelus kening dan bibirnya yang dicium Gathan.
"Kenapa pipi kamu?" Ucap Gathan menggoda karena melihat pipi Lisya yang memerah.
"Kakak jangan main cium-cium dong." Lisya menolehkan wajahnya karena malu.
__ADS_1
"Maaf Aira, Kalau urusan itu, aku tidak bisa menahannya karena kamu terlihat sangat menggemaskan. Apalagi ini,,,,,," Jelas Gathan terhenti saat memegang lembut bibir Lisya.
"Asal kamu tahu,saat kejadian di mobil waktu itu yang tanpa sadar aku mengecup bibir mungilmu ini, rasanya aku terbayang terus. Betapa dengan susah payahnya aku menahan hasrat untuk tidak kembali mencium bibir ini saat tiap kali bertemu denganmu. Maka dari itu karena kita sudah halal, untuk satu hal ini aku tidak bisa menahan terlalu lama Ra." Jelas Gathan yang tiba-tiba kembali mendekatkan wajahnya ke bibir Lisya. Tangan kirinya menarik pinggang Lisya secara perlahan supaya semakin dekat dengannya. Sedangkan tangan kanan Gathan mengelus lembut kepala Lisya.
Lisya yang masih bingung dengan pikirannya, hanya terdiam merasakan aksi Gathan yang terus mendekatkan tubuhnya. Entah mengapa, saat ia ingin mundur menjauh dari Gathan seolah tubuhnya tidak merespon, hati dan pikirannya tidak sinkron. Lisya merasakan getaran yang sulit ia artikan saat mendapati hembusan nafas berbau mint dari Gathan yang semakin dekat dengan wajahnya, membuat Lisya reflek memejamkan matanya.
Gathan yang tidak melihat ada penolakan dari Lisya, bahkan ia melihat jika wanitanya itu memejamkan mata. Membuat Gathan tersenyum senang. Ia melanjutkan aksinya dengan manarik tengkuk Lisya lalu menempelkan bibirnya pada bibir Lisya yang sudah sangat dekat dengan bibirnya.
Beberapa detik setelah bibir Gathan menempel pada bibir Lisya, keduanya diam tak ada pergerakan sama sekali. Gathan masih memastikan, apa istrinya itu benar tidak akan menolaknya. Setelah ia yakin bahwa Lisya tidak menolaknya sama sekali, Gathan ikut memejamkan matanya lalu sedikit membuka mulutnya untuk mencecap bibir mungil yang telah mengahantuinya selama ini.
Gathan mencecap bibir bagian bawah dan atas si Lisya bergantian. Karena hal ini adalah pengalaman pertama bagi Gathan, membuat pergerakan bibirnya masih kaku. Begitu pula dengan Lisya, bibirnya masih tertutup rapat. Ia tak tahu harus bagaimana menghadapi aksi Gathan. Ia berdiri mematung karena merasakan tubuhnya seperti mendapat sengatan listrik dari Gathan. Entah mengapa ia justru menikmati setiap cecapan yang dilakukan suaminya itu.
"Hah,, Hah,, Hah,, Aku mau mandi dulu kak." Ucap Lisya menjauhkan wajahnya karena kehabisan nafas. Untuk beberapa saat tadi ia lupa tak bernafas karena begitu menikmati aksi Gathan. Lisya berlari kecil ke arah kamar mandi untuk menyembunyikan pipi merahnya, dan deguban kencang di dadanya.
"Apa perlu kita mandi bersama?" Tanya Gathan menggoda.
"Ogah!." Teriak Lisya setelah menutup pintu kamar mandinya.
Gathan tertawa puas, karena berhasil mengerjai Lisya sedari tadi. Serta ia telah berhasil mendapatkan ciuman pertamanya dengan Lisya yang sekarang sudah sah menjadi istrinya. Jangan ditanya lagi, Gathan juga merasakan getaran yang begitu dahsyat saat pertama kali melakukan ciumannya. Ia tak menyangka ternyata first kiss nya sehebat ini rasanya, seakan ia mulai candu dengan bibir mungil istrinya itu.
"Manis sekali bibirmu Lisya. Hah,, aku tidak yakin, apa aku bisa menahannya untuk tidak melakukan hal lebih saat aku mencium bibirmu lagi. Karena sepertinya mulai sekarang aku mulai candu dengan bibirmu itu." Gumam Gathan pelan sambil memegang bibirnya dengan tangan kanannya. Sedang tangan kirinya memegang dadanya yang masih berdedup kencang. Gathan duduk di pinggiran kasur, untuk mengatur deru nafasnya akibat ciuman yang dilakukannya tadi serta menetralisir batang berurat dibawah sana yang sedari tadi sudah on.
To Be Continued đ¤
Â
- Annyeong pembaca yang budiman đ--
- Aduuhhhh, othor uda mulai cenut-cenut wkwk, padahal belum apa-apa yaa. Yang masih bujang, harap minggir. đ
__ADS_1
-- Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! đ supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi! --
Salam cium dan peluk jauh. đ¤