GILA! TAPI AKU CINTA!

GILA! TAPI AKU CINTA!
Pemandangan Indah


__ADS_3

Harap yang belum cukup umur, skipp aja episode ini yaa. 🙏


Deg .. Deg.. Deg..


Debaran jantung Lisya terasa tak karuan. Ia bersandar pada balik pintu kamar mandi yang sudah ia kunci sebelumnya sambil memegang dadanya yang masih memburuh.


"Hah Sial! Racau Lisya sambil menggelengkan kepalanya karena tak percaya dengan reaksi tubuhnya.


"Kenapa jantung ini? Dan,, kenapa aku tadi seolah menikmatinya? Kalau aku belum ada rasa, harusnya aku menolak secara halus kan tadi? Kenapa malah aku membiarkannya? Racau Lisya kembali sambil kepalanya ia benturkan pelan pada pintu kamar mandi yang ia sandari.


"Apa jangan-jangan tanpa aku sadari, aku mulai ada rasa sama kak Gathan?" Ucap Lisya dengan pipi memerah, karena tak dapat ia pungkiri jika selama dua minggu di Surabaya, ia merasa nyaman dengan sikap manis Gathan.


"Masa karena 'trisno jalaran soko nggelibet' (cinta datang karena berdekatan)?"


"Ahhhhh,,, egak,, egak,, masa secepat itu." Teriak Lisya sambil menggelengkan kepalanya, sedangkan kedua tangannya menutup kedua telinganya sehingga tak menyadari jika suara teriakannya begitu keras.


Tok.. Tok.. Tok.


"Heyy,, Airaa,, Kamu kenapa??" Teriak Gathan dari luar kamar mandi karena panik mendengar suara teriakan Lisya. Ia takut jika istrinya itu kepleset didalam kamar mandi.


"Eh, tak ape kak.. Aku fine. Oke!" Jawab Lisya yang kaget mendengar suara Gathan. Ia tak menyangka jika ternyata suaranya terdengar hingga luar.


"Trus kenapa kamu teriak-teriak?" Tanya Gathan yang masih penasaran.


"Oh, emm a-aku,, aku tadi latihan paduan suara kak. I-iya itu. Yaudah aku lanjut mandi dulu ya. Jangan khawatirkan aku." Jawab Lisya asal lalu segera masuk kedalam ruang bilas setelah melepas semua bajunya.


"Baru tahu kalau Aira ikutan paduan suara. Kenapa Teo tak memberitahuku?? Awas aja kamu Teo, kamu beri informasi yang tidak lengkap.!" Gumam Gathan kemudian segera mengambil ponselnya yang ia letakkan di atas nakas untuk memberi ceramah kepada Teo karena tak memberi tahu soal kegiatan paduan suara Lisya. 🙈


Setelah beberapa menit, Lisya telah selesai mandi. Namun karena keteledorannya ia lupa membawa baju ganti saat masuk ke kamar mandi tadi. Sehingga terpaksa Lisya keluar hanya memakai handuk kimono yang sudah disiapkan oleh pihak hotel sebelumnya.


Lisya berjalan malu-malu menuju koper baju miliknya yang letaknya disebelah lemari. Sedangkan lemari itu terletak tepat didepan tempat tidur king size yang saat ini ada Gathan yang sedang duduk sambil menatap intens laptop dipangkuannya untuk memantau laporan BR Group selama ia tinggal di Surabaya.


Gathan yang tadinya fokus melihat laptop, tak sengaja melihat pergerakan seseorang didepannya. Sontak membuat matanya beralih melihat pemandangan yang tak biasa namun begitu indah itu. Tak sedikitpun matanya berkedip melihat lekukan tubuh Lisya yang menggoda, matanya pun juga melihat jelas tombol kecil diatas kedua gunung gantung Lisya yang menjiplak dibalik handuk tipis yang dipakainya.


Glek.


Gathan dengan susah payah menelan salivanya, ia tak menyangka ternyata tubuh peri kecilnya dulu yang sekarang sudah sah menjadi istrinya itu sangatlah aduhai. Sebelumnya ia pernah melihat Lisya memakai baju seksi, namun kali ini bagi Gathan Lisya terlihat berkali-kali lipat lebih seksi.

__ADS_1


Seketika tubuh Gathan memanas, batang berurat yang tadi sudah berhasil ia tenangkan kembali memberontak. Deru nafasnya memburuh, membuat duduk sang empu tak nyaman. Seketika Gathan meletakkan laptop yang ada di pangkuannya, ia berdiri dari kasur dan hendak mendekati Lisya.


"Emm,, maaf kak, aku lupa gak bawa baju ganti tadi. Maaf ya kak, bukannya aku gak sopan tapi karena aku........ hmmmmmpptttthhh" Ucap Lisya salah tingkah karena Gathan melihatnya dengan intens. Lalu ucapannya terpotong karena Gathan dengan cepat menarik tengkuknya dan mencium bibirnya kembali.


"Hah,,, Kak. Tunggu,, Aku,,,, Hmmptthhh" Lisya berusaha melepaskan ciuman Gathan. Namun Gathan menariknya kembali dengan kuat.


Kali ini naluri kelakiannya menuntut Gathan untuk mencium Lisya dengan penuh gairah. Tak hanya sekedar mencecap seperti sebelumnya, kali ini bahkan Gathan ******* habis bibir manis itu. Lisya yang tadinya berusaha menolak dengan memukulkan tangannya pada dada bidang Gathan, semakin lama semakin tenang, karena terbawa dengan permainan bibir Gathan. Bahkan ia kembali memejamkan matanya, tangannya pun mengepal dibawah merasakan sensasi yang tidak biasa pada tubuhnya.


Karena merasa tidak ada balasan dari Lisya, Gathan menggigit pelan bibir mungil itu. Membuat sang Empunya yaitu Lisya membuka mulutnya karena kaget. Dengan cepat lidah Gathan menerobos masuk kedalam rongga mulut Lisya dan mengabsen gigi rapih milik istrinya itu. Tak lupa Gathan memainkan lidahnya pada lidah Lisya dengan penuh gairah.


"Emmmphhhh...." Lenguhan Lisya tak sengaja lolos dari mulutnya membuat Gathan semakin memperdalam ciumannya.


Lisya yang awalnya diam saja, perlahan ia mengikuti permainan bibir Gathan. Meski masih sama-sama kaku, keduanya sangat menikmatinya. Pertukaran saliva antara keduanya tak terhindarkan.


"Hah,, Hah,, Hah,, Aku tak bisa nafas kak. Hah,," Ucap Lisya saat berhasil melepaskan ciumannya karena kehabisan nafas setelah hampir beberapa menit saling berpagutan.


"Hah,, Hah,, maaf Ra.. Aku.. A-ku tergoda melihat mu seperti ini. Aku tak bisa menahannya." Ucap Gathan sambil menempelkan dahinya pada dahi Lisya karena ia juga masih mengatur nafasnya yang masih memburuh.


"Ingat Ra, lain kali jangan memancingku dengan pakaian seksi lagi seperti ini. Aku gak jamin jika aku bisa menahannya. Aku memang baru pertama kali merasakan seperti ini terhadap perempuan. Tapi aku juga laki-laki normal yang punya naluri untuk bisa melakukan hal 'iya iya' jika melihat istrinya seperti ini." Jelas Gathan.


"Sudah, tak perlu minta maaf. Kamu tidak bersalah." Ucap Gathan memeluk tubuh Lisya dengan erat. Namun sialnya, Gathan merasakan tombol kecil menempel di dadanya. Membuat gairahnya kembali memburuh.


"Kamu ganti baju disini saja. Karena aku harus cepat-cepat ke kamar mandi." Ucap Gathan.


"Eh, kok gitu kak." Jawab Lisya bingung.


Cup.


Gathan mengecup kening Lisya kemudian dengan segera berlari kecil dan masuk ke kamar mandi. 'Entahlah apa yang akan dilakukan, dengan sabun mungkin.... mandinya yaa jangan mikir yang ngadi-ngadi y readers' 🤔


"Waahhh, gak bener ini.. Aku membalas ciuman kak Gathan??????? Ohh bibir ini." Gumam Lisya pelan sambil menepuk bibirnya pelan. Lalu ia segera berganti baju sebelum Gathan keluar dari kamar mandi.


Setelah beberapa menit bergelut didalam kamar mandi, Gathan keluar hanya menggunakan handuk yang dililitkan hanya sebatas pinggang saja. Membuat perut sixpack nya terpampang nyata, rambutnya yang masih setengah basah semakin menambah ketampanannya.


Lisya yang sudah tiduran diatas kasur sambil memainkan ponselnya karena sibuk membalas pesan Via, berganti melihat pemandangan indah yang ada didepannya. Matanya tak berkedip sedikitpun, ia tak menyangka sosok laki-laki tampan, seksi, keren, dan bertubuh atletis didepannya itu adalah suaminya. Ia baru tahu, jika ternyata kakak gantengnya dulu yang sedikit lebih kecil darinya, berubah menjadi laki-laki yang memiliki tubuh sesuai kriterianya.


Seketika dalam hatinya merasa bangga karena telah memiliki suami yang mempunyai fisik sempurna.

__ADS_1


Wahhhh, sumpaaaahhh. Kalau kayak gini, aku jadi nyesel kemarin sempet nolak nikah sama dia. Aww, perut kotak itu. Semriwiiiing. Keras gak ya itu kalau dipegang.


Gumam Lisya dalam hati.


"Ehhh, enggak,, enggak." Lisya menggelengkan kepalanya, karena tak habis fikir dengan otak kotorrnya itu.


"Sudah lihatinnya?? Kamu suka?? Mau??" Goda Gathan sambil tersenyum karena tahu jika Lisya sedari tadi memandangnya tanpa berkedip.


"Ehhh, ogahh." Jawab Lisya yang langsung beringsut dibalik selimut menutupi pipi merahnya. Ia malu karena telah tertangkap basah melihat tubuh polos Gathan, meski hanya sebagian.


Sedangkan Gathan hanya tertawa geli melihat kelakuan istrinya itu. Ia tak menyangka ternyata reaksi Lisya sama dengan dirinya saat pertama kali melihat pemandangan indah yang tentu tidak semua orang bisa melihatnya begitu saja.


Setelah selesai berganti baju, Gathan juga merebahkan tubuhnya diatas kasur disamping Lisya. Gathan memeluk tubuh Lisya yang membelakanginya. Ia tahu jika istrinya itu masih malu atas kejadian tadi.


"Qaleesya El Barra." Panggil Gathan sambil menarik tubuh Lisya supaya menghadap padanya.


"Hemmm" Jawab Lisya saat sudah menghadap Gathan.


"Emm...... Kira-kira langkah awal apa yang bisa kita lakukan supaya kita bisa saling mencintai ya? Selain kissing?" Tanya Gathan to the point.


"Ehhh,,, Emmmm i-itu." Jawab Lisya dengan pipi memerah.


"Kita berdua harus bisa saling terbuka kak." Jawab Lisya malu-malu karena teringat ciumannya yang menurutnya begitu panas.


"Terbuka??" Tanya Gathan heran. Matanya menatap lekat tubuh Lisya dari atas sampai bawah.


To Be Continued 🖤


 


- Annyeong pembaca yang budiman 💕--


- Pasangan mana pasangan.. Yang bujang harap minggir 😂


-- Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! 🙏 supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi! --


Salam cium dan peluk jauh. 🤗

__ADS_1


__ADS_2