GILA! TAPI AKU CINTA!

GILA! TAPI AKU CINTA!
Setiap Hari Boleh?


__ADS_3

"Kemana saja kamu Teo.!" Bentak Gathan saat melihat Teo berlari kecil menghampirinya yang sedang duduk di ruang utama bersama Lisya.


"Maaf bos. Saya bangun kesiangan." Jawab Teo bohong. Ia tidak ingin jika bosnya mengetahui kejadian sebenarnya. Karena Gathan akan mengejeknya habis-habisan.


"Bohong.!" Seru Gathan, karena tahu tidak mungkin Teo bisa bangun kesiangan.


"Benar bos." Jawab Teo mantap. Ia berusaha menutupi kebohongannya.


"Aku tidak percaya!" Elak Gathan yang semakin penasaran dengan kebenarannya.


"Anda harus percaya bos." Jawab Teo enteng.


"Ngapain aku harus percaya padamu!" Jawab Gathan cepat sambil menatap tajam Teo.


"Ya karena bos harus percaya." Jawab Teo absurd.


"Berani kamu memaksaku??" Ancam Gathan


"Tentu saja,,,! Tidak bos." Jawab Teo dengan nada tegas diawal, lalu menjadi lirih sambil menundukkan kepalanya.


"Bosan hidup ternyata kamu Teo!" Tatapan Gathan semakin menajam.


"Tidak bos, ampun." Teo masih setia menjawab. Membuat Gathan semakin kesal.


"Kak, sudahlah. Siapa tahu karena Teo kecapekan kemarin, jadi bangunnya kesiangan." Potong Lisya sambil memegang lembut tangan Gathan.


"Tapi Sya,,, Aku sangat,,,,,"


"Kak, kali ini percayalah. Kasihan kan Teo." Potong Lisya kembali.


"Ck, jadi kamu mengasihani Teo dibanding aku yang sedari tadi menunggunya karena ingin segera ke rumah sakit?!" Tuduh Gathan dengan wajah yang sedikit memelas.


"Kak,! Jadi atau enggak ke rumah sakitnya?!" Tanya Lisya dengan nada tegasnya. Matanya menatap tajam Gathan. Ia tak habis pikir mengapa suaminya itu begitu mempermasalahkan jawaban Teo.


"Ja-jadiii." Jawab Gathan cepat, dengan ekspresi njelulunya, kepalanya mengangguk cepat karena merasa terancam dengan tatapan Lisya.


"Yasudah. Ayo.!" Lisya berdiri dari posisinya. Tangannya ia julurkan kearah Gathan, tanda ingin menggandengnya.


Dengan senang hati Gathan menyambut tangan itu. Dikecupnya tangan lembut istrinya itu, lalu ia juga berdiri dari posisinya. Dengan cepat ia meyambar bibir Lisya beberapa detik, membuat sang empu memerah karena malu telah dilihat Teo. Sedangkan Gathan semakin senyum penuh kemenangan karena telah berhasil membuat Teo seperti obat nyamuk.


" Love you sayang." Ucap Gathan setelah melepas pagutannya sambil melirik Teo.


"Love you too." Jawab Lisya malu-malu lalu meninggalkan kedua orang yang menurutnya sangat aneh. Siapa lagi kalau bukan Gathan dan Teo.


"Tunggu sayang." Ucap Gathan sambil sekilas menatap Teo dengan senyum kemenangannya. Siapa suruh datang terlambat, dan membuat Lisya jadi membelanya, pikir Gathan. Segera ia menghampiri Lisya yang semakin jauh.


Dasaaarr!! Bos ediiaannn.! Bucin lo!


Gumam Teo dalam hati, sambil kaki kanannya ia layangkan kedepan layaknya ingin menendang keras sang bosnya.


"Teo.! Cepat! Aku hitung sampai satu, jika tidak segera menyusulku maka kamu aku pecat!" Teriak Gathan yang sudah berada diluar pintu.


"Saaaaa,,,,,,,,," Teriak Gathan yang mencoba menahan hitungan absurdnya.


" Eh,,,, I-iyaa bos." Teo terkejut, lalu dengan segera berlari menyusul bosnya yang edian menurutnya.


Mana ada hitungan cuma sampai satu.! Hah, benar-benar ediiiian!


Gumam Teo kembali dalam hati disaat ia berlari.


.


.


** Rumah Sakit BR Group **


" Selamat siang tuan dan nyonya Gathan. Selamat siang tuan Teo." Sapa dokter Rita beserta beberapa jajaran dokter senior yang telah menyambut kedatangan pemilik rumah sakit.


"Siang." Jawab Gathan dengan senyum sumringah karena moodnya sedang baik, berkat terbalasnya perasaannya kemarin malam. Sedangkan Lisya dan Teo hanya mengangguk sambil tersenyum ramah.

__ADS_1


"Ah, perkenalkan perempuan disamping saya ini adalah istri saya. Kami baru menikah sekitar dua minggu yang lalu. Memang pernikahan kami hanya melibatkan keluarga inti saja, sehingga wajar jika pernikahan saya tidak banyak diketahui oleh khalayak umum. Karena itu juga salah satu alasan saya mengapa tak mempublikasikan pernikahan kami." Jelas Gathan yang melihat tatapan penuh tanya dari para dokter yang menyambutnya.


"Untuk itu, saya harap anda semua bisa merahasiakan soal status saya, terlebih istri saya. Karena saya ingin, supaya istri saya tetap aman dimana pun dia berada." Gathan mempererat gandengannya, saat menoleh ke arah Lisya. Lalu tersenyum tipis.


"Baik tuan Gathan." Jawab dokter senior bersamaan.


"Kalau begitu, anda bisa kembali melanjutkan pekerjaan anda." Gathan mempersilahkan dokter yang tidak berkepentingan meninggalkan tempat.


"Maaf tuan, apa benar kedatangan anda ingin menemui dokter spesialis kandungan?" tanya dokter Rita memastikan.


"Iya benar dok." Jawab Gathan sambil tetap menggandeng tangan Lisya sedari ia memasuki kawasan rumah sakit.


"Baik. Perkenalkan disamping saya ini adalah dokter Gritta. Beliau adalah dokter kandungan senior yang menjadi favorit oleh sebagian besar ibu hamil, maupun pasangan yang sedang menjalani program hamil." Jelas dokter Rita.


"Salam kenal tuan dan nyonya Gathan, tuan Teo. Saya Gritta. Dokter spesial kandungan disini." Ucap dokter Gritta sambil menundukkan kepalanya singkat.


"Salam kenal dok." Jawab ketiganya bersamaan dengan senyum ramah.


"Kalau begitu, mari saya antarkan ke ruang saya." Dokter Gritta mempersilahkan ketiganya.


Tak lama, Gathan dan Lisya yang tentu ditemani Teo dan dokter Maya, sampai di depan ruangan dokter Gritta. Gathan dan Lisya yang memasuki ruangan dokter Gritta dengan antusias.


Tanpa basa-basi, Gathan menceritakan permasalahannya kepada dokter Gritta mengenai Lisya yang terlanjur meminum pil penunda kehamilan satu kali. Sedangkan Lisya hanya diam, karena merasa bersalah.


"Bagaimana dok. Apa masih bisa di atasi?"


"Apa istri saya masih bisa hamil?"


"Saya ingin, supaya istri saya bisa cepat hamil dok. Bagaimana caranya?" Rentetan pertanyaan terlontar dari mulut Gathan yang mampu membuat Lisya malu, dan membuat dokter Gritta tersenyum heran.


"Kak, satu-satu dong tanyanya. Biarkan dokter Gritta menjelaskan dulu." Pinta Lisya sambil memegang erat tangan Gathan yang dibawah meja supaya lebih tenang dan rileks.


"Iya sayang. Maaf.." Gathan tersenyum menatap Lisya. Entah mengapa, hanya sentuhan tangan Lisya saja membuat dirinya tenang dan bahagia.


Cup


"Habisnya, aku tidak sabar ingin segera membuatmu hamil." Ucap Gathan setelah mengecup kening Lisya tanpa memperdulikan keberadaan dokter Gritta.


"Kak, ck. Maluuu!!" Bisik Lisya sambil menepuk bahu Gathan.


"Sorry sayang. Habisnya kamu menggemaskan." Gathah tersenyum muaniiiss.



"Apa sih kak. Ada dokter Gritta, stop!" Ucap Lisya sambil menyembunyikan wajahnya pada jaket yang dipakai.



"Ah, yaa. Maaf dokter." Gathan menoleh kepada dokter Gritta.


"Ehemm, Tak apa tuan. Saya sudah biasa melihat keuwuan pasutri yang sedang bahagia." Jawab dokter Gritta sambil membenarkan posisinya setelah beberapa saat terpaku melihat tuannya yang katanya dingin dan kejam, justru malah terlihat seperti anjing jinak yang begitu nurut dengan majikannya.


"Jadi bagaimana dok?" Tanya Gathan kembali yang mulai fokus menatap dokter Gritta.


"Baik, jadi begini tuan. Soal pil penunda kehamilan itu, memang sangat ampuh untuk menunda kehamilan. Kehamilan akan sulit terjadi, apabila pil itu diminum secara teratur setiap bulannya. Namun, karena kasusnya nyonya??" Ucap dokter Gritta terhenti karena ingin menanyakan nama Lisya.


"Lisya dok. Panggil saja saya Lisya." Jawab Lisya.


"Ah, baik nyonya Lisya. Karena seperti cerita tuan Gathan, jika nyonya Lisya hanya meminum pil itu satu kali saja, maka kehamilan masih bisa terjadi jika melakukan hubungan suami istri secara teratur."


"Namun, saya akan tetap meresepkan beberapa vitamin untuk meningkatkan kesuburan anda berdua." Jelas dokter Gritta.


"Untuk pertanyaan bagaimana caranya supaya nyonya Lisya bisa cepat hamil, jawabnya yaitu berhubungan secara teratur selama dua atau tiga hari sekali. Lebih bagus lagi berhubungan disaat nyonya berada di masa ovulasi. Nanti akan saya hitungkan kapan masa ovulasi anda nyonya." Jelas dokter Gritta kembali.


" Masa Ovulasi? Apa itu dok?" Tanya Gathan penasaran. Karena baru pertama kalinya mendengar bahasa itu.


"Masa ovulasi, adalah masa subur tuan. Masa dimana sel telur nyonya Lisya yang sudah matang, dilepaskan dari ovarium ke tuba falopi untuk siap dibuahi oleh sel sp*rma." Dokter Gritta menjelaskan dengan detail sambil menujukkan patung simulasi bagian reproduksi wanita agar tuan dan nyonyanya lebih mudah memahami.


"Oh begitu, kapan masa ovulasi itu datang dok?" Tanya Gathan sangat antusias.

__ADS_1


"Biasanya, masa ovulasi atau sebut saja masa subur ya agar mudah dimengerti, masa subur wanita terjadi sekitar 12–16 hari sebelum masa haid berikutnya. Dengan kata lain, rata-rata wanita mengalami masa subur di antara hari ke-10 sampai hari ke-17 setelah hari pertama menstruasi terakhir. Namun, hal tersebut berlaku bagi wanita yang memiliki siklus menstruasi teratur 28 hari. Maaf, apa nyonya haidnya teratur? Dan kapan terakhir kali anda haid?" Tanya dokter Gritta.


"Iya dok, siklus saya juga antara 27-28 hari. Saya haid terakhir sekitar 9 hari yang lalu." Jawab Lisya yang sudah sedikit banyak paham mengenai pembahasan itu.


"Loh, kamu sudah paham maksudnya sayang?" Tanya Gathan heran. Kemudian hanya diangguki oleh Lisya. Gathan tersenyum bangga.


"Saya lanjut ya tuan dan nyonya." Gathan dan Lisya mengangguk.


"Nah karena haid nyonya teratur, seperti yang saya jelaskan tadi. Jika sesuai perhitungan, maka kisaran masa subur nyonya adalah mulai besok hingga tujuh hari kedepan." Jelas dokter Gritta sambil tersenyum ramah.


"Berarti, maksudnya besok hingga tujuh hari kedepan adalah waktu yang tepat untuk kami melakukan hubungan suami istri ya dok?" Tanya Gathan penuh antusias dan berbinar bahagia.


Blush.


Dih, ni orang ceplas ceplos banget. Gak perlu diperjelas juga kan bisa! Dasaaar bos gil,,, eh jangan ding. Takut dosa.


Racau Lisya dalam hati karena sudah benar-benar malu dan sebal dengan tingkah suaminya itu.


"Benar tuan. Anda bisa melakukannya dua atau tiga hari sekali." Jawab dokter Gritta.


"Apa setiap hari tidak boleh dok?" Tanya Gathan terang-terangan.


Omaigaaattttt,,,,,, !!!!


Racau Lisya kembali dalam hatinya. Matanya terpejam sesaat menahan malu.


"Boleh saja tuan. Tapi kualitas sp*rma yang dihasilkan akan lebih bagus, jika dilakukan dua atau tiga hari sekali. Namun, karena anda berdua masih pengantin baru. Setiap haripun tidak masalah." Jawab dokter Gritta yang sudah paham maskud tuannya itu.


"Syukurlaah." Gathan tersenyum bahagia lalu menatap Lisya.


"Eh, kamu kenapa sayang. Kamu sakit?" Tanya Gathan saat melihat pipi Lisya memerah. Lalu dengan cepat Lisya menggelengkan kepalanya.


"Sudah fokus saja sama dokter Gritta. Aku fine!" Ucap Lisya penuh penekanan.


"Saya lanjutkan ya tuan dan nyonya. Saya juga akan melakukan pemeriksaan awal kepada anda berdua untuk memastikan jika tuan dan nyonya tidak ada kendala maaf, pada 'sistem repr*duksi'. Karena kehamilan akan lebih besar terjadi, selain teratur berhubungan, keduanya harus sama-sama dalam kondisi sehat." Jelas dokter Gritta.


"Lakukan mana yang terbaik dok." Jawab Gathan.


Akhirnya dokter meminta Lisya untuk tidur di brankar untuk dilakukan usg perut yang kemudian lanjut pemeriksaan lebih dalam lagi dengan dibantu suster yang menjadi asisten dokter Gritta.


Selama proses pemeriksaan, Gathan bergidik ngeri, karena melihat beberapa alat dimasukkan melalui mahkota Lisya. Ya, karena Gathan tak ingin dilarang untuk menunggunya diluar, akhirnya ia bisa melihat proses pemeriksaan Lisya itu dengan dalih ingin memastikan jika istrinya itu akan baik-baik saja.


Setelah hampir satu jam dilakukan pemeriksaan kepada Lisya, dokter Gritta meminta Gathan kembali ke rumah sakit untuk dilakukan tes analisis sp*rma setelah melewati masa subur Lisya. Karena dokter Gritta tidak ingin jika tuan dan nyonyanya melewatkan masa suburnya.


"Loh, pakai gitu ya dok?" Tanya Gathan heran 😂


"Iya tuan, dari cairan itu kami akan menganalisa bagaimana kondisi kesehatan anda." Jelas dokter Gritta.


"Silahkan anda kemari 10 hari kedepan, pastikan anda tidak melakukan hubungan badan selama tiga hari sebelumnya." Jelas dokter Gritta


"Eh, kok begitu dok?" Tanya Gathan semakin heran.


"Iya tuan, karena sp*rma membutuhkan waktu sekitar tiga hari untuk kembali memproduksi dengan kualitas yang lebih baik setelah dikeluarkan. Hal itu, supaya kami bisa mendapatkan hasil yang maksimal." Jelas dokter Gritta.


"Jadi saya puasa selama tiga hari dok?" Tanya Gathan lagi. Dokter Gritta hanya mengangguk dengan senyum.


"Shit!" Gumam Gathan pelan.


Tak lama, hasil pemeriksaan Lisya keluar. Dokter Gritta menjelaskan dengan jelas dan rinci. Lisya yang mendengar tersenyum bahagia, karena tak mendapat kendala apapun yang artinya semua kondisi rahim dan sejenisnya sehat. Kemudian Gathan dan Lisya pulang kembali ke mansion.


To Be Continued 🖤


--


- Annyeong pembaca yang budiman 💕-


Maafkan othor absen dua hari, karena fokus bantu tugas daring si bocil.🙏


-- Jangan lupa Vote, dan aktifkan tombol Favoritnya! 🙏 supaya tidak ketinggalan kelanjutan ceritanya. Jangan lupa like dan tinggalkan komen supaya author lebih semangat lagi! --

__ADS_1


Salam cium dan peluk jauh. 🤗


__ADS_2