Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Membantu sang pacar


__ADS_3

Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia#.


Dimas terus menangkis dan menyerang satu persatu dari mereka, ''wush..plak..plak..bugh..bugh..bugh..dugh..sret'', dua orang melompat menyerang Dimas bersamaan ''hiatz..wush..wush..plak..plak..'' mereka menyerang dengan cepat ke arah Dimas bersama-sama.


Dengan salto ke belakang Dimas menghindari serangan mereka, ''wush..wush..wush..'' Fitri mengikuti kemana arah kekasihnya itu sambil berlindung di tempat yang aman, sesekali Dimas melirik ke arah Fitri untuk memastikan keadaan kekasih nya tersebut.


Lima orang meloncat menyerang Dimas ''hiatz..hiatz..wush..wush..wush..wush.plak..plak..plak..bugh..bugh..'', Dimas sesekali terkena pukulan dari mereka dan bangkit lagi untuk melawan mereka, ia berusaha sekuat tenaga supaya memenangkan pertarungan tersebut.


''Serang terus dia?! ayo cepat?!'' ucap salah satu dari mereka menyuruh supaya terus menyerang Dimas, karena melihat lawannya sudah mulai kelelahan.


Dimas melemparkan hanphone nya kepada Fitri, ''cepat hubungi bala bantuan?!'' Dimas berteriak menyuruh Fitri untuk menghubungi teman-temannya supaya segera datang ke lokasi tersebut, Fitri langsung menyambar hanphone yang di lempar oleh kekasihnya itu, ''Baik mas'' ucap Fitri lalu menghubungi geng moge kelompok motor yang di ketuai oleh Dimas tersebut.


Dimas melawan mereka sambil menunggu bantuan datang, ''hiatz..wush..wush.bugh..bugh..'' dengan melompat sambil melayangkan pukulan ke wajah lawannya.


''Ayo cepat serang dia sebelum teman-temannya datang?!'' salah satu dari mereka menyuruh agar cepat menyerang Dimas yang sudah kelelahan itu.

__ADS_1


''Hiatz..hiatz..wush..wush..wush..bugh..bugh..bugh..dugh..dugh..'' mereka ber empat menyerang Dimas dan berhasil merobohkan lelaki itu.


''Kurang ajar!, siapa yang menyuruh kalian hah?!'' ucap Dimas sambil mengusap sudut bibirnya dan bangkit kembali untuk bersiap-siap kalau ada serangan mendadak.


''Gak perlu tau siapa yang menyuruh kami? urus saja dirimu yang sebentar lagi mampus, hahahaha...'' balas salah satu dari mereka sambil tertawa senang melihat Dimas yang sudah kehabisan tenaga.


''Kenapa mereka belum datang? cepatlah datang?'' gumam Fitri yang melihat kekasihnya di keroyok oleh mereka semua.


Dimas terus berusaha melawan mereka semua dengan sisa-sisa tenaganya, Fitri melihat sebalok kayu yang cukup panjang setelah mengambilnya langsung berlari menghampiri kekasihnya dan memukul beberapa orang yang sedang mengeroyok Dimas tersebut, ''wush..wush..dugh..dugh..dugh..dugh..'', beberapa orang pun jatuh sambil merasakan kesakitan terkena pukulan dari Fitri.


''Hei mau kemana kalian?! ayo cepat kejar mereka?!'' salah satu dari mereka menyuruh untuk mengejar Dimas dan Fitri yang melarikan diri.


Mereka semua berlari mengejar Dimas dan Fitri yang sudah agak jauh dari mereka semua, ''ayo mas lebih cepat?! ucap Fitri kepada kekasihnya supaya lebih cepat larinya untuk menghindari mereka yang mengejar.


Dimas bersama Fitri terus berlari untuk menghindari dari musuh-musuh tersebut, ke tujuh orang suruhannya Yogi terus mengejar Dimas dan Fitri ''kenapa mereka belum datang?'' ucap Dimas sambil berlari kepada Fitri.

__ADS_1


''Aku juga tidak tahu? mungkin masih dalam perjalanan kesini? ayo lebih cepat larinya?'' jawab Fitri dan menyuruh kekasihnya untuk mempercepat lari mereka.


Fitri terus berlari bersama dengan Dimas, mereka berbelok menuju ke jalan raya agar teman-temannya Dimas bisa melihat mereka berdua, ketujuh orang itu pun ikut berbelok mengikuti kemana mereka berdua berlari, ''ayo cepat larinya?! kejar mereka?! jangan sampai lolos lagi?'' teriak salah satu dari ke tujuh orang suruhannya Yogi tersebut.


Dimas dan Fitri akhirnya sampai di pinggiran jalan raya, mereka berdua bersembunyi di antara drum-drum yang berjejer di tepi jalan tersebut, ''gimana? apa mereka masih mengejar kita?'' ucap Fitri sambil memandangi wajah Dimas yang lembab itu, Fitri merasa kasihan kepada kekasihnya tersebut.


''Mereka belum kelihatan? kita sembunyi dulu di sini supaya tenaga ku pulih kembali?'' balas Dimas sambil menoleh kepada Fitri.


Fitri lalu memegang kedua pipi lelaki itu, ''wajah kamu penuh lembab sayang? sakit yah?'' ucap Fitri sambil membelai pelan pipi lelaki tersebut.


''Sedikit sakit sayang?'' balas Dimas sambil tersenyum kepada Fitri.


Fitri lalu mencium bibir kekasihnya itu dengan lembut, Dimas pun membalas ciuman dari Fitri lidah mereka saling bertemu berbagi kekuatan, Dimas memasukan lidahnya ke dalam mulut kekasihnya sambil menelusuri setiap sudut bibir manis tersebut.


''Dimana mereka? ayo cepat kita cari?'' suara dari salah satu kelompok yang mengejar itu terdengar di telinganya Dimas dan Fitri, mereka berdua menyudahi ciuman yang semakin memanas tersebut.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2