Godaan Teman Dan Ibu Kos

Godaan Teman Dan Ibu Kos
Ungkapan Dimas


__ADS_3

Dukung terus novel ini supaya author lebih semangat berkarya dan menulis cerita ini. Terimakasih# (21+).


Lala bingung dengan penjelasan dokter tersebut, antara percaya dan tidak, kalau dirinya sekarang sedang hamil, ada rasa senang dan juga ada rasa takut, lalu mereka berdua pulang dari rumah sakit dan menuju ke rumahnya Lala.


Setelah sampai, mereka berdua duduk di ruang tamu dan saling berpandangan "ini gimana Van? Kamu harus nikahin aku secepatnya?" Ucap Lala kepada Evan agar secepatnya Evan menikahi dirinya.


"Iya aku pasti akan menikahi kamu La" jawab Evan dengan perasaan campur aduk.


Malam hari pun datang, Dimas sudah menjalankan motornya menuju ke rumahnya Fitri, setelah sampai lalu Dimas mengetok pintu dan dibuka oleh Bu Lina lalu Evan disuruh masuk dan duduk di ruang tamu.


Bu Lina berjalan menuju kamarnya Fitri "Fit ada nak Dimas tuh diruang tamu, cepetan kamu temuin dia gih?".


"Iya Bu" jawab Fitri lalu keluar dari kamar dan berjalan bersama Ibunya menemui Dimas.


"Bu aku mau ngajak Fitri untuk jalan-jalan?" Dimas minta ijin kepada Bu Lina.


"Iya nak, pulangnya jangan malam-malam yah?" Jawab Bu Lina kepada Dimas.


"Iya Bu, kami pamit dulu" ucap Dimas lalu menyalami Bu Lina.

__ADS_1


Dimas dan Fitri lalu pergi dengan menggunakan sepeda motornya menuju ke sebuah restoran, setelah sampai mereka berdua duduk dan memesan makanan.


"Ayo dimakan? Dimas menyuruh Fitri untuk segera menyantap makanan yang sudah di pesannya.


"Iya mas" jawab Fitri sambil tersenyum lalu seger menyantap makanan tersebut.


"Kamu suka makanan ini?" Dimas menanyakan apakah Fitri suka dengan makanan yang dipesannya itu.


"Suka mas, enak dan lezat" jawab Fitri sambil tersenyum melirik ke wajah Dimas.


Mereka berdua menikmati hidangan tersebut dengan lahap sambil mengobrol sesekali mereka saling menjahili.


"Kita mau kemana mas?" Fitri bertanya kepada Dimas mau diajak kemana dirinya.


"Nanti kamu bakal tau kok?" Jawab Dimas sambil tersenyum kepada Fitri.


Setelah sampai di tempat tersebut, Dimas lalu menutup matanya Fitri dengan kain hitam "kenapa mataku ditutup mas?" Fitri bingung kenapa matanya ditutup oleh Dimas.


"Nanti kalau sudah sampai aku akan buka penutup ini, ayo jalan?" Dimas lalu menggandeng tangan Fitri menuju tempat tersebut. Setelah sampai lalu Dimas membuka penutup tersebut.

__ADS_1


Berlahan Fitri membuka matanya "wah..indah banget mas?" Fitri melihat lilin yang berjejer membentuk sebuah waru (love) dan berbagai bunga warna merah yang menghiasi tempat tersebut, Fitri juga melihat lampu yang bertuliskan (Ilove you Fitri).


"Mas ini..." Ucap Fitri yang merasa terharu dan senang melihat tempat tersebut, sambil menoleh ke arah Dimas.


"Kamu suka?" Dimas bertanya kepada Fitri.


"Suka banget mas, kamu so sweet banget sih?" Jawab Fitri yang merasa senang dan bahagia.


"Ada lagi, ini buat kamu?" Dimas lalu memberikan sebuah kotak perhiasan kecil kepada Fitri "bukalah?".


Fitri lalu membuka kotak tersebut "mas..ini buat aku?" Fitri bertanya kepada Dimas.


"Iya ini buat kamu, sini aku pakaikan?" Dimas lalu memakaikan kalung berlian yang berinisial "F". "Kalung ini cocok di leher kamu? Gimana suka gak?" Ucap Dimas sambil memeluk tubuh Fitri dari belakang.


"Suka mas, terima kasih yah?" Balas Fitri sambil tersenyum dan menggapai tangan Dimas yang melingkar di tubuhnya.


"Malam ini aku akan mengungkapkan perasaanku padamu Ilove you Fitri?" Ucap Dimas lalu mencium pipi mulus milik Fitri.


"Ilove you to" balas Fitri yang masih memegang tangan Dimas penuh kebahagiaan.

__ADS_1


*Bersambung*


__ADS_2