
Reni dan Amir masih membicarakan ongkos tersebut, lelaki itu pun mengalah ia menerima uang lima puluh ribu tersebut dari tangan wanita itu sambil berkata ''okelah gak papa, ya sudah aku pulang dulu'', itulah yang keluar dari mulut lelaki tersebut untuk pamit pulang, namun wanita itu menahannya, ''tunggu, pakaian kamu belum kering tunggulah sebentar lagi sampai pakaian kamu kering'' ucap Reni kepada lelaki itu.
''Oh iya , aku lupa'' Amir menepuk jidatnya sendiri sambil tersenyum kepada wanita itu.
Mereka berdua mengobrol di ruang tamu sambil menunggu pakaian Amir kering, hari mulai sore terik matahari sudah mengeringkan pakaian milik Amir, Reni berjalan untuk mengambil pakaian milik lelaki itu, ''sudah kering rupanya'' ucap Reni pada dirinya sendiri, ia kembali menemui Amir yang masih duduk di ruang tamu, ''ini pakaian kamu sana ganti dulu'' Reni menyuruh lelaki itu untuk mengganti pakaian.
Amir bergegas mengganti pakaian miliknya itu lalu kembali menemui Reni sambil berkata ''aku pulang dulu yah'' ucapan pamit Amir kepada wanita tersebut.
''Hati-hati di jalan'' Reni membalas sambil tersenyum.
Amir berjalan keluar dari rumah itu dan kembali masuk lagi menemui Reni, ''ada apa mas, apa ada yang ketinggalan?'' wanita itu bertanya kepada Amir yang baru saja masuk, lelaki itu mencari-cari sesuatu ia berjalan ke kamar mandi dan kembali lagi, ''sebenarnya apa yang kamu cari mas?'' Reni bertanya lagi kepada lelaki itu.
''Aku mencari nomor ponsel kamu Ren, tapi gak ketemu'' Amir berkata sambil celingak-celinguk.
''Amir!!!'' Reni berteriak dan langsung memukul lengan lelaki tersebut, ''auwh...sakit Ren''.
''Biarin, we..we..'' Reni menjawab sambil menjulurkan lidahnya meledek lelaki itu.
''Boleh aku minta nomor ponsel kamu?'' Amir meminta nomor ponsel milik wanita itu.
__ADS_1
Reni langsung menjawab dengan lantang ''gak?!'', Amir terus membujuk wanita itu ''ayolah Ren, mana nomor kamu?''.
''Aku bilang gak?! cepat kamu pergi dari rumahku'' Reni menjawab sambil mendorong lelaki itu berkali-kali, ''cepat kamu keluar'' Reni terus mendorong Amir sampai ke pintu.
''Ya sudah kalau gak mau ngasih, aku pulang dulu'' Amir berjalan meninggalkan rumah tersebut.
Tak lama kemudian suara teriakan terdengar di telinganya Amir, ''mas Amir tunggu?'' Reni berlari menghampiri lelaki itu, ''ini nomor ku, bye'' setelah Reni memberikan secarik kertas kepada Amir, ia langsung berlari kerumahnya.
''Makasih Ren?!'' teriak Amir yang melihat wanita itu sudah berlari menjauh darinya.
Amir mencatat nomor tersebut di ponselnya lalu ia kembali berjalan menuju ke rumah kontrakannya, Reni senyum-senyum sendiri di dalam rumahnya.
Malam hari Amir duduk di ruang tamu sendirian hanya di temani secangkir teh hangat sambil bermain ponsel, ia berharap Fitri akan menelfonnya dan memberi kabar mengenai pekerjaan, satu detik, satu menit lelaki itu terus memandangi ponsel tersebut.
Amir melihat nama yang tertera di ponsel tersebut dan langsung menjawabnya, ‘’halo Fit, gimana apa sudah ada pekerjaan buatku?’’ lelaki itu langsung bertanya mengenai pekerjaan.
‘’Yaelah Mir, tanya kabar dulu kek atau nanya kamu sudah makan apa belum, jangan langsung nyosor gitu kali’’ jawab Fitri di seberang telefon sambil memanyunkan bibirnya.
‘’Iya, iya cantik, gimana kabar kamu? apa kamu sudah makan?’’ jawab Amir sambil meledek wanita tersebut.
__ADS_1
‘’Kabar aku baik mas, aku juga sudah makan kalau kamu gimana punya kabar?’’ balas Fitri sambil tersenyum kepada Amir.
‘’Kabar aku juga baik, gimana ada kabar gak?’’ ucap Amir bertanya kepada wanita yag ada di seberang telefon tersebut.
‘’Mmm..ada sih tapi aku bingung apa kamu mau atau tidak?’’ Jawab Fitri sambil menempelkan tangan di kepalanya.
‘’Emangnya kenapa Fit, apapun pekerjaan itu aku akan menerimanya, jadi kamu gak perlu sungkan untuk menyampaikannya kepadaku?’’ sahut Amir sambil tersenyum kepada Fitri.
‘’Apa kamu mau bekerja sebagai cleaning service mas? Kalau gak mau ya gak papa?’’ Fitri berkata sambil tersenyum kecil kepada lelaki tersebut.
‘’Gak papa Fit, aku mau’’ jawab Amir sangat bersemangat dan tersenyum senang.
‘’Beneran kamu mau mas?’’ Fitri menegaskan lagi kepada lelaki tersebut.
‘’Iya Fit, aku mau, walaupun itu hanya sebagai cleaning service, kapan aku mulai bekerja?’’ balas Amir yang sangat berantusias sekali sambil tersenyum senang.
‘Besok kamu datang ke kantor dan temui aku di sana oke’’ Fitri menjawab dan tersenyum kepada Amir.
‘’Baik aku aka kesana besok, makasih ya atas bantuanmu’’ Amir sangat senang mendapat pekerjaan walaupun hanya sebagai cleaning service.
__ADS_1
Sambungan telefon pun terputus, Amir berjingkrak-jingkrak kesenangan karena sudah mendapat pekerjaan, ia masuk kedalam kamar dan merebahkan badannya.
*Bersambung*