
Terima kasih atas dukungan kalian semua, semoga karya author semakin berkembang dan biisa menghibur pembaca setia#.
Setelah mengompres kekasihnya, Fitri berjalan ke dapur sambil membawa semua barang-barang yang tadi untuk mengobati kekasihnya, ''nih Ibu sudah buatin minuman buat kalian?'' ucap Bu Lina yang melihat Fitri datang.
''Makasih Bu? ya sudah aku bawa minuman ini dulu'' balas Fitri dan berjalan membawa minuman tersebut menghampiri Dimas yang sedang berbaring di sofa.
''Minum dulu mas?'' ucap Fitri sambil menaruh minuman tersebut di atas meja.
''Iya sayang makasih?'' balas Dimas lalu duduk kembali.
''Kamu tidur di sini saja mas? kalau di rumah nanti siapa yang akan merwat kamu?'' ucap Fitri menyuruh Dimas untuk menginap di rumahnya, karena yang Fitri tahu Dimas tinggal sendirian dirumah kontrakan.
''Nati aku merepotkan kamu dan Ibu?'' balas Dimas yang tak enak hati karena merepotkan Fitri dan Ibunya tersebut.
''Gak ngrepotin kok mas, Ibu juga gak keberatan?'' sahut Fitri menjelaskan kepada kekasihnya tersebut.
Dimas akhirnya menginap di rumahnya Fitri, setelah mereka makan malam bersama, Fitri mengajak Dimas untuk beristirahat di kamarnya, ''ayo masuk, kamu istirahat dulu di sini?'' ucap Fitri mengajak Dimas untuk masuk ke dalam kamarnya.
''Aku tidur di sini? terus kamu tidur dimana?'' balas Dimas kepada kekasihnya tersebut.
''Nanti aku tidur sama Ibu? kan kita belum menikah hehehe..'' ucap Fitri sambil menggoda Dimas dengan senyumannya.
__ADS_1
''Emang gak boleh yah tidur bersama dengan kamu?'' sahut dimas sambil ikut menggoda Fitri.
''Boleh tapi nanti setelah kita menikah sayang? makanya cepat nikahin aku mas?'' balas Fitri sambil tersenyum kepada kekasihnya itu.
Dimas menarik tangannya Fitri dan mereka berdua jatuh di atas ranjang, ''kamu di sini sebentar temenin aku dulu?'' ucap Dimas sambil memeluk tubuh kekasihnya tersebut.
''Iya..iya tapi jangan lama-lama nanti Ibu mencariku?'' balas Fitri yang senang karena di peluk oleh lelaki tersebut.
Mereka berdua saling menatap penuh harap, bibir Dimas mulai mendekati bibir manis milik Fitri lalu menciumnya, Fitri memejamkan matanya sambil membuka mulut supaya bisa menikmati sentuhan lembut dari bibir kekasihnya.
Dimas terus menciumi bibir kekasihnya sambil menjulurkan lidah untuk membasahi bibir manis tersebut, lidah mereka saling bertemu, bergulat,kejar-kejaran saling menikmati satu sama lain.
Tangan Dimas berlahan membuka kancing baju milik Fitri satu persatu sambil lidahnya terus menyusuri setiap lekuk dari leher dan ke bawah menemui dua gundukan yang membuat setiap lelaki bernafsu untuk bermain di gundukan tersebut.
Fitri semakin erat meremas rambut kekasihnya karena menikmati gundukan miliknya sedang di sapu bersih oleh lidahnya Dimas, ''mas...mas..'' suara lirih Fitri yang merasa kenikmatan.
Dimas terus memutari dua gundukan itu dengan lidahnya sampai kepuncak yang mungil tersebut, sesekali menyedot pucuk gundukan tersebut dengan mulutnya, Fitri terus meremas rambut lelaki itu dengan erat sambil menikmati pucuk gundukan miliknya yang sedang di sedot oleh Dimas.
Dimas bersama Fitri terus memadu kasih keduanya seakan tidak mau terpisahkan, Fitri merasakan kenimatan dari sentuhan demi sentuhan lelaki tersebut, Dimas semakin bergairah sambil lidahnya terus menelusuri setiap lekuk dari gundukan milik Fitri.
''Mas..'' ucap Fitri dengan suara lirih membuat Dimas semakin bersemangat untuk menciumi dua gundukan tersebut.
__ADS_1
''Kamu suka sayang?'' balas Dimas sambil tersenyum kepada Fitri.
''Suka banget mas? apa mau dilanjutkan?'' sahut Fitri sambil tersenyum pula kepada lelaki itu.
''Bermain di sini saja jangan sampai kebawah nanti aku gak tahan, hehehe..'' balas Dimas sambil tersenyum menggoda wanita tersebut.
Fitri masih enggan untuk di lepaskan ia ingin terus menikmati sentuhan dari bibir lelaki tersebut, ''jangan di lepas mas? aku masih menikmatinya?'' ucap Fitri di telinga Dimas sambil terus memeluk tubuh lelaki tersebut.
''Nanti aku khilaf sayang?'' balas Dimas yang mau menyudahi ciuman tersebut tapi di tahan oleh Fitri.
''Aku masih ingin yang lebih mas?'' jawab Fitri kepada Dimas sambil mencium pipi lelaki itu.
''Kamu yang sabar yah sampai kita menikah?'' ucap Dimas sambil membelai pipi wanita itu.
Fitri masih menginginkan kenikmatan yang lebih dari itu, tapi Dimas melarangnya, ''sudah kamu tidur sana bersama dengan Ibu mu? kalau di sini terus bisa bahaya nanti?'' ucap Dimas sambil membelai rambut wanita tersebut dan menyuruhnya untuk kembali ke kamar Ibunya.
''Tapi aku masih mau di sini mas bersama kamu?'' balas Fitri yang enggan beranjak dari ranjang tersebut dan ingin terus bersama dengan lelaki itu.
''Bisa bahaya sayang? kalau aku gak tahan gimana?'' jawab Dimas sambil membelai rambut wanita itu dengan lembut.
*Bersambung*
__ADS_1