
Esok harinya Amir berjalan sambil mencari pekerjaan, ia bertanya ke setiap toko maupun ke proyek-proyek barang kali ada lowongan pekerjaan, terik matahari menemani Amir berjalan lelaki itu berteduh di bawah pohon yang ada di depan rumah warga, ia pun duduk sambil mengibas-ngibaskan tangannya supaya mendapat angin segar.
''Apa kamu bisa membetulkan shower di kamar mandi? soalnya showerku rusak?'' suara perempuan yang baru saja keluar dari rumah tersebut dan menghampiri Amir yang sedang duduk.
''Boleh aku melihatnya dulu'' Amir menjawab kepada perempuan tersebut.
''Boleh, ayo ikut aku kedalam'' Perempuan itu mengajak Amir untuk memeriksa shower yang rusak tersebut.
Mereka berdua masuk kedalam rumah itu menuju ke kamar mandi, Amir mulai memeriksa shower tersebut, ia mengutak atik dan memeriksa kerusakan dari shower tersebut tanpa disengaja pipa shower itu terlepas, air pun keluar membasahi pakaian kedua orang itu.
''Cepat matikan kran itu'' Perempuan itu menyuruh Amir untuk mematikan kran tersebut, karena panik Amir dan perempuan itu saling bertabrakan, mereka berdua jatuh bersama di lantai.
Amir yang berada di bawah tubuh wanita itu merasakan kenyalnya dada milik perempuan tersebut, sedangkan perempuan itu juga merasakan benjolan milik Amir, mereka berdua saling pandang, bola mata mereka saling menatap, tangan lelaki itu pun masih memegangi pinggang milik perempuan tersebut.
''Maaf'' kata itu yang keluar dari mulutnya Amir sambil melepaskan tangannya dari pinggang tersebut.
__ADS_1
''Gak papa'' balas perempuan itu sambil bangkit dari atas tubuh lelaki tersebut.
Mereka berdua sama-sama bangkit dan lagi-lagi mereka saling beradu lalu jatuh lagi, kini giliran Amir yang berada di atas tubuh perempuan tersebut ''maaf'' itu yang keluar dari bibirnya Amir.
Amir segera bangkit dari tubuh wanita itu dan mematikan kran tersebut, lalu membantu perempuan itu untuk berdiri, Amir melihat dada perempuan itu yang nampak jelas terlihat karena baju mereka sudah basah, perempuan tersebut berjalan masuk kedalam kamarnya.
Amir kembali membetulkan shower tersebut, setengah jam sudah berlalu akhirnya Amir berhasil membetulkan shower itu, wanita itu pun datang dan memberikan handuk dan pakaian kepada Amir, ''kamu ganti pakaian dulu, ini baju milikku semoga pas di badan kamu''.
Amir menerima handuk dan pakaian tersebut ''makasih'' lalu ia berganti pakaian di dalam kamar mandi, setelah selesai Amir keluar dari kamar mandi.
''Kenapa kamu tertawa, ada yang lucu yah'' Amir berkata sambil melihat-lihat dirinya yang memakai baju milik perempuan itu ''hello kitty'' itu yang tertulis di baju yang di kenakan oleh Amir.
''Pantas saja kamu tertawa'' ucap Amir kepada wanita itu.
''Sini baju kamu yang basah biar aku jemur dulu supaya kering'' perempuan itu meminta pakaian Amir yang basah itu untuk di jemur.
__ADS_1
Amir pun memberikan pakaian tersebut kepada perempuan itu, setelah menjemur pakaian milik lelaki itu ia kembali menemui Amir ''siapa nama kamu? perempuan itu bertanya kepada Amir.
''Aku Amir'' ucap lelaki itu sambil menjulurkan tangannya, ''aku Reni'' mereka berdua saling menjabat tangan.
''Berapa ongkosnya mas?'' Reni menanyakan upah membetulkan shower itu.
''Terserah kamu saja Ren'' balas Amir sambil menyeruput kopi hangat tersebut.
''Kenapa terserah aku mas, lima ribu mau?'' ucap Reni lagi sambil meledek Amir.
''Gak papa lima ribu asal di tambah cinta kamu, hehehe..'' balas Amir sambil menggoda wanita itu.
''Itu sih maunya kamu, ini lima puluh ribu sudah di potong karena kamu sudah menyentuh tubuhku'' Reni berkata sambil memberikan uang tersebut.
''Ya sudah gak papa'' Amir menjawab sambil tersenyum.
__ADS_1
*Bersambung*